21 April 2026

Belajar Mendengarkan Sebelum Belajar Bicara

"Belajar Mendengarkan Sebelum Belajar Bicara".

Imam Al Ghazali berpesan dalam karya indahnya “Ihya Ulumuddin”:

من فتنة العالم أن يكون الكلام أحب إليه من الإستماع

Dianrara godaan terbesar orang berilmu adalah lebih senang berbicara daripada mendengarkan

Bukankah manusia diciptkaan dengan rangkaian dua telinga dan satu mulut? Setidaknya waktu untuk mendengarkan memiliki jatah lebih banyak daripada berbicara. Disinilah letak ujian seseorang ketika telah memiliki ilmu yang cukup banyak. Dalam waktu dan kondisi apapun, ia ingin didengarkan dan diutamakan. Susah untuk mendengarkan masukan dari orang lain, terlebih dari orang yang dianggapnya lebih sedikit ilmunya. Padahal ketika kita bersedia menjadi pendengar yang baik, sesungguhnya ada banyak hal positif yang akan bisa kita dapatkan.



Berkhidmat Musa kepada Musa alaihissalam. Lalu Musa alaihissalam bertanya, dia berkata: “Ceritakan kepadaku wahai Musa, engkau pilihan Allah.”

Ceritakan kepadaku Musa, kekasih Allah. Ceritakan kepadaku Musa, kalimullah. Aku lihat harta dan kekayaannya banyak.

Maka Musa alaihissalam kehilangan dia. Musa alaihissalam lalu bertanya tentangnya tapi tidak mendapat kabar tentangnya.

Hingga suatu hari datang kepadanya seorang laki-laki. Di tangannya ada babi hutan, dan di lehernya ada tali hitam.

Maka Musa alaihissalam berkata kepadanya: “Apakah engkau mengenal Fulan?” Dia menjawab: “Ya.” Dia berkata: “Dialah babi hutan ini.”

Maka Musa berkata: “Ya Rabbi, aku memohon kepada-Mu agar Engkau mengembalikannya ke keadaannya semula, sehingga aku bisa bertanya kepadanya apa yang menimpanya.”

Maka Allah ‘Azza wa Jalla mewahyukan kepadanya: “Seandainya engkau berdoa kepada-Ku dengan doa yang dengannya Adam berdoa kepada-Ku, niscaya tidak Aku kabulkan doamu tentang dia. Tapi akan Aku beritahukan kepadamu kenapa Aku lakukan ini padanya: Karena dia dahulu mencari dunia dengan agama, dan dia lebih lalai dari apa yang diriwayatkan Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu darinya secara mauquf dan marfu’ dalam riwayat dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

Beliau bersabda: “Di antara fitnah orang alim adalah dia lebih suka perkataan didengar daripada mendengarkan ●●. Dan dalam perkataan ada kekeliruan dan tambahan, dan dia tidak aman dari kesalahan bagi yang mendengarnya. Dan dalam diam ada keselamatan dan ilmu. Dan di antara ulama ada yang menyimpan ilmunya, maka dia tidak suka jika ilmu itu ada pada selainnya. Maka dia berada di derajat pertama dari neraka. Dan di antara ulama ada yang jika dibantah tentang sesuatu atau diremehkan tentang ilmunya, dia marah karena haknya. Maka dia berada di derajat kedua dari neraka.”

*Penjelasan ringkas*

*1. Kisah utamanya*

Ada orang shalih yang dulu dekat dengan Nabi Musa. Dia hilang, lalu ditemukan sudah berubah jadi babi hutan dengan tali hitam di leher. Nabi Musa kaget dan minta ke Allah biar dikembalikan jadi manusia biar bisa ditanya sebabnya. Allah bilang: Orang ini dulu "menjual agama untuk dunia". Dia pakai agama buat cari keuntungan duniawi, bukan ikhlas karena Allah. Makanya dia diazab begitu. Doa Nabi Adam pun nggak bakal bisa nolong orang model begini.

*2. Nasihat untuk ulama/ahli ilmu*

Lanjutan teksnya dikutip dari hadits riwayat Mu’adz bin Jabal. Ada 3 fitnah/ujian buat orang berilmu:

Fitnah Penjelasan Balasan

**Cinta didengar** Lebih suka omongannya didengar orang daripada didengar Allah. Suka tampil & dipuji Celaka, karena ucapan bisa salah/tambah-kurang

**Menyimpan ilmu** Nggak suka kalau ada orang lain yang juga pintar. Takut tersaingi Derajat 1 neraka

**Marah kalau dibantah** Nggak terima kalau dikritik/diremehkan ilmunya. Anggap dirinya seperti penguasa Derajat 2 neraka

*Poin utamanya*: Diam itu selamat. Ilmu itu amanah, bukan buat cari dunia, popularitas, atau gengsi. Kalau niatnya bengkok, azabnya berat.

Teks yang dihitamkan ●●● kemungkinan kata "Allah" atau "kebenaran". Sengaja disensor di cetakan.

Semoga bermanfaat ya. Teks ini sering dibahas di kitab-kitab tasawuf & adab ulama buat ngingetin agar ikhlas dalam menuntut & mengajarkan ilmu 🙏

Latest
Next Post

post written by:

0 $type={blogger}: