16 April 2026

Hukum menjama' shalat karena ada sebab dan tanpa sebab

 Hukum menjama' shalat karena ada sebab dan tanpa sebab apapun



Mayoritas ulama:

👉 Jamak hanya boleh karena uzur (misalnya hujan)

Sebagian ulama:

👉 Membolehkan jamak tanpa sebab, seperti:

Ibnu Mundzir

Abu Ishaq Al-Marwazi

Kelompok Ashabul Hadis


Catatan :

Keadaan normal ikuti mayoritas ulama

Keadaan tidak normal boleh ikut sebagai ulama


(ويجوز) وَلَوْ لِلْمُقِيمِ (الْجَمْعُ) بَيْنَ مَا مَرَّ وَمِنْهُ الْجُمُعَةُ بَدَلُ الظُّهْرِ (بِالْمَطَرِ) ، وَإِنْ ضَعُفَ بِشَرْطِ أَنْ يَبُلَّ الثَّوْبَ وَمِنْهُ شَفَّانِ وَهُوَ رِيحٌ بَارِدَةٌ فِيهَا مَطَرٌ خَفِيفٌ (تَقْدِيمًا) بِشُرُوطِهِ السَّابِقَةِ لِخَبَرِ الصَّحِيحَيْنِ «أَنَّهُ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - صَلَّى بِالْمَدِينَةِ سَبْعًا جَمِيعًا وَثَمَانِيًا جَمِيعًا» ، زَادَ مُسْلِمٌ مِنْ غَيْرِ خَوْفٍ وَلَا سَفَرٍ قَالَ الشَّافِعِيُّ كَمَالِكٍ - رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا - أَرَى ذَلِكَ لِعُذْرِ الْمَطَرِ وَاعْتُرِضَ بِرِوَايَتِهِ أَيْضًا مِنْ غَيْرِ خَوْفٍ وَلَا مَطَرٍ وَأُجِيبَ بِأَنَّهَا شَاذَّةٌ أَوْ وَلَا مَطَرَ كَثِيرٌ فَانْدَفَعَ أَخْذُ أَئِمَّةٍ بِظَاهِرِهَا (وَالْجَدِيدُ مَنْعُهُ تَأْخِيرًا) ؛ لِأَنَّ الْمَطَرَ قَدْ يَنْقَطِعُ فَيُؤَدِّي إلَى إخْرَاجِ الْأُولَى عَنْ وَقْتِهَا بِغَيْرِ عُذْرٍ وَفَارَقَ السَّفَرَ بِأَنَّهُ إلَيْهِ فَاشْتَرَطَ الْعَزْمَ عَلَيْهِ عِنْدَ نِيَّةِ التَّأْخِيرِ، كَذَا عَبَّرَ بِهِ بَعْضُهُمْ وَفِيهِ نَظَرٌ وَصَوَابُهُ فَاشْتُرِطَ عَدَمُ عَزْمِهِ عَلَى ضِدِّهِ عِنْدَ نِيَّةِ التَّأْخِيرِ

__________________________________

(قَوْلُهُ: قَالَ الشَّافِعِيُّ كَمَالِكٍ إلَخْ) وَيُؤَيِّدُهُ جَمْعُ ابْنِ عَبَّاسٍ وَابْنِ عُمَرَ - رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ - بِالْمَطَرِ مُغْنِي وَشَرْحُ بَافَضْلٍ (قَوْلُهُ: أَرَى) بِضَمِّ الْهَمْزَةِ وَفَتْحِهَا أَيْ أَظُنُّ أَوْ أَعْتَقِدُ قَلْيُوبِيٌّ عَلَى الْمَحَلِّيِّ اهـ كُرْدِيٌّ عَلَى بَافَضْلٍ (قَوْلُهُ: وَاعْتُرِضَ) أَيْ التَّأْوِيلُ الْمَذْكُورُ مُغْنِي (قَوْلُهُ: بِرِوَايَتِهِ) أَيْ مُسْلِمٍ

(قَوْلُهُ: بِأَنَّهَا شَاذَّةٌ) أَيْ وَالْأُولَى رِوَايَةُ الْجُمْهُورِ فَهِيَ أَوْلَى مُغْنِي.

(قَوْلُهُ: أَوْ وَلَا مَطَرَ كَثِيرٌ) عِبَارَةُ الْمُغْنِي وَبِأَنَّ الْمُرَادَ وَلَا مَطَرَ كَثِيرٌ أَوْ لَا مَطَرَ مُسْتَدَامٌ فَلَعَلَّهُ انْقَطَعَ فِي أَثْنَاءِ الثَّانِيَةِ. اهـ. زَادَ النِّهَايَةُ أَوْ أَرَادَ بِالْجَمْعِ التَّأْخِيرَ بِأَنْ أَخَّرَ الْأُولَى إلَى آخِرِ وَقْتِهَا وَأَوْقَعَ الثَّانِيَةَ فِي أَوَّلِ وَقْتِهَا. اهـ. (قَوْلُهُ: أَخَذَ أَئِمَّةُ) أَيْ كَابْنِ الْمُنْذِرِ مِنْ أَصْحَابِنَا وَأَبِي إِسْحَاقَ الْمَرْوَزِيِّ وَجَمَاعَةٍ مِنْ أَصْحَابِ الْحَدِيثِ وَ (قَوْلُهُ: بِظَاهِرِهَا) أَيْ مِنْ جَوَازِ الْجَمْعِ فِي الْحَضَرِ بِلَا سَبَبٍ كُرْدِيٌّ قَوْلُ الْمَتْنِ (وَالْجَدِيدُ مَنْعُهُ إلَخْ) أَيْ وَالْقَدِيمُ جَوَازُهُ وَنَصَّ عَلَيْهِ فِي الْإِمْلَاءِ قِيَاسًا عَلَى السَّفَرِ نِهَايَةٌ وَمُغْنِي

(قَوْلُهُ: لِأَنَّ الْمَطَرَ إلَخْ) عِبَارَةُ النِّهَايَةِ وَالْمُغْنِي؛ لِأَنَّ اسْتِدَامَةَ الْمَطَرِ لَا اخْتِيَارَ لِلْجَامِعِ فِيهَا فَقَدْ يَنْقَطِعُ إلَخْ بِخِلَافِ السَّفَرِ. اهـ. (قَوْلُهُ: عَلَيْهِ) أَيْ السَّفَرِ (قَوْلُهُ: وَفِيهِ نَظَرٌ إلَخْ) وَقَدْ يُجَابُ بِأَنَّ قَوْلَهُ عَلَيْهِ عَلَى حَذْفِ مُضَافٍ أَيْ عَلَى اسْتِمْرَارِهِ (قَوْلُهُ: عَلَى ضِدِّهِ) أَيْ ضِدِّ السَّفَرِ

[ابن حجر الهيتمي، تحفة المحتاج في شرح المنهاج وحواشي الشرواني والعبادي، ٤٠٢/٢]

15 April 2026

Hindari tujuh perkara ini

 Hindari tujuh perkara ini, niscaya tubuh dan hatimu menjadi tenang, agama serta kehormatanmu menjadi selamat:



1. Jangan bersedih atas apa yang telah luput darimu.  

2. Jangan membebani hatimu dengan kekhawatiran terhadap sesuatu yang belum terjadi.  

3. Jangan mencela orang lain atas sesuatu yang juga ada pada dirimu.  

4. Jangan menuntut balasan atas sesuatu yang belum kamu lakukan.  

5. Jangan memandang dengan syahwat terhadap sesuatu yang bukan milikmu.  

6. Jangan marah kepada orang yang tidak akan terpengaruh oleh kemarahanmu.  

7. Jangan memuji orang yang sebenarnya tahu dalam dirinya bahwa ia tidak seperti itu.

13 April 2026

KENAPA HITUNGAN HARI DIMULAI DARI MALAM

 KENAPA HITUNGAN HARI DIMULAI DARI MALAM?




Jika melihat pada jam konvensional baik analog atau digital, permulaan hari di mulai pada jam 00.00 dini hari atau malam bukan pada saat matahari terbit atau siang. Lalu kenapa harus dimulai dari malam hari? Kenapa tidak dimulai pagi hari? 


Sejauh pengamatan penulis, baik sains atau ulama sepakat bahwa hari dimulai dari malam hari. Dengan rincian, menurut sains kerena kegelapan (malam) lebih mendahului dari pada terang (siang) dalam konteks pembentukan alam semesta yang bermula dari kegelapan total (Big Bang). Sementara ulama mengatakan:


وإنما قدم الليل على النهار لأن الظلمة أقدم . قال تعالى : وآية لهم الليل نسلخ منه النهار [يس: ۳۷] وهذا أصح القولين، وقيل النور سابق الظلمة، ويبنى على هذا الخلاف فائدة وهي أن الليلة هل هي تابعة لليوم قبلها أو لليوم بعدها، فعلى القول الصحيح تكون الليلة لليوم بعدها فيكون اليوم تابعاً لها، وعلى القول الثاني تكون لليوم قبلها فتكون الليلة تابعة له فيوم عرفة على القول الأول مستثنى من الأصل فإنه تابع لليلة بعده، وعلى الثاني جاء على الأصل .


"Didahulukannya malam dari pada siang (dalam permulaan hari) kerena kegelapan lebih dahulu. Allah ﷻ berfirman: 


وَاٰيَةٌ لَّهُمُ الَّيْلُۖ نَسْلَخُ مِنْهُ النَّهَارَ فَاِذَا هُمْ مُّظْلِمُوْنَۙ 


Artinya: "Dan suatu tanda (kekuasaan Allah) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari (malam) itu, maka seketika itu mereka (berada dalam) kegelapan". (QS. Yasin: 37).


Pendapat ini adalah pendapat yang paling absah dari dua pendapat yang mengemuka. Sedangkan pendapat yang lain mengatakan: "bahwa cahaya (terang) lebih dahulu dari kegelapan". Dan berdasarkan perbedaan pendapat ini muncul sebuah faidah (pertanyaan). Yaitu apakah malam mengikuti hari sebelumnya atau mengikuti hari setelahnya? Jawabannya menurut pendapat yang sahih bahwa malam untuk hari berikutnya, artinya hari mengikuti malam. Adapu menurut pendapat yang kedua, malam itu untuk hari sebelumnya, artinya malam yang mengikuti hari. Oleh karena itu, hari Arofah menurut pendapat yang pertama merupakan sebuah pengecualian dari pakemasal. Yaitu ikut pada hari berikutnya. Sedangkan menurut pendapat yang kedua, hal tersebut memang asalnya demikian. Wallahu A'lamu


Penulis: Abdul Adzim 


Referensi:


✍️ Syaikh al-Jamal Sulaiman bin Umar al-Ujailiy asy-Syafi'i| Al-Fyuhat al-Ilahiyah bi Taudhihi Tafsir al-Jalalain Li Daqaiqi al-Khafiyah| Daru al-Kutub juz 1, halaman 194.


✍️ Syaikh Abu ath-Thayyib Shiddiq bin Hasan bin Ali al-Husaini al-Qunujiy al-Bukhariy| Fathu al-Bayan di Maqoshidi al-Qur'an| Daru al-Kutub juz 1, halaman 230.

hak anak kepada orang tua nya

 10 hak anak kepada orang tua nya


1.Memberi makan saat orang tua butuh.


2.Memberi pakaian saat orang tua butuh (jika mampu), sesuai tafsir "bergaul dengan baik" (QS. Luqman: 15) yaitu memberi makan & pakaian saat butuh.


3.Melayani/membantu saat salah satu butuh.


4.Memenuhi panggilan dan segera hadir.


5.Mentaati perintah selama bukan maksiat/ghibah.


6.Berbicara dengan lemah lembut, bukan kasar.


7.Tidak memanggil dengan namanya langsung.


8.Berjalan di belakangnya.


9.Meridhai (menyukai) untuk orang tua apa yang ia ridhai untuk dirinya, dan membenci apa yang ia benci.


10.Mendoakan ampunan setiap kali mendoakan dirinya.

11 April 2026

adab makan

 *Adab Makan*



*آدَابُ أَكْلِ الطَّعَامِ*

*Adab-Adab Makan*

*1. أَبْدَأُ بِاسْمِ اللَّهِ عِنْدَ الطَّعَامِ*

*Memulai dengan membaca "Bismillah" ketika makan*

Berdasarkan sabda Rasulullah ﷺ: "Ucapkanlah 'Bismillah', makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah yang dekat denganmu." (HR. Bukhari & Muslim)

*2. لَا آكُلُ وَأَنَا قَائِمٌ*

*Tidak makan dalam keadaan berdiri*

Karena Nabi ﷺ melarang hal tersebut.

Dari Anas radhiyallahu 'anhu, dari Nabi ﷺ bahwa beliau melarang seseorang minum sambil berdiri. Qatadah berkata, kami bertanya: "Bagaimana dengan makan?" Beliau menjawab: "Itu lebih buruk atau lebih keji." (HR. Muslim)

*3. لَا آكُلُ إِلَّا الطَّعَامَ الْحَلَالَ*

*Tidak makan kecuali makanan yang halal*

Berdasarkan firman Allah Ta'ala: "Makanlah dari rezeki yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu."

*4. آكُلُ بِيَدِي الْيُمْنَى*

*Makan dengan tangan kanan*

Berdasarkan sabda Rasulullah ﷺ: "Jika salah seorang dari kalian makan, maka makanlah dengan tangan kanannya. Dan jika minum, maka minumlah dengan tangan kanannya. Karena setan makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya." (HR. Muslim)

*5. آكُلُ مِمَّا أَمَامِي وَلَا آكُلُ مِمَّا أَمَامَ غَيْرِي*

*Makan makanan yang ada di depanku dan tidak mengambil yang ada di depan orang lain*

Berdasarkan sabda Rasulullah ﷺ: "Makanlah yang dekat denganmu." (HR. Bukhari & Muslim)

*6. إِذَا كَانَ بِجَانِبِي مَنْ يَشْتَهِي الطَّعَامَ أُعْطِيهِ مِنْهُ*

*Jika di sampingku ada orang yang menginginkan makanan, aku beri dia sebagian*

Karena ini termasuk akhlak yang baik.

*7. إِذَا كَانَ فِي الطَّعَامِ مَرَقٌ أُهْدِي لِجِيرَانِي مِنْهُ*

*Jika dalam makanan terdapat kuah, aku beri hadiah kepada tetanggaku sebagian darinya*

Berdasarkan sabda Rasulullah ﷺ: "Jika engkau memasak kuah, perbanyaklah airnya, kemudian lihatlah keluarga tetanggamu dan berilah mereka sebagian dengan cara yang baik." (HR. Muslim)

*8. إِذَا انْتَهَيْتُ مِنَ الطَّعَامِ أَحْمَدُ اللَّهَ*

*Jika selesai makan, aku memuji Allah*

Dan aku ucapkan: "Alhamdulillahilladzi ath'amana wa saqana, wa kafana wa awana, fakam mimman la kafiya lahu wa la mu'wiy." (HR. Muslim)

Artinya: Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan minum, mencukupi kami dan memberi kami tempat bernaung. Betapa banyak orang yang tidak ada yang mencukupi dan memberi tempat bernaung untuknya.

*9. إِذَا وَقَعَتْ لُقْمَةٌ مِنَ الطَّعَامِ آخُذُهَا وَأُنَظِّفُهَا وَآكُلُهَا*

*Jika ada suapan makanan yang jatuh, aku ambil, bersihkan, lalu memakannya*

Berdasarkan sabda Rasulullah ﷺ: "Jika suapan salah seorang dari kalian jatuh, hendaklah dia mengambilnya, lalu membersihkan kotoran yang menempel padanya dan memakannya. Janganlah dia membiarkannya untuk setan. Dan janganlah dia mengusap tangannya dengan sapu tangan hingga dia menjilatinya, karena dia tidak tahu di bagian makanan yang manakah terdapat keberkahan." (HR. Muslim)

*10. لَا أَذُمُّ الطَّعَامَ إِذَا لَمْ يُعْجِبْنِي*

*Tidak mencela makanan jika tidak menyukaiku*

Karena Rasulullah ﷺ tidak pernah mencela makanan sama sekali. (HR. Bukhari & Muslim)

Semoga bermanfaat ya.

penyebab rusaknya hati

 6 PENYEBAB RUSAKNYA HATI



Diriwayatkan dari Hasan Al-Bashri ra. Ia berkata:


"Sesungguhnya yg menyebabkan hati menjadi rusak itu ada 6 perkara:


1. Sengaja berbuat dosa dengan harapan dapat segera bertaubat.


2. Menuntut (mengerti) ilmu tapi tidak mau mengamalkannya.


3. ketika mengamalkannya (ilmu tersebut) ia tidak Ikhlas.


4. Mereka makan rezeki Allah, tetapi tidak mau bersyukur.


5. Tidak ridho dg apa yang telah diberikan oleh Allah.


6. Biasa menguburkan (ta'ziah) orang yang sudah meninggal dunia, tapi ia tidak mau mengambil i'tibar (pelajaran) daripadanya.

10 April 2026

penyebab belum hamil

 Dalam kitab  ibnu sina bahwa penyebab belum hamil adakalany dari wanita ada dr lelaki, dari lelaki biasanya sperma kurang kuat, dari perempuan ada 7 macam : 



1. Dlm farji ada daging yg menghalangi hamil cirinya saat hubngan skt kplanya


2. Di klaminya trdpt ma ashfar cirinya skt saat hubngan dan stlhnya.


3. Dikelaminya ada ma albarid cirinya saat hubngan skt punggungnya. 


4. Rahim (ummu awlad). terbalik cirinya saat hubngan pusar terasa sakit,


5. Dikelaminya ada rih annifas cirinya saat hubngan skt pahanya.


6. Dikelaminnya ada alburudah alamatnya saat hubungan skt.


7. Dikelamin ada albulghom crinya saat hubngan skt anggota bdnnya. wallohu a'lam bish showab

ciri orang mengenal Allah

 Sebagian ahli hikmah berkata:



Ciri (aktifitas) orang yang mengenal Allah ada enam:

1. Jika mengingat Allah, ia merasa bangga (mulia).

2. Jika mengingat dirinya, ia merasa hina.

3. Jika melihat ayat-ayat Allah, ia mengambil pelajaran.

4. Jika hendak berbuat maksiat atau mengikuti syahwat, ia menahan diri.

5. Jika mengingat ampunan Allah, ia bergembira.

6. Jika mengingat dosa-dosanya, ia beristighfar.


#Fbpro #Monetisasi #Jangkauan

09 April 2026

Ilmu haal

 Pentingnya Ilmu Hal dalam Keseharian


Banyak yang semangat menuntut ilmu, tapi sudahkah kita memprioritaskan “Ilmu Hal”? 🤔


Sebagaimana kutipan dalam Kitab Ta’limul Muta’allim: “Ilmu yang paling utama adalah Ilmu Hal (ilmu tentang kondisi yang sedang dihadapi).” Artinya, sebelum kita mendalami hal yang jauh, pastikan kita paham ilmu dasar ibadah kita (seperti Shalat), atau ilmu tentang profesi kita agar terhindar dari yang haram. 💼🕋


Semoga kita menjadi pribadi yang terus haus akan ilmu yang bermanfaat. Tag temanmu untuk saling mengingatkan! 👇


#TaLimMutaAllim #IlmuHal #NgajiYuk #UlamaNusantara #SelfReminder

07 April 2026

PERANG JAMAL

 


Sejarah lengkap terjadinya Perang Jamal berdasarkan sumber-sumber sejarah Islam klasik.


1. Pengertian Perang Jamal


Perang Jamal (Perang Unta) adalah perang saudara pertama dalam sejarah Islam yang terjadi pada tahun 36 Hijriah (656 M) di dekat kota Bashrah (Irak). Disebut Jamal (unta) karena Sayyidah 'Aisyah r.a. berada di atas seekor unta di tengah peristiwa tersebut, yang menjadi simbol pusat pasukan.


2. Latar Belakang Perang Jamal


a. Terbunuhnya Khalifah Utsman bin Affan Khalifah Utsman bin Affan r.a. dibunuh oleh pemberontak pada 35 H.


Pembunuhan ini menimbulkan gejolak besar di dunia Islam.


Banyak sahabat menuntut qishash (hukuman) terhadap para pembunuh Utsman.


b. Pengangkatan Ali bin Abi Thalib sebagai KhalifahSetelah wafatnya Utsman, mayoritas kaum Muslimin di Madinah membaiat Ali bin Abi Thalib r.a. sebagai khalifah ke-4. Namun, situasi negara sangat kacau:


Para pembunuh Utsman bercampur dengan masyarakat


Sulit segera menegakkan qishash tanpa menimbulkan kekacauan lebih besar


c. Perbedaan Pendapat tentang Penegakan Qishash


Ali r.a. berpendapat:


Qishash harus dilakukan setelah keadaan stabil


Aisyah r.a., Thalhah r.a., dan Zubair r.a. berpendapat:


Qishash harus segera ditegakkan Perlu ditekankan:


Ini adalah perbedaan ijtihad, bukan permusuhan pribadi.


3. Keberangkatan ke Bashrah


a. Tujuan Awal


Aisyah r.a. bersama Thalhah dan Zubair berangkat ke Bashrah


Tujuan:


Menggalang dukungan Menuntut penegakan hukum atas pembunuh UtsmanBukan untuk memerangi Ali


b. Sikap Khalifah Ali


Ali r.a. berangkat dari Madinah menuju Irak Tujuannya:


Mencegah perpecahan


Menyatukan umat


Menyelesaikan masalah secara damai


4. Upaya Perdamaian


Saat kedua pihak bertemu di Bashrah:


Terjadi dialog dan kesepakatan damai Ali r.a., Aisyah r.a., Thalhah r.a., dan Zubair r.a. sepakat menghindari perang Perang sebenarnya hampir tidak terjadi


5. Pecahnya Perang Jamal


a. Peran Provokator


Pada malam hari, kelompok pembunuh Utsman (yang takut dihukum) melakukan: Serangan mendadak ke kedua kubu Menyebarkan fitnah bahwa pihak lain menyerang lebih dulu


b. Kekacauan Tak Terkendali


Kedua pihak mengira diserang


Terjadi pertempuran besar tanpa komando resmi Perang pun tidak dapat dihindari6. Jalannya Perang


a. Gugurnya Sahabat Mulia


Thalhah bin Ubaidillah r.a. gugur


Zubair bin Awwam r.a. mundur dari perang setelah diingatkan Ali r.a. tentang hadis Nabi الله , namun kemudian terbunuh di perjalanan


b. Posisi Aisyah r.a.


Aisyah r.a. berada di atas unta


Pasukan terus bertempur di sekeliling unta tersebut


Ali r.a. akhirnya memerintahkan:


Unta ditumbangkan agar pertempuran berhenti


7. Akhir Perang


Perang berakhir dengan kemenangan


pasukan Ali bin Abi Thalib r.a.


Ali r.a. memperlakukan pihak lawan dengan sangat mulia:


Tidak ada tawanan


Tidak ada perampasan harta


Jenazah dimuliakan


Aisyah r.a. diperlakukan penuh hormat


Ali r.a. mengantar Aisyah r.a. kembali ke Madinah dengan pengawalan terhormat8. Dampak Perang Jamal


a. Dampak Politik


Umat Islam mengalami perpecahan serius


Membuka jalan menuju Perang Shiffin


b. Dampak Sosial dan Keagamaan Menjadi pelajaran besar tentang:


Bahaya fitnah


Dampak perbedaan ijtihad yang disalahgunakan


Semua yang terlibat adalah sahabat Nabi dan berniat baik


9. Pandangan Ahlus Sunnah


Ali r.a. berada di pihak yang lebih tepat secara ijtihad


Aisyah, Thalhah, dan Zubair tidak berdosa, karena berijtihad


Kita wajib menjaga adab kepada seluruh sahabat Nabi


10. Hikmah Perang Jamal


Fitnah lebih berbahaya daripada perang Niat baik bisa disalahgunakan oleh provokator


Persatuan umat adalah hal utama


Sahabat Nabi adalah manusia yang berijtihadSumber Sejarah Islam Klasik


Imam ath-Thabari (w. 310 H)


1. Tarikh al-Umam wa al-Muluk (Sejarah Thabari) Sumber paling lengkap, tapi perlu penyaringan ilmiah 2. Al-Bidayah wa an-Nihayah Ibnu Katsir (w. 774 H) Merangkum riwayat Thabari Menyaring sanad lemah Memberikan analisis Ahlus Sunnah


3. Ansab al-Asyraf Imam al-Baladzuri (w. 279 H) Fokus pada biografi sahabat dan tokoh Riwayat lebih ringkas dan selektif Banyak digunakan oleh sejarawan setelahnya


#perangjamal

#alibinabithalib

#khalifahrasyidin

#sejarahislam

04 April 2026

keutamaan hauqolah 100x

 Salah satu keistimewaan lafal hauqalah ini adalah apa yangdisebutkan di dalam Fawaidus Syarji, yaitu hadits riwayat IbnuAbid Dunya dengan sanad tersambung hingga Rasulullah SAWbahwa ia bersabda : 'Siapa saja yang membaca Lā haula walā quwwata illā billāhil 'aliyyil azhīmi setiap hari sebanyak 100kali, maka ia selamanya takkan ditimpa oleh kefakiran'.



PENTINGNYA MENGIKUTI KEPADA SALAH SATU DARI EMPAT MAZHAB BUKAN YANG LAIN

 PENTINGNYA MENGIKUTI KEPADA SALAH SATU DARI EMPAT MAZHAB BUKAN YANG LAIN 



Semua imam mazhab yang empat berada di atas kebenaran, dan wajib mengikuti kepada salah satu dari mereka. Barang siapa mengikuti salah satu dari mereka, maka ia telah gugur dari tanggungan kewajiban. Seorang muqallid (pengikut) harus meyakini bahwa mazhab yang diikutinya lebih kuat atau setara. Dan tidak boleh mengikuti selain mereka dalam hal fatwa maupun peradilan.


Ibnu Hajar berkata: "Tidak boleh mengamalkan pendapat yang lemah dalam suatu mazhab. Dan tidak diperbolehkan melakukan talfiq (mencampur pendapat) dalam satu masalah, seperti seseorang mengikuti Imam Malik dalam hal sucinya anjing dan mengikuti Imam Syafi‘i dalam mengusap sebagian kepala dalam satu shalat.” Adapun dalam satu masalah secara utuh dengan seluruh pertimbangannya, maka hal itu diperbolehkan, meskipun setelah dikerjakan. Seperti seseorang melakukan ibadah yang sah menurut sebagian imam namun tidak sah menurut yang lain, maka ia boleh mengikuti imam tersebut dalam hal itu sehingga tidak wajib mengqadha (mengulang) ibadahnya.(I'anat al Talibin Hlm 17 Juz 1) 


(تنبيه) كل من الأئمة الأربعة على الصواب ويجب تقليد واحد منهم، ومن قلد واحدا منهم خرج عن عهدة التكليف، وعلى المقلد اعتقاد أرجحية مذهبه أو مساواته، ولا يجوز تقليد غيرهم في إفتاء أو قضاء.قال ابن حجر، ولا يجوز العمل بالضعيف بالمذهب، ويمتنع التلفيق في مسألة، كأن قلد مالكا في طهارة الكلب والشافعي في مسح بعض الرأس في صلاة واحدة، وأما في مسألة بتمامها بجميع معتبراتها فيجوز، ولو بعد العمل، كأن أدى عبادته صحيحة عند بعض الأئمة دون غيره، فله تقليده فيها حتى لا يلزمه قضاؤها.(إعانة الطالبين صـ١٧جـ١)

Keunikan Huruf Jer

 KEUNIKAN H U R U F J E R



bahkan bisa untuk pengasihan 


wa jur kasron : hindari perpecahan !


sekilas huruf huruf ini (Min, Ila, An,Ala Fi,Bi,li),

kelihatannya bab yg paling mudah di ilmu nahu tapi ternyata sulit dalam mempraktikannya karena huruf- huruf ini fleksibel dan sangat mempengaruhi makna kata sebelumnya 

contoh :

من الله، والى الله، ،وعلى الله وفي الله، وبالله، ولله 

منه، واليه، وعليه،و فيه، وبه، وله

contoh lagi :

اللهم اجعل القران حجة لنا ولا حجة علينا / واجعله لي حجة يا رب العلمين


Ya Allah jadikanlah Al Quran pengacara/pembela bagi kita dan jangan jadikan jaksa penuntut atas kita 

perhatikan perbedaan yg sangat mencolok bahkan berlawanan dari semula bermakna pembela menjadi penuntut dengan kata yg sama yaitu Hujjah tapi dengan huruf jer yg berbeda antara Lam dan Ala 


contoh lagi yg masyhur 

antara Huruf An dan Fi ketika di sandingkan dengan kata رغب 

رغب عن.....

رغب فى .......

dengan kata yg sama yaitu Roghiba tapi bisa mempunyai arti yg berlawanan yaitu 

 pertama mempunyai arti benci ketika di sandingkan dg An, 

dam mempunyai arti suka /cinta ketika di sandingkan dg Fi


Wallahu a'lam Bisshowab

lihat fhoto untuk melihat sisi lain dari ilmu Nahwu

30 Maret 2026

membaca robbigfirli setelah fatihah imam



 ( فائدة ) قال الشريف العلامة طاهر بن حسين : لا يطلب من المأموم عند فراغ إمامه من الفاتحة قول رب اغفر لي ، وإنما يطلب منه التأمين فقط ، وقول ربي اغفر لي مطلوب من القارىء فقط في السكتة بين آخر الفاتحة وآمين اهـ.


( FAIDAH )

Syarif al-Allamah Thahir bin Husain berkata : Makmum tidak dianjurkan membaca:

"RABBIGHFIRLI" ketika imamnya usai membaca Al-Fatihah, makmum hanya dianjurkan membaca "AAMIIN" saja. Ucapan atau bacaan RABBIGHFIRLI hanya dianjurkan bagi orang yang membaca (surat Al-Fatihah) pada saktah antara akhir surat Fatihah dan AMIN.


📚 Bughyatul Mustarsyidin, Hal:45

29 Maret 2026

dalamnya makna alquran



 Kata kasabat & iktasabat pada Qs. Al-Baqarah: 286 sama-sama diterjemahkan "yang diusahakannya". Namun makna sebenarnya kedua kata ini memiliki makna yang berbeda yang tidak mampu diterjemahkan dalam kosa kata bahasa Indonesia. Bukti bahwa terjemahan tidak mampu mewakili dalamnya makna bahasa asli Al-Quran, dan alasan kenapa Al-Quran harus berbahasa aslinya (Arab). Wujud dari keindahan dan keajaiban bahasa Al-Quran.


📌untuk memahami ini ada kaidah yang harus diingat bahwa: ziyadatul mabna tadullu 'ala ziyadatil ma'na,  (Bertambahnya struktur bangunan sebuah kata pasti menunjukkan bertambahnya porsi makna.) Salah satu makna dari penambahan huruf pada sebuah kata kerja dasar yang aslinya hanya tiga huruf (الثلاثي المجرد) menjadi lebih panjang adalah takalluf (التكلف). Secara sederhana, takalluf bermakna memaksakan diri, memikul beban, terasa berat, dan susah.


Lihat detail ayat ini:


لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ

"Baginya pahala atas kebaikan yang diusahakannya (kasaba), dan atasnya siksa dari keburukan yang diusahakannya (iktasaba)." (QS. Al-Baqarah [2]: 286).


Kata kasabat & iktasabat pada Qs. Al-Baqarah: 286 sama-sama diterjemahkan "yang diusahakannya". Namun makna sebenarnya kedua kata ini memiliki makna yang berbeda!


👉 Kata kasabat (كَسَبَتْ) menggunakan pola Fa'ala (kata yang tersusun dari 3 huruf): Pola kata yang konteks sifatnya ringan untuk diucapkan maupun dilakukan.


👉 Kata iktasabat (اكْتَسَبَتْ) menggunakan pola Ifta'ala (kata yang ketambahan huruf): Pola kata yang konteks sifatnya berat, memaksa, sulit, dan menyusahkan (takalluf).


Sehingga walaupun kata kasabat & iktasabat pada ayat ini sama-sama diterjemahkan "yang diusahakannya". Namun untuk kata kasabat (كَسَبَتْ) konteksnya usaha perbuatan baik digambarkan dengan nuansa ringan menggunakan pola kata fa'ala. Dan untuk kata iktasabat (اكْتَسَبَتْ) maka usaha perbuatan buruk digambarkan dengan nuansa berat menggunakan pola kata ifta'ala.


Nah, jiika akar katanya sama (keduanya dari akar kata:  كسب), kenapa usaha kebaikan digambarkan ringan. Namun usaha keburukan digambarkan dengan nuansa berat? Inilah keindahan cara Al-Quran berkomunikasi. 👇


Para ulama tafsir menjelaskan bahwa pada dasarnya, kebaikan itu sangat selaras dengan fitrah penciptaan manusia. Melakukan kebaikan itu alami, ringan, dan menenangkan jiwa tanpa perlu ada pergolakan batin. Sedangkan keburukan itu bertentangan dengan desain asli hati nurani kita. Untuk berbuat jahat, seseorang harus bersusah payah melawan nuraninya sendiri, memikirkan siasat, hingga menepis bisikan kebaikan. Ada beban mental dan takalluf di sana. Walaupun kedua kata ini memiliki terjemah yang sama, namun contoh ini membuktikan bagaimana terjemahan tidak mampu mewakili kedalaman makna dari teks aslinya.


Pengen mendalami keindahan dan keajaiban bahasa Al-Quran lainnya? download ebook 500an halamannya disini


https://lynk.id/zulfanafdhilla/330kjl1lqgr3

https://lynk.id/zulfanafdhilla/330kjl1lqgr3


Ditulis berdasarkan video youtube & tulisan karya Dr. Fadhil Shalih As-Samarra`i. Pakar ilmu bahasa Arab yang mempopulerkan Tafsir Bayaniyah terhadap bahasa Al-Quran sebagai bentuk 'ijaz lughawi Al-Quran (mujizat bahasa Al-Quran).


[Jika linknya gabisa dibuka, copy linknya dan paste ke browser/chrome]

27 Maret 2026

puasa syawal 6 hari

 disunahkan puasa 6 hari dibulan syawal



26 Maret 2026

10 hal yang termasuk kurang adab

 10 hal yang termasuk kurang adab 



Diriwayatkan dari Sufyan Ats-Tsauri, beliau berkata: "Sepuluh hal termasuk dalam kekasaran (kurang adab) (Al-Jafa'):

1. Laki-laki atau perempuan yang berdoa untuk dirinya sendiri, tetapi tidak mendoakan kedua orang tuanya dan orang-orang beriman.


2. Orang yang membaca Al-Qur'an, tetapi tidak membaca 100 ayat setiap harinya.


3.Orang yang masuk masjid lalu keluar tanpa salat dua rakaat.


4. Orang yang melewati pekuburan tanpa mengucapkan salam dan mendoakan mereka.


5. Orang yang masuk suatu kota pada hari Jumat, kemudian keluar tanpa mendirikan salat Jumat.


6. Laki-laki atau perempuan yang di lingkungannya kedatangan seorang alim (ulama), namun tidak ada satupun yang mendatangi-nya untuk belajar ilmu.


7.Dua orang yang berteman dalam perjalanan, namun salah satu dari mereka tidak bertanya tentang nama temannya.


8.Orang yang diundang ke sebuah jamuan, namun tidak mendatangi undangan tersebut.


9. Pemuda yang menyia-nyiakan masa mudanya dalam keadaan kosong tanpa menuntut ilmu dan adab.

10. Orang yang kenyang sementara tetangganya lapar, dan dia tidak memberikan sedikitpun dari makanannya."

22 Maret 2026

silaturahim



 "Ketahuilah bahwa dalam menyambung tali silaturahmi (persaudaraan/kekeluargaan) terdapat sepuluh keutamaan (perkara) yang terpuji: 

Pertama: Mendapat keridaan Allah Ta'ala, karena Dia memerintahkan untuk menyambung tali silaturahmi.

Kedua: Memasukkan rasa bahagia (menyenangkan) hati mereka (kaum kerabat). Telah diriwayatkan dalam sebuah kabar (hadis) bahwasanya amal yang paling utama adalah memasukkan rasa bahagia kepada orang mukmin.

Ketiga: Membuat malaikat bahagia, karena mereka (malaikat) senang dengan adanya silaturahmi.

Keempat: Mendapatkan pujian yang baik dari kaum muslimin.

Kelima: Mendatangkan kesedihan bagi Iblis laknatullah.

Keenam: Menambah umur.

Ketujuh: Keberkahan dalam rezeki.

Kedelapan: Menyenangkan arwah orang-orang yang telah mati (leluhur), karena ayah dan kakek nenek berbahagia dengan adanya silaturahmi dan kekerabatan.

Kesembilan: Menambah rasa kasih sayang (cinta kasih). Karena apabila terjadi suatu sebab (perkara) yang membahagiakan atau menyedihkan, mereka (kerabat) akan berkumpul dan membantunya, sehingga hal itu menambah rasa kasih sayang.

Kesepuluh: Menambah pahala setelah wafatnya, karena mereka (kerabat) akan mendoakannya setelah wafatnya setiap kali mereka mengingat kebaikannya." 


#nasehatdiri

#event

#CommunityEvent

#love

#inspirationalquotes

#travel

#quotes

#quote