16 Mei 2026

Makna "Laa ilaha illallah"



 ﴿فَصْلٌ﴾ مَعْنَى لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ: لَا مَعْبُودَ بِحَقٍّ فِي الْوُجُودِ إِلَّا اللهُ.


وَهِيَ مِفْتَاحُ الْجَنَّةِ، وَكَلِمَةُ التَّوْحِيدِ، وَكَلِمَةُ الْإِخْلَاصِ، وَكَلِمَةُ النَّجَاةِ.


وَقَالَ بَعْضُهُمْ: إِنَّ كَلِمَةَ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ اِثْنَا عَشَرَ حَرْفًا، فَلَا جَزَمَ أَنَّهُ وَجَبَ بِهَا اِثْنَتَا عَشْرَةَ فَرِيضَةً؛ سِتَّةٌ ظَاهِرَةٌ وَسِتَّةٌ بَاطِنَةٌ.


أَمَّا الظَّاهِرَةُ: فَالطَّهَارَةُ، وَالصَّلَاةُ، وَالزَّكَاةُ، وَالصَّوْمُ، وَالْحَجُّ، وَالْجِهَادُ.


وَأَمَّا الْبَاطِنَةُ: فَالتَّوَكُّلُ، وَالتَّفْوِيضُ، وَالصَّبْرُ، وَالرِّضَا، وَالزُّهْدُ، وَالتَّوْبَةُ

﴿ كاشفة السجا ص ١٤ ﴾

Makna "Laa ilaha illallah" adalah tidak ada tuhan yang wajib disembah dengan sebenar-benarnya di dalam wujud (alam semesta ini) kecuali Allah.

Kalimat tersebut adalah مفتاح الجنه / kunci surga, di sebut kalimat tauhid, kalimat ikhlas, dan kalimat keselamatan.


Sebagian ulama berkata: "Sesungguhnya kalimat Laa ilaha illallah itu terdiri dari 12 huruf, maka sudah semestinya diwajibkan dengannya 12 kewajiban, 6 kewajiban lahiriah (tampak) dan 6 kewajiban batiniah (dalam hati)."

Adapun kewajiban yang lahiriah adalah:

Bersuci (Thaharah)

Shalat

Zakat

Puasa

Haji

Jihad

Sedangkan kewajiban yang batiniah adalah:

Tawakal (Berserah diri)

Tafwidh (Menyerahkan segala urusan kepada Allah)

Sabar

Ridha

Zuhud (Tidak terpedaya dunia)

Taubat


 Kitab Kasyifatus Saja (Syarah Safinatun Naja), Halaman 14


#kalimatuttaohid #kasifatussaja

04 Mei 2026

dianjurkan memungut makanan yang jatuh


 Apabila suapan makanan salah seoralng di antara kalian jatuh, hendaklah ia mengambilnya dan membuang kotoran yang menempel padanya, lalu memakannya dan jangan meninggalkannya untuk setan. Dan janganlah ia menyapu tangannya dengan serbet (lap tangan) hingga ia menjilati jari-jarinya, karena ia tidak tahu di bagian makanan mana keberkahan itu berada.'" (HR. Muslim)

23 April 2026

𝐄𝐦𝐩𝐚𝐭 𝐏𝐞𝐫𝐤𝐚𝐫𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐋𝐞𝐛𝐢𝐡 𝐉𝐞𝐥𝐞𝐤 𝐃𝐚𝐫𝐢𝐩𝐚𝐝𝐚 𝐄𝐦𝐩𝐚𝐭 𝐏𝐞𝐫𝐤𝐚𝐫𝐚

 


Empat hal berikut adalah jelek, tapi empat hal lagi lebih jelek, ialah:


Dosa: dosa itu jelek pada diri pemuda, tapi lebih jelek pada orang tua.


Kesibukan Duniawi pada diri orang bodoh itu lebih jelek, tapi lebih jelek pada diri orang alim.


Malas beribadah pada setiap orang itu jelek, tapi lebih Jelek pada diri ulama dan para penuntut ilmu 


Sombong itu jelek pada diri orang kaya, tapi lebih jelek pada diri orang fakir.


#fyp

22 April 2026

Do'a Basmalah Syekh Abdul Qodir Al-Jailani

 Do'a Basmalah Syekh Abdul Qodir Al-Jailani


 



 Terjemah :

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan keutamaan “Bismillahirrahmanirrahim”,

dengan haknya, dengan kewibawaannya, dan dengan kedudukannya,

angkatlah derajatku, mudahkan urusanku, dan lapangkan dadaku.

Wahai Dzat Yang Maha Tinggi (yang mengetahui rahasia huruf-huruf agung),

Allah, tiada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi Maha Mengurus.

Dengan rahasia kewibawaan dan kekuasaan-Mu, serta keagungan dan kebesaran-Mu,

jadikanlah aku termasuk hamba-hamba-Mu yang saleh, bertakwa,

dan termasuk orang-orang yang ikhlas dalam ketaatan, wahai Tuhan seluruh alam.


 Fadhilah (Keutamaan) :


Do'a ini termasuk do'a yang berisi tawassul dengan “Bismillah” dan Asma Allah. Beberapa fadhilah yang diyakini para ulama dan ahli dzikir:


1. Memudahkan urusan – karena memohon langsung dengan nama Allah Yang Maha Pengasih.


2. Meninggikan derajat – terdapat permohonan khusus “irfa‘ qadrī” (angkat derajatku).


3. Melapangkan hati dan pikiran – “wasyraḥ shadrī” untuk ketenangan batin.


4. Mendatangkan keberkahan – karena dimulai dan diulang dengan Bismillah.


5. Menguatkan keikhlasan dan ketakwaan – memohon menjadi hamba yang saleh dan mukhlis.


6. Perlindungan spiritual – dengan menyebut nama Allah, sifat-Nya, dan isyarat huruf-huruf Al-Qur’an. 

dll..

21 April 2026

Belajar Mendengarkan Sebelum Belajar Bicara
"Belajar Mendengarkan Sebelum Belajar Bicara".

Imam Al Ghazali berpesan dalam karya indahnya “Ihya Ulumuddin”:

من فتنة العالم أن يكون الكلام أحب إليه من الإستماع

Dianrara godaan terbesar orang berilmu adalah lebih senang berbicara daripada mendengarkan

Bukankah manusia diciptkaan dengan rangkaian dua telinga dan satu mulut? Setidaknya waktu untuk mendengarkan memiliki jatah lebih banyak daripada berbicara. Disinilah letak ujian seseorang ketika telah memiliki ilmu yang cukup banyak. Dalam waktu dan kondisi apapun, ia ingin didengarkan dan diutamakan. Susah untuk mendengarkan masukan dari orang lain, terlebih dari orang yang dianggapnya lebih sedikit ilmunya. Padahal ketika kita bersedia menjadi pendengar yang baik, sesungguhnya ada banyak hal positif yang akan bisa kita dapatkan.



Berkhidmat Musa kepada Musa alaihissalam. Lalu Musa alaihissalam bertanya, dia berkata: “Ceritakan kepadaku wahai Musa, engkau pilihan Allah.”

Ceritakan kepadaku Musa, kekasih Allah. Ceritakan kepadaku Musa, kalimullah. Aku lihat harta dan kekayaannya banyak.

Maka Musa alaihissalam kehilangan dia. Musa alaihissalam lalu bertanya tentangnya tapi tidak mendapat kabar tentangnya.

Hingga suatu hari datang kepadanya seorang laki-laki. Di tangannya ada babi hutan, dan di lehernya ada tali hitam.

Maka Musa alaihissalam berkata kepadanya: “Apakah engkau mengenal Fulan?” Dia menjawab: “Ya.” Dia berkata: “Dialah babi hutan ini.”

Maka Musa berkata: “Ya Rabbi, aku memohon kepada-Mu agar Engkau mengembalikannya ke keadaannya semula, sehingga aku bisa bertanya kepadanya apa yang menimpanya.”

Maka Allah ‘Azza wa Jalla mewahyukan kepadanya: “Seandainya engkau berdoa kepada-Ku dengan doa yang dengannya Adam berdoa kepada-Ku, niscaya tidak Aku kabulkan doamu tentang dia. Tapi akan Aku beritahukan kepadamu kenapa Aku lakukan ini padanya: Karena dia dahulu mencari dunia dengan agama, dan dia lebih lalai dari apa yang diriwayatkan Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu darinya secara mauquf dan marfu’ dalam riwayat dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

Beliau bersabda: “Di antara fitnah orang alim adalah dia lebih suka perkataan didengar daripada mendengarkan ●●. Dan dalam perkataan ada kekeliruan dan tambahan, dan dia tidak aman dari kesalahan bagi yang mendengarnya. Dan dalam diam ada keselamatan dan ilmu. Dan di antara ulama ada yang menyimpan ilmunya, maka dia tidak suka jika ilmu itu ada pada selainnya. Maka dia berada di derajat pertama dari neraka. Dan di antara ulama ada yang jika dibantah tentang sesuatu atau diremehkan tentang ilmunya, dia marah karena haknya. Maka dia berada di derajat kedua dari neraka.”

*Penjelasan ringkas*

*1. Kisah utamanya*

Ada orang shalih yang dulu dekat dengan Nabi Musa. Dia hilang, lalu ditemukan sudah berubah jadi babi hutan dengan tali hitam di leher. Nabi Musa kaget dan minta ke Allah biar dikembalikan jadi manusia biar bisa ditanya sebabnya. Allah bilang: Orang ini dulu "menjual agama untuk dunia". Dia pakai agama buat cari keuntungan duniawi, bukan ikhlas karena Allah. Makanya dia diazab begitu. Doa Nabi Adam pun nggak bakal bisa nolong orang model begini.

*2. Nasihat untuk ulama/ahli ilmu*

Lanjutan teksnya dikutip dari hadits riwayat Mu’adz bin Jabal. Ada 3 fitnah/ujian buat orang berilmu:

Fitnah Penjelasan Balasan

**Cinta didengar** Lebih suka omongannya didengar orang daripada didengar Allah. Suka tampil & dipuji Celaka, karena ucapan bisa salah/tambah-kurang

**Menyimpan ilmu** Nggak suka kalau ada orang lain yang juga pintar. Takut tersaingi Derajat 1 neraka

**Marah kalau dibantah** Nggak terima kalau dikritik/diremehkan ilmunya. Anggap dirinya seperti penguasa Derajat 2 neraka

*Poin utamanya*: Diam itu selamat. Ilmu itu amanah, bukan buat cari dunia, popularitas, atau gengsi. Kalau niatnya bengkok, azabnya berat.

Teks yang dihitamkan ●●● kemungkinan kata "Allah" atau "kebenaran". Sengaja disensor di cetakan.

Semoga bermanfaat ya. Teks ini sering dibahas di kitab-kitab tasawuf & adab ulama buat ngingetin agar ikhlas dalam menuntut & mengajarkan ilmu 🙏

nasehat Imam Asy-Syafi'i

 Berkata Imam Asy-Syafi'i رحمه الله :



من تعلم القرآن عظمت قيمته ، ومن تكلم في الفقه نما قدره ، ومن كتب في الحديث قويت حجته ، ومن نظر في اللغة رق طبعه ، ومن نظر في الحساب جزل رأيه ، ومن لم يصن نفسه لم ينفعه علمه.


Siapa yang mempelajari Al-Quran akan menjadi tinggi nilainya, dan siapa yang berbicara dalam masalah fiqh akan tumbuhlah kemampuannya, dan siapa yang menulis Hadist akan menjadi kuat argumennya, dan siapa yang menekuni bahasa akan menjadi lembut tabiatnya, dan siapa yang menekuni ilmu hitung akan luas pemikirannya, dan barangsiapa yang tidak bisa menjaga nafsunya, maka ilmunya tidak akan bermanfaat. 

Wallahu a'lam

20 April 2026

wali Abdal

 Ada lima sifat khas anak-anak kecil, seandainya dimiliki oleh orang dewasa, maka mereka akan menjadi sosok luar biasa (wali Abdal):  



1. Mereka tak terlalu memusingkan soal rezeki


2. Saat sakit, mereka tak mengeluh kepada Sang Pencipta


3. Mereka makan selalu bersama 


4. Ketika berselisih, mereka cepat melupakan dan kembali bersahabat, tanpa dendam


5. Air mata mereka mudah menetes saat merasa takut

16 April 2026

Hukum menjama' shalat karena ada sebab dan tanpa sebab

 Hukum menjama' shalat karena ada sebab dan tanpa sebab apapun



Mayoritas ulama:

👉 Jamak hanya boleh karena uzur (misalnya hujan)

Sebagian ulama:

👉 Membolehkan jamak tanpa sebab, seperti:

Ibnu Mundzir

Abu Ishaq Al-Marwazi

Kelompok Ashabul Hadis


Catatan :

Keadaan normal ikuti mayoritas ulama

Keadaan tidak normal boleh ikut sebagai ulama


(ويجوز) وَلَوْ لِلْمُقِيمِ (الْجَمْعُ) بَيْنَ مَا مَرَّ وَمِنْهُ الْجُمُعَةُ بَدَلُ الظُّهْرِ (بِالْمَطَرِ) ، وَإِنْ ضَعُفَ بِشَرْطِ أَنْ يَبُلَّ الثَّوْبَ وَمِنْهُ شَفَّانِ وَهُوَ رِيحٌ بَارِدَةٌ فِيهَا مَطَرٌ خَفِيفٌ (تَقْدِيمًا) بِشُرُوطِهِ السَّابِقَةِ لِخَبَرِ الصَّحِيحَيْنِ «أَنَّهُ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - صَلَّى بِالْمَدِينَةِ سَبْعًا جَمِيعًا وَثَمَانِيًا جَمِيعًا» ، زَادَ مُسْلِمٌ مِنْ غَيْرِ خَوْفٍ وَلَا سَفَرٍ قَالَ الشَّافِعِيُّ كَمَالِكٍ - رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا - أَرَى ذَلِكَ لِعُذْرِ الْمَطَرِ وَاعْتُرِضَ بِرِوَايَتِهِ أَيْضًا مِنْ غَيْرِ خَوْفٍ وَلَا مَطَرٍ وَأُجِيبَ بِأَنَّهَا شَاذَّةٌ أَوْ وَلَا مَطَرَ كَثِيرٌ فَانْدَفَعَ أَخْذُ أَئِمَّةٍ بِظَاهِرِهَا (وَالْجَدِيدُ مَنْعُهُ تَأْخِيرًا) ؛ لِأَنَّ الْمَطَرَ قَدْ يَنْقَطِعُ فَيُؤَدِّي إلَى إخْرَاجِ الْأُولَى عَنْ وَقْتِهَا بِغَيْرِ عُذْرٍ وَفَارَقَ السَّفَرَ بِأَنَّهُ إلَيْهِ فَاشْتَرَطَ الْعَزْمَ عَلَيْهِ عِنْدَ نِيَّةِ التَّأْخِيرِ، كَذَا عَبَّرَ بِهِ بَعْضُهُمْ وَفِيهِ نَظَرٌ وَصَوَابُهُ فَاشْتُرِطَ عَدَمُ عَزْمِهِ عَلَى ضِدِّهِ عِنْدَ نِيَّةِ التَّأْخِيرِ

__________________________________

(قَوْلُهُ: قَالَ الشَّافِعِيُّ كَمَالِكٍ إلَخْ) وَيُؤَيِّدُهُ جَمْعُ ابْنِ عَبَّاسٍ وَابْنِ عُمَرَ - رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ - بِالْمَطَرِ مُغْنِي وَشَرْحُ بَافَضْلٍ (قَوْلُهُ: أَرَى) بِضَمِّ الْهَمْزَةِ وَفَتْحِهَا أَيْ أَظُنُّ أَوْ أَعْتَقِدُ قَلْيُوبِيٌّ عَلَى الْمَحَلِّيِّ اهـ كُرْدِيٌّ عَلَى بَافَضْلٍ (قَوْلُهُ: وَاعْتُرِضَ) أَيْ التَّأْوِيلُ الْمَذْكُورُ مُغْنِي (قَوْلُهُ: بِرِوَايَتِهِ) أَيْ مُسْلِمٍ

(قَوْلُهُ: بِأَنَّهَا شَاذَّةٌ) أَيْ وَالْأُولَى رِوَايَةُ الْجُمْهُورِ فَهِيَ أَوْلَى مُغْنِي.

(قَوْلُهُ: أَوْ وَلَا مَطَرَ كَثِيرٌ) عِبَارَةُ الْمُغْنِي وَبِأَنَّ الْمُرَادَ وَلَا مَطَرَ كَثِيرٌ أَوْ لَا مَطَرَ مُسْتَدَامٌ فَلَعَلَّهُ انْقَطَعَ فِي أَثْنَاءِ الثَّانِيَةِ. اهـ. زَادَ النِّهَايَةُ أَوْ أَرَادَ بِالْجَمْعِ التَّأْخِيرَ بِأَنْ أَخَّرَ الْأُولَى إلَى آخِرِ وَقْتِهَا وَأَوْقَعَ الثَّانِيَةَ فِي أَوَّلِ وَقْتِهَا. اهـ. (قَوْلُهُ: أَخَذَ أَئِمَّةُ) أَيْ كَابْنِ الْمُنْذِرِ مِنْ أَصْحَابِنَا وَأَبِي إِسْحَاقَ الْمَرْوَزِيِّ وَجَمَاعَةٍ مِنْ أَصْحَابِ الْحَدِيثِ وَ (قَوْلُهُ: بِظَاهِرِهَا) أَيْ مِنْ جَوَازِ الْجَمْعِ فِي الْحَضَرِ بِلَا سَبَبٍ كُرْدِيٌّ قَوْلُ الْمَتْنِ (وَالْجَدِيدُ مَنْعُهُ إلَخْ) أَيْ وَالْقَدِيمُ جَوَازُهُ وَنَصَّ عَلَيْهِ فِي الْإِمْلَاءِ قِيَاسًا عَلَى السَّفَرِ نِهَايَةٌ وَمُغْنِي

(قَوْلُهُ: لِأَنَّ الْمَطَرَ إلَخْ) عِبَارَةُ النِّهَايَةِ وَالْمُغْنِي؛ لِأَنَّ اسْتِدَامَةَ الْمَطَرِ لَا اخْتِيَارَ لِلْجَامِعِ فِيهَا فَقَدْ يَنْقَطِعُ إلَخْ بِخِلَافِ السَّفَرِ. اهـ. (قَوْلُهُ: عَلَيْهِ) أَيْ السَّفَرِ (قَوْلُهُ: وَفِيهِ نَظَرٌ إلَخْ) وَقَدْ يُجَابُ بِأَنَّ قَوْلَهُ عَلَيْهِ عَلَى حَذْفِ مُضَافٍ أَيْ عَلَى اسْتِمْرَارِهِ (قَوْلُهُ: عَلَى ضِدِّهِ) أَيْ ضِدِّ السَّفَرِ

[ابن حجر الهيتمي، تحفة المحتاج في شرح المنهاج وحواشي الشرواني والعبادي، ٤٠٢/٢]

15 April 2026

Hindari tujuh perkara ini

 Hindari tujuh perkara ini, niscaya tubuh dan hatimu menjadi tenang, agama serta kehormatanmu menjadi selamat:



1. Jangan bersedih atas apa yang telah luput darimu.  

2. Jangan membebani hatimu dengan kekhawatiran terhadap sesuatu yang belum terjadi.  

3. Jangan mencela orang lain atas sesuatu yang juga ada pada dirimu.  

4. Jangan menuntut balasan atas sesuatu yang belum kamu lakukan.  

5. Jangan memandang dengan syahwat terhadap sesuatu yang bukan milikmu.  

6. Jangan marah kepada orang yang tidak akan terpengaruh oleh kemarahanmu.  

7. Jangan memuji orang yang sebenarnya tahu dalam dirinya bahwa ia tidak seperti itu.

13 April 2026

KENAPA HITUNGAN HARI DIMULAI DARI MALAM

 KENAPA HITUNGAN HARI DIMULAI DARI MALAM?




Jika melihat pada jam konvensional baik analog atau digital, permulaan hari di mulai pada jam 00.00 dini hari atau malam bukan pada saat matahari terbit atau siang. Lalu kenapa harus dimulai dari malam hari? Kenapa tidak dimulai pagi hari? 


Sejauh pengamatan penulis, baik sains atau ulama sepakat bahwa hari dimulai dari malam hari. Dengan rincian, menurut sains kerena kegelapan (malam) lebih mendahului dari pada terang (siang) dalam konteks pembentukan alam semesta yang bermula dari kegelapan total (Big Bang). Sementara ulama mengatakan:


وإنما قدم الليل على النهار لأن الظلمة أقدم . قال تعالى : وآية لهم الليل نسلخ منه النهار [يس: ۳۷] وهذا أصح القولين، وقيل النور سابق الظلمة، ويبنى على هذا الخلاف فائدة وهي أن الليلة هل هي تابعة لليوم قبلها أو لليوم بعدها، فعلى القول الصحيح تكون الليلة لليوم بعدها فيكون اليوم تابعاً لها، وعلى القول الثاني تكون لليوم قبلها فتكون الليلة تابعة له فيوم عرفة على القول الأول مستثنى من الأصل فإنه تابع لليلة بعده، وعلى الثاني جاء على الأصل .


"Didahulukannya malam dari pada siang (dalam permulaan hari) kerena kegelapan lebih dahulu. Allah ﷻ berfirman: 


وَاٰيَةٌ لَّهُمُ الَّيْلُۖ نَسْلَخُ مِنْهُ النَّهَارَ فَاِذَا هُمْ مُّظْلِمُوْنَۙ 


Artinya: "Dan suatu tanda (kekuasaan Allah) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari (malam) itu, maka seketika itu mereka (berada dalam) kegelapan". (QS. Yasin: 37).


Pendapat ini adalah pendapat yang paling absah dari dua pendapat yang mengemuka. Sedangkan pendapat yang lain mengatakan: "bahwa cahaya (terang) lebih dahulu dari kegelapan". Dan berdasarkan perbedaan pendapat ini muncul sebuah faidah (pertanyaan). Yaitu apakah malam mengikuti hari sebelumnya atau mengikuti hari setelahnya? Jawabannya menurut pendapat yang sahih bahwa malam untuk hari berikutnya, artinya hari mengikuti malam. Adapu menurut pendapat yang kedua, malam itu untuk hari sebelumnya, artinya malam yang mengikuti hari. Oleh karena itu, hari Arofah menurut pendapat yang pertama merupakan sebuah pengecualian dari pakemasal. Yaitu ikut pada hari berikutnya. Sedangkan menurut pendapat yang kedua, hal tersebut memang asalnya demikian. Wallahu A'lamu


Penulis: Abdul Adzim 


Referensi:


✍️ Syaikh al-Jamal Sulaiman bin Umar al-Ujailiy asy-Syafi'i| Al-Fyuhat al-Ilahiyah bi Taudhihi Tafsir al-Jalalain Li Daqaiqi al-Khafiyah| Daru al-Kutub juz 1, halaman 194.


✍️ Syaikh Abu ath-Thayyib Shiddiq bin Hasan bin Ali al-Husaini al-Qunujiy al-Bukhariy| Fathu al-Bayan di Maqoshidi al-Qur'an| Daru al-Kutub juz 1, halaman 230.

hak anak kepada orang tua nya

 10 hak anak kepada orang tua nya


1.Memberi makan saat orang tua butuh.


2.Memberi pakaian saat orang tua butuh (jika mampu), sesuai tafsir "bergaul dengan baik" (QS. Luqman: 15) yaitu memberi makan & pakaian saat butuh.


3.Melayani/membantu saat salah satu butuh.


4.Memenuhi panggilan dan segera hadir.


5.Mentaati perintah selama bukan maksiat/ghibah.


6.Berbicara dengan lemah lembut, bukan kasar.


7.Tidak memanggil dengan namanya langsung.


8.Berjalan di belakangnya.


9.Meridhai (menyukai) untuk orang tua apa yang ia ridhai untuk dirinya, dan membenci apa yang ia benci.


10.Mendoakan ampunan setiap kali mendoakan dirinya.

11 April 2026

adab makan

 *Adab Makan*



*آدَابُ أَكْلِ الطَّعَامِ*

*Adab-Adab Makan*

*1. أَبْدَأُ بِاسْمِ اللَّهِ عِنْدَ الطَّعَامِ*

*Memulai dengan membaca "Bismillah" ketika makan*

Berdasarkan sabda Rasulullah ﷺ: "Ucapkanlah 'Bismillah', makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah yang dekat denganmu." (HR. Bukhari & Muslim)

*2. لَا آكُلُ وَأَنَا قَائِمٌ*

*Tidak makan dalam keadaan berdiri*

Karena Nabi ﷺ melarang hal tersebut.

Dari Anas radhiyallahu 'anhu, dari Nabi ﷺ bahwa beliau melarang seseorang minum sambil berdiri. Qatadah berkata, kami bertanya: "Bagaimana dengan makan?" Beliau menjawab: "Itu lebih buruk atau lebih keji." (HR. Muslim)

*3. لَا آكُلُ إِلَّا الطَّعَامَ الْحَلَالَ*

*Tidak makan kecuali makanan yang halal*

Berdasarkan firman Allah Ta'ala: "Makanlah dari rezeki yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu."

*4. آكُلُ بِيَدِي الْيُمْنَى*

*Makan dengan tangan kanan*

Berdasarkan sabda Rasulullah ﷺ: "Jika salah seorang dari kalian makan, maka makanlah dengan tangan kanannya. Dan jika minum, maka minumlah dengan tangan kanannya. Karena setan makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya." (HR. Muslim)

*5. آكُلُ مِمَّا أَمَامِي وَلَا آكُلُ مِمَّا أَمَامَ غَيْرِي*

*Makan makanan yang ada di depanku dan tidak mengambil yang ada di depan orang lain*

Berdasarkan sabda Rasulullah ﷺ: "Makanlah yang dekat denganmu." (HR. Bukhari & Muslim)

*6. إِذَا كَانَ بِجَانِبِي مَنْ يَشْتَهِي الطَّعَامَ أُعْطِيهِ مِنْهُ*

*Jika di sampingku ada orang yang menginginkan makanan, aku beri dia sebagian*

Karena ini termasuk akhlak yang baik.

*7. إِذَا كَانَ فِي الطَّعَامِ مَرَقٌ أُهْدِي لِجِيرَانِي مِنْهُ*

*Jika dalam makanan terdapat kuah, aku beri hadiah kepada tetanggaku sebagian darinya*

Berdasarkan sabda Rasulullah ﷺ: "Jika engkau memasak kuah, perbanyaklah airnya, kemudian lihatlah keluarga tetanggamu dan berilah mereka sebagian dengan cara yang baik." (HR. Muslim)

*8. إِذَا انْتَهَيْتُ مِنَ الطَّعَامِ أَحْمَدُ اللَّهَ*

*Jika selesai makan, aku memuji Allah*

Dan aku ucapkan: "Alhamdulillahilladzi ath'amana wa saqana, wa kafana wa awana, fakam mimman la kafiya lahu wa la mu'wiy." (HR. Muslim)

Artinya: Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan minum, mencukupi kami dan memberi kami tempat bernaung. Betapa banyak orang yang tidak ada yang mencukupi dan memberi tempat bernaung untuknya.

*9. إِذَا وَقَعَتْ لُقْمَةٌ مِنَ الطَّعَامِ آخُذُهَا وَأُنَظِّفُهَا وَآكُلُهَا*

*Jika ada suapan makanan yang jatuh, aku ambil, bersihkan, lalu memakannya*

Berdasarkan sabda Rasulullah ﷺ: "Jika suapan salah seorang dari kalian jatuh, hendaklah dia mengambilnya, lalu membersihkan kotoran yang menempel padanya dan memakannya. Janganlah dia membiarkannya untuk setan. Dan janganlah dia mengusap tangannya dengan sapu tangan hingga dia menjilatinya, karena dia tidak tahu di bagian makanan yang manakah terdapat keberkahan." (HR. Muslim)

*10. لَا أَذُمُّ الطَّعَامَ إِذَا لَمْ يُعْجِبْنِي*

*Tidak mencela makanan jika tidak menyukaiku*

Karena Rasulullah ﷺ tidak pernah mencela makanan sama sekali. (HR. Bukhari & Muslim)

Semoga bermanfaat ya.

penyebab rusaknya hati

 6 PENYEBAB RUSAKNYA HATI



Diriwayatkan dari Hasan Al-Bashri ra. Ia berkata:


"Sesungguhnya yg menyebabkan hati menjadi rusak itu ada 6 perkara:


1. Sengaja berbuat dosa dengan harapan dapat segera bertaubat.


2. Menuntut (mengerti) ilmu tapi tidak mau mengamalkannya.


3. ketika mengamalkannya (ilmu tersebut) ia tidak Ikhlas.


4. Mereka makan rezeki Allah, tetapi tidak mau bersyukur.


5. Tidak ridho dg apa yang telah diberikan oleh Allah.


6. Biasa menguburkan (ta'ziah) orang yang sudah meninggal dunia, tapi ia tidak mau mengambil i'tibar (pelajaran) daripadanya.

10 April 2026

penyebab belum hamil

 Dalam kitab  ibnu sina bahwa penyebab belum hamil adakalany dari wanita ada dr lelaki, dari lelaki biasanya sperma kurang kuat, dari perempuan ada 7 macam : 



1. Dlm farji ada daging yg menghalangi hamil cirinya saat hubngan skt kplanya


2. Di klaminya trdpt ma ashfar cirinya skt saat hubngan dan stlhnya.


3. Dikelaminya ada ma albarid cirinya saat hubngan skt punggungnya. 


4. Rahim (ummu awlad). terbalik cirinya saat hubngan pusar terasa sakit,


5. Dikelaminya ada rih annifas cirinya saat hubngan skt pahanya.


6. Dikelaminnya ada alburudah alamatnya saat hubungan skt.


7. Dikelamin ada albulghom crinya saat hubngan skt anggota bdnnya. wallohu a'lam bish showab

ciri orang mengenal Allah

 Sebagian ahli hikmah berkata:



Ciri (aktifitas) orang yang mengenal Allah ada enam:

1. Jika mengingat Allah, ia merasa bangga (mulia).

2. Jika mengingat dirinya, ia merasa hina.

3. Jika melihat ayat-ayat Allah, ia mengambil pelajaran.

4. Jika hendak berbuat maksiat atau mengikuti syahwat, ia menahan diri.

5. Jika mengingat ampunan Allah, ia bergembira.

6. Jika mengingat dosa-dosanya, ia beristighfar.


#Fbpro #Monetisasi #Jangkauan

09 April 2026

Ilmu haal

 Pentingnya Ilmu Hal dalam Keseharian


Banyak yang semangat menuntut ilmu, tapi sudahkah kita memprioritaskan “Ilmu Hal”? 🤔


Sebagaimana kutipan dalam Kitab Ta’limul Muta’allim: “Ilmu yang paling utama adalah Ilmu Hal (ilmu tentang kondisi yang sedang dihadapi).” Artinya, sebelum kita mendalami hal yang jauh, pastikan kita paham ilmu dasar ibadah kita (seperti Shalat), atau ilmu tentang profesi kita agar terhindar dari yang haram. 💼🕋


Semoga kita menjadi pribadi yang terus haus akan ilmu yang bermanfaat. Tag temanmu untuk saling mengingatkan! 👇


#TaLimMutaAllim #IlmuHal #NgajiYuk #UlamaNusantara #SelfReminder

07 April 2026

PERANG JAMAL

 


Sejarah lengkap terjadinya Perang Jamal berdasarkan sumber-sumber sejarah Islam klasik.


1. Pengertian Perang Jamal


Perang Jamal (Perang Unta) adalah perang saudara pertama dalam sejarah Islam yang terjadi pada tahun 36 Hijriah (656 M) di dekat kota Bashrah (Irak). Disebut Jamal (unta) karena Sayyidah 'Aisyah r.a. berada di atas seekor unta di tengah peristiwa tersebut, yang menjadi simbol pusat pasukan.


2. Latar Belakang Perang Jamal


a. Terbunuhnya Khalifah Utsman bin Affan Khalifah Utsman bin Affan r.a. dibunuh oleh pemberontak pada 35 H.


Pembunuhan ini menimbulkan gejolak besar di dunia Islam.


Banyak sahabat menuntut qishash (hukuman) terhadap para pembunuh Utsman.


b. Pengangkatan Ali bin Abi Thalib sebagai KhalifahSetelah wafatnya Utsman, mayoritas kaum Muslimin di Madinah membaiat Ali bin Abi Thalib r.a. sebagai khalifah ke-4. Namun, situasi negara sangat kacau:


Para pembunuh Utsman bercampur dengan masyarakat


Sulit segera menegakkan qishash tanpa menimbulkan kekacauan lebih besar


c. Perbedaan Pendapat tentang Penegakan Qishash


Ali r.a. berpendapat:


Qishash harus dilakukan setelah keadaan stabil


Aisyah r.a., Thalhah r.a., dan Zubair r.a. berpendapat:


Qishash harus segera ditegakkan Perlu ditekankan:


Ini adalah perbedaan ijtihad, bukan permusuhan pribadi.


3. Keberangkatan ke Bashrah


a. Tujuan Awal


Aisyah r.a. bersama Thalhah dan Zubair berangkat ke Bashrah


Tujuan:


Menggalang dukungan Menuntut penegakan hukum atas pembunuh UtsmanBukan untuk memerangi Ali


b. Sikap Khalifah Ali


Ali r.a. berangkat dari Madinah menuju Irak Tujuannya:


Mencegah perpecahan


Menyatukan umat


Menyelesaikan masalah secara damai


4. Upaya Perdamaian


Saat kedua pihak bertemu di Bashrah:


Terjadi dialog dan kesepakatan damai Ali r.a., Aisyah r.a., Thalhah r.a., dan Zubair r.a. sepakat menghindari perang Perang sebenarnya hampir tidak terjadi


5. Pecahnya Perang Jamal


a. Peran Provokator


Pada malam hari, kelompok pembunuh Utsman (yang takut dihukum) melakukan: Serangan mendadak ke kedua kubu Menyebarkan fitnah bahwa pihak lain menyerang lebih dulu


b. Kekacauan Tak Terkendali


Kedua pihak mengira diserang


Terjadi pertempuran besar tanpa komando resmi Perang pun tidak dapat dihindari6. Jalannya Perang


a. Gugurnya Sahabat Mulia


Thalhah bin Ubaidillah r.a. gugur


Zubair bin Awwam r.a. mundur dari perang setelah diingatkan Ali r.a. tentang hadis Nabi الله , namun kemudian terbunuh di perjalanan


b. Posisi Aisyah r.a.


Aisyah r.a. berada di atas unta


Pasukan terus bertempur di sekeliling unta tersebut


Ali r.a. akhirnya memerintahkan:


Unta ditumbangkan agar pertempuran berhenti


7. Akhir Perang


Perang berakhir dengan kemenangan


pasukan Ali bin Abi Thalib r.a.


Ali r.a. memperlakukan pihak lawan dengan sangat mulia:


Tidak ada tawanan


Tidak ada perampasan harta


Jenazah dimuliakan


Aisyah r.a. diperlakukan penuh hormat


Ali r.a. mengantar Aisyah r.a. kembali ke Madinah dengan pengawalan terhormat8. Dampak Perang Jamal


a. Dampak Politik


Umat Islam mengalami perpecahan serius


Membuka jalan menuju Perang Shiffin


b. Dampak Sosial dan Keagamaan Menjadi pelajaran besar tentang:


Bahaya fitnah


Dampak perbedaan ijtihad yang disalahgunakan


Semua yang terlibat adalah sahabat Nabi dan berniat baik


9. Pandangan Ahlus Sunnah


Ali r.a. berada di pihak yang lebih tepat secara ijtihad


Aisyah, Thalhah, dan Zubair tidak berdosa, karena berijtihad


Kita wajib menjaga adab kepada seluruh sahabat Nabi


10. Hikmah Perang Jamal


Fitnah lebih berbahaya daripada perang Niat baik bisa disalahgunakan oleh provokator


Persatuan umat adalah hal utama


Sahabat Nabi adalah manusia yang berijtihadSumber Sejarah Islam Klasik


Imam ath-Thabari (w. 310 H)


1. Tarikh al-Umam wa al-Muluk (Sejarah Thabari) Sumber paling lengkap, tapi perlu penyaringan ilmiah 2. Al-Bidayah wa an-Nihayah Ibnu Katsir (w. 774 H) Merangkum riwayat Thabari Menyaring sanad lemah Memberikan analisis Ahlus Sunnah


3. Ansab al-Asyraf Imam al-Baladzuri (w. 279 H) Fokus pada biografi sahabat dan tokoh Riwayat lebih ringkas dan selektif Banyak digunakan oleh sejarawan setelahnya


#perangjamal

#alibinabithalib

#khalifahrasyidin

#sejarahislam

04 April 2026

keutamaan hauqolah 100x

 Salah satu keistimewaan lafal hauqalah ini adalah apa yangdisebutkan di dalam Fawaidus Syarji, yaitu hadits riwayat IbnuAbid Dunya dengan sanad tersambung hingga Rasulullah SAWbahwa ia bersabda : 'Siapa saja yang membaca Lā haula walā quwwata illā billāhil 'aliyyil azhīmi setiap hari sebanyak 100kali, maka ia selamanya takkan ditimpa oleh kefakiran'.