29 Agustus 2026

Sedekah sirri meredam murka rab

 SEDEKAH TERSEMBUNYI MEREDAM MURKA RABBI‼️


Sebagian ulama mengatakan:


ثلاث من كنوز البر منها إخفاء الصدقة 


Di antara dari tiga aset kebaikan adalah menyembunyikan sedekah.


Dalam satu hadis Nabi Muhammad ﷺ menyebutkan bahwa seorang hamba sungguh melakukan amal secara tersembunyi atau rahasia sehingga Allah Ta'âla Mencatatnya sebagai sebuah rahasia. Maka jika amal tersebut ditampakkan maka Allah Ta'âla Memindahkannya dari bentuk rahasia ke bentuk amal terang-terangan. Namun jika amal tersebut dibicarakan Allah Ta'âla akan Menubahnya dari bentuk rahasia dan bentuk terang-terangan serta mencatatnya sebagai riya' (pamer).


Disebutkan dari potongan hadis yang populer bahwa ada tujuh golongan orang yang mendapatkan naungan (tempat teduh) dari Allah di hari tiada tempat berteduh selain teduh-Nya. Di antara tujuh golongan tersebut adalah


رجل تصدق بصدقة فلم تعلم شماله بما أعطت يمينه


Seseorang yang bersedekah namun tangan kirinya tidak mengetahui akan apa yang telah diberikan dengan tangan kanannya. 


Diriwayatkan oleh Imam Al-Tabrani dan Al-Hakim:


صدقة السر تطفىء غضب الرب 


Sedekah tersembunyi atau rahasia itu meredam murka Tuhan


Allah Ta'âla Berfirman 


وَاِنْ تُخْفُوْهَا وَتُؤْتُوْهَا الْفُقَرَاۤءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْۗ


(Akan tetapi,) jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, itu lebih baik bagimu.


📝📝📝


Kitab Ihya' Ulumiddin jilid 4 halaman 37



27 Juli 2026

Keutamaan Membaca Akhir Surah Al-Hasyr

 📖 Keutamaan Membaca Akhir Surah Al-Hasyr


Sebagaimana diriwayatkan dalam beberapa hadis (di antaranya dalam kitab Khozinatul Asror, Al-Itqan, dan Kasyf Al-Asrar):

1️⃣ Didoakan 70.000 Malaikat

Diriwayatkan oleh Imam Al-Baghawi dari Ma’qil bin Yasar RA, Rasulullah ﷺ bersabda bahwa siapa yang membaca ta’awudz 3x lalu membaca 3 ayat terakhir Surah Al-Hasyr di pagi hari, Allah menugaskan 70.000 malaikat untuk mendoakan/menjaganya hingga sore hari. (Begitu pula jika dibaca di sore hari).

2️⃣ Mati Syahid jika Meninggal Hari Itu

Barang siapa yang membacanya dan ditakdirkan meninggal pada hari atau malam tersebut, maka ia diwafatkan sebagai syahid.

3️⃣ Seluruh Alam Berselawat Atasnya

Dalam riwayat dari Ibnu ‘Abbas RA, tidak ada satu pun makhluk—mulai dari surga, neraka, ‘Arasy, langit, bumi, hingga gunung, pohon, dan burung—melainkan semuanya berselawat (mendoakan) orang yang membaca Surah Al-Hasyr.

💡 Semoga Allah mempermudah kita untuk merutinkan amalan ringan namun berpahala dahsyat ini setiap harinya. Aamiin.

19 Juli 2026

KISAH NABI MUHAMMAD

KISAH NABI MUHAMMAD ﷺ



Berdasarkan Dalil Al-Qur'an yang Shahih


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta'ala. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, keluarga beliau, para sahabat, serta seluruh umatnya yang istiqamah mengikuti sunnah beliau hingga hari kiamat.


1. Nasab Nabi Muhammad ﷺ


Nama lengkap beliau adalah:


محمد بن عبد الله بن عبد المطلب بن هاشم بن عبد مناف القرشي ﷺ


Nabi Muhammad ﷺ berasal dari suku Quraisy, keturunan Bani Hasyim.


Beliau dilahirkan di Kota Makkah pada Tahun Gajah, sekitar tahun 570 M.


Ayah beliau bernama Abdullah bin Abdul Muththalib, sedangkan ibunya bernama Aminah binti Wahab.


Allah memilih beliau sebagai penutup seluruh nabi.


Allah berfirman:


> مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِّن رِّجَالِكُمْ وَلَٰكِن رَّسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ

"Muhammad itu bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kalian, tetapi dia adalah Rasul Allah dan penutup para nabi."


(QS. Al-Ahzab: 40)


2. Masa Kecil Nabi ﷺ


Sebelum lahir, ayah beliau telah wafat.


Pada usia enam tahun, ibunya wafat di Abwa'.


Kemudian beliau diasuh oleh kakeknya Abdul Muththalib.


Dua tahun kemudian sang kakek wafat.


Selanjutnya beliau diasuh oleh pamannya Abu Thalib.


Sejak kecil beliau dikenal sangat jujur sehingga mendapat gelar:


الأمين (Al-Amīn)


"Orang yang sangat dapat dipercaya."


3. Akhlak Nabi Muhammad ﷺ


Allah memuji akhlak beliau.


Allah berfirman:


> وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ

"Sesungguhnya engkau benar-benar memiliki akhlak yang agung."


(QS. Al-Qalam: 4)


Aisyah radhiyallahu 'anha ketika ditanya tentang akhlak Nabi menjawab:


> كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ

"Akhlak beliau adalah Al-Qur'an."


(HR. Muslim)


4. Diangkat Menjadi Rasul


Pada usia 40 tahun, ketika sedang berkhalwat di Gua Hira, Malaikat Jibril datang membawa wahyu pertama.


Allah berfirman:


> اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ • خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ • اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ


(QS. Al-'Alaq: 1–3)


Inilah awal diangkatnya Nabi Muhammad ﷺ sebagai Rasul.


5. Dakwah di Makkah


Beliau berdakwah secara sembunyi-sembunyi selama kurang lebih tiga tahun, kemudian secara terang-terangan.


Allah berfirman:


> فَاصْدَعْ بِمَا تُؤْمَرُ


"Sampaikanlah secara terang-terangan apa yang diperintahkan kepadamu."


(QS. Al-Hijr: 94)


Selama di Makkah beliau menghadapi berbagai ujian, caci maki, boikot, hingga ancaman pembunuhan.


Namun beliau tetap sabar.


Allah berfirman:


> فَاصْبِرْ كَمَا صَبَرَ أُولُوا الْعَزْمِ مِنَ الرُّسُلِ

"Maka bersabarlah sebagaimana para rasul yang memiliki keteguhan hati telah bersabar."


(QS. Al-Ahqaf: 35)


6. Isra' dan Mi'raj


Allah memuliakan Rasulullah ﷺ dengan perjalanan malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa.


Allah berfirman:


> سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا


"Mahasuci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam."


(QS. Al-Isra': 1)


Dalam peristiwa inilah diwajibkan shalat lima waktu.


7. Hijrah ke Madinah


Karena tekanan kaum Quraisy semakin berat, Allah memerintahkan Nabi berhijrah ke Madinah bersama Abu Bakar Ash-Shiddiq.


Allah berfirman:


> إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا


"Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita."


(QS. At-Taubah: 40)


Di Madinah beliau membangun masyarakat Islam yang berlandaskan tauhid, persaudaraan, dan keadilan.


8. Perjuangan Menegakkan Islam


Nabi ﷺ memimpin kaum Muslimin dalam beberapa peperangan untuk mempertahankan diri, seperti:


Perang Badar


Perang Uhud


Perang Khandaq


Perang Hunain


Allah berfirman:


> وَمَا النَّصْرُ إِلَّا مِنْ عِندِ اللَّهِ


"Tidak ada kemenangan kecuali dari Allah."


(QS. Ali 'Imran: 126)


9. Fathu Makkah


Pada tahun ke-8 Hijriah, Rasulullah ﷺ memasuki Kota Makkah dengan penuh kerendahan hati.


Beliau tidak membalas dendam kepada orang-orang yang dahulu menyakiti beliau.


Beliau bersabda:


> اذْهَبُوا فَأَنْتُمُ الطُّلَقَاءُ


"Pergilah kalian, karena kalian semua telah dibebaskan."


Beliau menunjukkan akhlak mulia dengan memaafkan musuh-musuhnya.


Allah berfirman:


> إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا


"Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata."


(QS. Al-Fath: 1)


10. Haji Wada'


Pada tahun ke-10 Hijriah Rasulullah ﷺ melaksanakan Haji Wada' dan menyampaikan khutbah yang sangat agung tentang persaudaraan, keadilan, dan hak-hak manusia.


Pada saat itu Allah menurunkan firman-Nya:


> الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ


"Pada hari ini telah Aku sempurnakan agama kalian."


(QS. Al-Ma'idah: 3)


11. Wafatnya Rasulullah ﷺ


Rasulullah ﷺ wafat pada hari Senin, usia 63 tahun, di Madinah.


Beliau dimakamkan di kamar Aisyah radhiyallahu 'anha yang kini berada di kawasan Masjid Nabawi.


Allah berfirman:


> وَمَا مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُولٌ


"Muhammad hanyalah seorang rasul."


(QS. Ali 'Imran: 144)


Sifat-Sifat Mulia Nabi ﷺ


✅ Jujur (Shiddiq)


✅ Dapat dipercaya (Amanah)


✅ Menyampaikan wahyu (Tabligh)


✅ Cerdas (Fathanah)


✅ Pemaaf


✅ Rendah hati


✅ Penyayang kepada umat


✅ Dermawan


✅ Sabar


✅ Tawakal kepada Allah


Allah berfirman:


> لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ


"Sungguh, pada diri Rasulullah terdapat suri teladan yang baik bagi kalian."


(QS. Al-Ahzab: 21)

Pelajaran dari Kisah Nabi Muhammad ﷺ


1. Bertauhid hanya kepada Allah.


2. Meneladani akhlak Rasulullah ﷺ.


3. Jujur dalam setiap keadaan.


4. Sabar menghadapi ujian.


5. Memaafkan orang lain.


6. Menyayangi sesama.


7. Istiqamah dalam dakwah dan ibadah.


8. Mengikuti Al-Qur'an dan Sunnah.


9. Mencintai Rasulullah ﷺ lebih dari kecintaan kepada selain beliau.


10. Memperbanyak shalawat kepada Nabi ﷺ

Penutup


Nabi Muhammad ﷺ adalah rahmat bagi seluruh alam, penutup para nabi, dan teladan terbaik bagi seluruh umat manusia. Kisah hidup beliau mengajarkan tauhid, kesabaran, kasih sayang, kejujuran, amanah, dan perjuangan di jalan Allah. Semoga Allah menjadikan kita termasuk umat yang istiqamah mengikuti sunnah beliau dan mendapatkan syafaat beliau pada hari kiamat.


اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين


Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.

#NabiMuhammadﷺ #KisahNabiMuhammad #SirahNabawiyah #Rasulullah #UswahHasanah #Islam #AlQuran #Hadits #DakwahIslam #BelajarIslam #SejarahIslam #CintaRasul #ShalawatNabi #KajianIslam #Muslim #Hijrah #Tauhid #AkhlaqMulia #SemangatMenuntutIlmu #IslamRahmatanLilAlamin

08 Juli 2026

Hikmah ketetapkan sholat lima waktu

Hikmah ketetapkan sholat lima waktu :



Mayoritas ulama berpendapat bahwa penetapan lima salat pada waktu-waktu tertentu merupakan ketetapan ibadah (ta'abbudi) yang wajib diterima sebagaimana adanya.


Namun, sebagian ulama menyebutkan sebuah hikmah di balik pembagian waktu-waktu tersebut, yaitu agar manusia selalu teringat akan tahapan perjalanan hidupnya.


🌅 Kesempurnaan penciptaan manusia di dalam rahim serta persiapannya untuk keluar ke dunia diibaratkan seperti terbitnya fajar, yang menjadi pertanda sebelum terbitnya matahari.

Karena itu, diwajibkan salat Subuh sebagai pengingat akan fase tersebut.


☀️Kelahiran manusia diibaratkan seperti terbitnya matahari.

Masa pertumbuhannya diibaratkan seperti matahari yang semakin tinggi.

Masa mudanya diibaratkan seperti matahari ketika berada tepat di tengah langit.

Sedangkan masa dewasanya diibaratkan seperti matahari yang mulai condong ke arah barat.

Karena itu, diwajibkan salat Zuhur sebagai pengingat akan tahapan-tahapan tersebut.


🌇Masa tua manusia diibaratkan seperti matahari yang hampir terbenam.

Oleh sebab itu, diwajibkan salat Asar sebagai pengingat akan fase tersebut.


🌆Kematian manusia diibaratkan seperti terbenamnya matahari.

Karena itu, diwajibkan salat Magrib sebagai pengingat akan kematian.


🌌Lenyapnya jasad manusia diibaratkan seperti hilangnya sisa cahaya matahari setelah lenyapnya mega merah di ufuk.

Karena itu, diwajibkan salat Isya sebagai pengingat akan fase tersebut.


Karena itu, setiap kali azan berkumandang, bukan sekadar panggilan untuk menunaikan kewajiban, tetapi juga pengingat bahwa umur kita sedang berjalan menuju perjumpaan dengan Allah.


📚Hasiyah syekh Ibrahim albaijuri jilid 1 

Semoga bermanfaat wallohu a'lam ✍️ 

#Ngaji

04 Juli 2026

Doa Al-Jalalah syekh Abdul Qodir jailani

 



Doa ini merupakan amalan dari Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, beliau rutin mengamalkan dzikir ini untuk meminta perlindungan kepada Allah SWT.  


Doa ini jika diamalkan dapat memberikan mendapat kebesaran(di angmat.drajat nya)serta pemeliharaan diri dan harta benda pengamal nya. Doa ini juga untuk penjagaan diri dan mencegah dari berbagai bentuk bahaya (musuh dan sejenisnya), serta melindungi dari ketakutan atau hal-hal yang menakutkan.


Menurut riwayat, di antara mereka yang rutin mengamalkan doa ini adalah Al-Imam Assayyid Muhammad bin ‘Alawi al-Maliki al-Hasani agar kota Mekkah dilindungi dari aksi teror dan bahaya apapun.


Mudah-mudahan kita bisa secara rutin mengamalkan Dzikir ini untuk kebaikan di dunia maupun di akhirat...

Aamiin.

16 Mei 2026

Makna "Laa ilaha illallah"



 ﴿فَصْلٌ﴾ مَعْنَى لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ: لَا مَعْبُودَ بِحَقٍّ فِي الْوُجُودِ إِلَّا اللهُ.


وَهِيَ مِفْتَاحُ الْجَنَّةِ، وَكَلِمَةُ التَّوْحِيدِ، وَكَلِمَةُ الْإِخْلَاصِ، وَكَلِمَةُ النَّجَاةِ.


وَقَالَ بَعْضُهُمْ: إِنَّ كَلِمَةَ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ اِثْنَا عَشَرَ حَرْفًا، فَلَا جَزَمَ أَنَّهُ وَجَبَ بِهَا اِثْنَتَا عَشْرَةَ فَرِيضَةً؛ سِتَّةٌ ظَاهِرَةٌ وَسِتَّةٌ بَاطِنَةٌ.


أَمَّا الظَّاهِرَةُ: فَالطَّهَارَةُ، وَالصَّلَاةُ، وَالزَّكَاةُ، وَالصَّوْمُ، وَالْحَجُّ، وَالْجِهَادُ.


وَأَمَّا الْبَاطِنَةُ: فَالتَّوَكُّلُ، وَالتَّفْوِيضُ، وَالصَّبْرُ، وَالرِّضَا، وَالزُّهْدُ، وَالتَّوْبَةُ

﴿ كاشفة السجا ص ١٤ ﴾

Makna "Laa ilaha illallah" adalah tidak ada tuhan yang wajib disembah dengan sebenar-benarnya di dalam wujud (alam semesta ini) kecuali Allah.

Kalimat tersebut adalah مفتاح الجنه / kunci surga, di sebut kalimat tauhid, kalimat ikhlas, dan kalimat keselamatan.


Sebagian ulama berkata: "Sesungguhnya kalimat Laa ilaha illallah itu terdiri dari 12 huruf, maka sudah semestinya diwajibkan dengannya 12 kewajiban, 6 kewajiban lahiriah (tampak) dan 6 kewajiban batiniah (dalam hati)."

Adapun kewajiban yang lahiriah adalah:

Bersuci (Thaharah)

Shalat

Zakat

Puasa

Haji

Jihad

Sedangkan kewajiban yang batiniah adalah:

Tawakal (Berserah diri)

Tafwidh (Menyerahkan segala urusan kepada Allah)

Sabar

Ridha

Zuhud (Tidak terpedaya dunia)

Taubat


 Kitab Kasyifatus Saja (Syarah Safinatun Naja), Halaman 14


#kalimatuttaohid #kasifatussaja

04 Mei 2026

dianjurkan memungut makanan yang jatuh


 Apabila suapan makanan salah seoralng di antara kalian jatuh, hendaklah ia mengambilnya dan membuang kotoran yang menempel padanya, lalu memakannya dan jangan meninggalkannya untuk setan. Dan janganlah ia menyapu tangannya dengan serbet (lap tangan) hingga ia menjilati jari-jarinya, karena ia tidak tahu di bagian makanan mana keberkahan itu berada.'" (HR. Muslim)

23 April 2026

𝐄𝐦𝐩𝐚𝐭 𝐏𝐞𝐫𝐤𝐚𝐫𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐋𝐞𝐛𝐢𝐡 𝐉𝐞𝐥𝐞𝐤 𝐃𝐚𝐫𝐢𝐩𝐚𝐝𝐚 𝐄𝐦𝐩𝐚𝐭 𝐏𝐞𝐫𝐤𝐚𝐫𝐚

 


Empat hal berikut adalah jelek, tapi empat hal lagi lebih jelek, ialah:


Dosa: dosa itu jelek pada diri pemuda, tapi lebih jelek pada orang tua.


Kesibukan Duniawi pada diri orang bodoh itu lebih jelek, tapi lebih jelek pada diri orang alim.


Malas beribadah pada setiap orang itu jelek, tapi lebih Jelek pada diri ulama dan para penuntut ilmu 


Sombong itu jelek pada diri orang kaya, tapi lebih jelek pada diri orang fakir.


#fyp

22 April 2026

Do'a Basmalah Syekh Abdul Qodir Al-Jailani

 Do'a Basmalah Syekh Abdul Qodir Al-Jailani


 



 Terjemah :

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan keutamaan “Bismillahirrahmanirrahim”,

dengan haknya, dengan kewibawaannya, dan dengan kedudukannya,

angkatlah derajatku, mudahkan urusanku, dan lapangkan dadaku.

Wahai Dzat Yang Maha Tinggi (yang mengetahui rahasia huruf-huruf agung),

Allah, tiada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi Maha Mengurus.

Dengan rahasia kewibawaan dan kekuasaan-Mu, serta keagungan dan kebesaran-Mu,

jadikanlah aku termasuk hamba-hamba-Mu yang saleh, bertakwa,

dan termasuk orang-orang yang ikhlas dalam ketaatan, wahai Tuhan seluruh alam.


 Fadhilah (Keutamaan) :


Do'a ini termasuk do'a yang berisi tawassul dengan “Bismillah” dan Asma Allah. Beberapa fadhilah yang diyakini para ulama dan ahli dzikir:


1. Memudahkan urusan – karena memohon langsung dengan nama Allah Yang Maha Pengasih.


2. Meninggikan derajat – terdapat permohonan khusus “irfa‘ qadrī” (angkat derajatku).


3. Melapangkan hati dan pikiran – “wasyraḥ shadrī” untuk ketenangan batin.


4. Mendatangkan keberkahan – karena dimulai dan diulang dengan Bismillah.


5. Menguatkan keikhlasan dan ketakwaan – memohon menjadi hamba yang saleh dan mukhlis.


6. Perlindungan spiritual – dengan menyebut nama Allah, sifat-Nya, dan isyarat huruf-huruf Al-Qur’an. 

dll..

21 April 2026

Belajar Mendengarkan Sebelum Belajar Bicara
"Belajar Mendengarkan Sebelum Belajar Bicara".

Imam Al Ghazali berpesan dalam karya indahnya “Ihya Ulumuddin”:

من فتنة العالم أن يكون الكلام أحب إليه من الإستماع

Dianrara godaan terbesar orang berilmu adalah lebih senang berbicara daripada mendengarkan

Bukankah manusia diciptkaan dengan rangkaian dua telinga dan satu mulut? Setidaknya waktu untuk mendengarkan memiliki jatah lebih banyak daripada berbicara. Disinilah letak ujian seseorang ketika telah memiliki ilmu yang cukup banyak. Dalam waktu dan kondisi apapun, ia ingin didengarkan dan diutamakan. Susah untuk mendengarkan masukan dari orang lain, terlebih dari orang yang dianggapnya lebih sedikit ilmunya. Padahal ketika kita bersedia menjadi pendengar yang baik, sesungguhnya ada banyak hal positif yang akan bisa kita dapatkan.



Berkhidmat Musa kepada Musa alaihissalam. Lalu Musa alaihissalam bertanya, dia berkata: “Ceritakan kepadaku wahai Musa, engkau pilihan Allah.”

Ceritakan kepadaku Musa, kekasih Allah. Ceritakan kepadaku Musa, kalimullah. Aku lihat harta dan kekayaannya banyak.

Maka Musa alaihissalam kehilangan dia. Musa alaihissalam lalu bertanya tentangnya tapi tidak mendapat kabar tentangnya.

Hingga suatu hari datang kepadanya seorang laki-laki. Di tangannya ada babi hutan, dan di lehernya ada tali hitam.

Maka Musa alaihissalam berkata kepadanya: “Apakah engkau mengenal Fulan?” Dia menjawab: “Ya.” Dia berkata: “Dialah babi hutan ini.”

Maka Musa berkata: “Ya Rabbi, aku memohon kepada-Mu agar Engkau mengembalikannya ke keadaannya semula, sehingga aku bisa bertanya kepadanya apa yang menimpanya.”

Maka Allah ‘Azza wa Jalla mewahyukan kepadanya: “Seandainya engkau berdoa kepada-Ku dengan doa yang dengannya Adam berdoa kepada-Ku, niscaya tidak Aku kabulkan doamu tentang dia. Tapi akan Aku beritahukan kepadamu kenapa Aku lakukan ini padanya: Karena dia dahulu mencari dunia dengan agama, dan dia lebih lalai dari apa yang diriwayatkan Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu darinya secara mauquf dan marfu’ dalam riwayat dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

Beliau bersabda: “Di antara fitnah orang alim adalah dia lebih suka perkataan didengar daripada mendengarkan ●●. Dan dalam perkataan ada kekeliruan dan tambahan, dan dia tidak aman dari kesalahan bagi yang mendengarnya. Dan dalam diam ada keselamatan dan ilmu. Dan di antara ulama ada yang menyimpan ilmunya, maka dia tidak suka jika ilmu itu ada pada selainnya. Maka dia berada di derajat pertama dari neraka. Dan di antara ulama ada yang jika dibantah tentang sesuatu atau diremehkan tentang ilmunya, dia marah karena haknya. Maka dia berada di derajat kedua dari neraka.”

*Penjelasan ringkas*

*1. Kisah utamanya*

Ada orang shalih yang dulu dekat dengan Nabi Musa. Dia hilang, lalu ditemukan sudah berubah jadi babi hutan dengan tali hitam di leher. Nabi Musa kaget dan minta ke Allah biar dikembalikan jadi manusia biar bisa ditanya sebabnya. Allah bilang: Orang ini dulu "menjual agama untuk dunia". Dia pakai agama buat cari keuntungan duniawi, bukan ikhlas karena Allah. Makanya dia diazab begitu. Doa Nabi Adam pun nggak bakal bisa nolong orang model begini.

*2. Nasihat untuk ulama/ahli ilmu*

Lanjutan teksnya dikutip dari hadits riwayat Mu’adz bin Jabal. Ada 3 fitnah/ujian buat orang berilmu:

Fitnah Penjelasan Balasan

**Cinta didengar** Lebih suka omongannya didengar orang daripada didengar Allah. Suka tampil & dipuji Celaka, karena ucapan bisa salah/tambah-kurang

**Menyimpan ilmu** Nggak suka kalau ada orang lain yang juga pintar. Takut tersaingi Derajat 1 neraka

**Marah kalau dibantah** Nggak terima kalau dikritik/diremehkan ilmunya. Anggap dirinya seperti penguasa Derajat 2 neraka

*Poin utamanya*: Diam itu selamat. Ilmu itu amanah, bukan buat cari dunia, popularitas, atau gengsi. Kalau niatnya bengkok, azabnya berat.

Teks yang dihitamkan ●●● kemungkinan kata "Allah" atau "kebenaran". Sengaja disensor di cetakan.

Semoga bermanfaat ya. Teks ini sering dibahas di kitab-kitab tasawuf & adab ulama buat ngingetin agar ikhlas dalam menuntut & mengajarkan ilmu 🙏

nasehat Imam Asy-Syafi'i

 Berkata Imam Asy-Syafi'i رحمه الله :



من تعلم القرآن عظمت قيمته ، ومن تكلم في الفقه نما قدره ، ومن كتب في الحديث قويت حجته ، ومن نظر في اللغة رق طبعه ، ومن نظر في الحساب جزل رأيه ، ومن لم يصن نفسه لم ينفعه علمه.


Siapa yang mempelajari Al-Quran akan menjadi tinggi nilainya, dan siapa yang berbicara dalam masalah fiqh akan tumbuhlah kemampuannya, dan siapa yang menulis Hadist akan menjadi kuat argumennya, dan siapa yang menekuni bahasa akan menjadi lembut tabiatnya, dan siapa yang menekuni ilmu hitung akan luas pemikirannya, dan barangsiapa yang tidak bisa menjaga nafsunya, maka ilmunya tidak akan bermanfaat. 

Wallahu a'lam

20 April 2026

wali Abdal

 Ada lima sifat khas anak-anak kecil, seandainya dimiliki oleh orang dewasa, maka mereka akan menjadi sosok luar biasa (wali Abdal):  



1. Mereka tak terlalu memusingkan soal rezeki


2. Saat sakit, mereka tak mengeluh kepada Sang Pencipta


3. Mereka makan selalu bersama 


4. Ketika berselisih, mereka cepat melupakan dan kembali bersahabat, tanpa dendam


5. Air mata mereka mudah menetes saat merasa takut

16 April 2026

Hukum menjama' shalat karena ada sebab dan tanpa sebab

 Hukum menjama' shalat karena ada sebab dan tanpa sebab apapun



Mayoritas ulama:

👉 Jamak hanya boleh karena uzur (misalnya hujan)

Sebagian ulama:

👉 Membolehkan jamak tanpa sebab, seperti:

Ibnu Mundzir

Abu Ishaq Al-Marwazi

Kelompok Ashabul Hadis


Catatan :

Keadaan normal ikuti mayoritas ulama

Keadaan tidak normal boleh ikut sebagai ulama


(ويجوز) وَلَوْ لِلْمُقِيمِ (الْجَمْعُ) بَيْنَ مَا مَرَّ وَمِنْهُ الْجُمُعَةُ بَدَلُ الظُّهْرِ (بِالْمَطَرِ) ، وَإِنْ ضَعُفَ بِشَرْطِ أَنْ يَبُلَّ الثَّوْبَ وَمِنْهُ شَفَّانِ وَهُوَ رِيحٌ بَارِدَةٌ فِيهَا مَطَرٌ خَفِيفٌ (تَقْدِيمًا) بِشُرُوطِهِ السَّابِقَةِ لِخَبَرِ الصَّحِيحَيْنِ «أَنَّهُ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - صَلَّى بِالْمَدِينَةِ سَبْعًا جَمِيعًا وَثَمَانِيًا جَمِيعًا» ، زَادَ مُسْلِمٌ مِنْ غَيْرِ خَوْفٍ وَلَا سَفَرٍ قَالَ الشَّافِعِيُّ كَمَالِكٍ - رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا - أَرَى ذَلِكَ لِعُذْرِ الْمَطَرِ وَاعْتُرِضَ بِرِوَايَتِهِ أَيْضًا مِنْ غَيْرِ خَوْفٍ وَلَا مَطَرٍ وَأُجِيبَ بِأَنَّهَا شَاذَّةٌ أَوْ وَلَا مَطَرَ كَثِيرٌ فَانْدَفَعَ أَخْذُ أَئِمَّةٍ بِظَاهِرِهَا (وَالْجَدِيدُ مَنْعُهُ تَأْخِيرًا) ؛ لِأَنَّ الْمَطَرَ قَدْ يَنْقَطِعُ فَيُؤَدِّي إلَى إخْرَاجِ الْأُولَى عَنْ وَقْتِهَا بِغَيْرِ عُذْرٍ وَفَارَقَ السَّفَرَ بِأَنَّهُ إلَيْهِ فَاشْتَرَطَ الْعَزْمَ عَلَيْهِ عِنْدَ نِيَّةِ التَّأْخِيرِ، كَذَا عَبَّرَ بِهِ بَعْضُهُمْ وَفِيهِ نَظَرٌ وَصَوَابُهُ فَاشْتُرِطَ عَدَمُ عَزْمِهِ عَلَى ضِدِّهِ عِنْدَ نِيَّةِ التَّأْخِيرِ

__________________________________

(قَوْلُهُ: قَالَ الشَّافِعِيُّ كَمَالِكٍ إلَخْ) وَيُؤَيِّدُهُ جَمْعُ ابْنِ عَبَّاسٍ وَابْنِ عُمَرَ - رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ - بِالْمَطَرِ مُغْنِي وَشَرْحُ بَافَضْلٍ (قَوْلُهُ: أَرَى) بِضَمِّ الْهَمْزَةِ وَفَتْحِهَا أَيْ أَظُنُّ أَوْ أَعْتَقِدُ قَلْيُوبِيٌّ عَلَى الْمَحَلِّيِّ اهـ كُرْدِيٌّ عَلَى بَافَضْلٍ (قَوْلُهُ: وَاعْتُرِضَ) أَيْ التَّأْوِيلُ الْمَذْكُورُ مُغْنِي (قَوْلُهُ: بِرِوَايَتِهِ) أَيْ مُسْلِمٍ

(قَوْلُهُ: بِأَنَّهَا شَاذَّةٌ) أَيْ وَالْأُولَى رِوَايَةُ الْجُمْهُورِ فَهِيَ أَوْلَى مُغْنِي.

(قَوْلُهُ: أَوْ وَلَا مَطَرَ كَثِيرٌ) عِبَارَةُ الْمُغْنِي وَبِأَنَّ الْمُرَادَ وَلَا مَطَرَ كَثِيرٌ أَوْ لَا مَطَرَ مُسْتَدَامٌ فَلَعَلَّهُ انْقَطَعَ فِي أَثْنَاءِ الثَّانِيَةِ. اهـ. زَادَ النِّهَايَةُ أَوْ أَرَادَ بِالْجَمْعِ التَّأْخِيرَ بِأَنْ أَخَّرَ الْأُولَى إلَى آخِرِ وَقْتِهَا وَأَوْقَعَ الثَّانِيَةَ فِي أَوَّلِ وَقْتِهَا. اهـ. (قَوْلُهُ: أَخَذَ أَئِمَّةُ) أَيْ كَابْنِ الْمُنْذِرِ مِنْ أَصْحَابِنَا وَأَبِي إِسْحَاقَ الْمَرْوَزِيِّ وَجَمَاعَةٍ مِنْ أَصْحَابِ الْحَدِيثِ وَ (قَوْلُهُ: بِظَاهِرِهَا) أَيْ مِنْ جَوَازِ الْجَمْعِ فِي الْحَضَرِ بِلَا سَبَبٍ كُرْدِيٌّ قَوْلُ الْمَتْنِ (وَالْجَدِيدُ مَنْعُهُ إلَخْ) أَيْ وَالْقَدِيمُ جَوَازُهُ وَنَصَّ عَلَيْهِ فِي الْإِمْلَاءِ قِيَاسًا عَلَى السَّفَرِ نِهَايَةٌ وَمُغْنِي

(قَوْلُهُ: لِأَنَّ الْمَطَرَ إلَخْ) عِبَارَةُ النِّهَايَةِ وَالْمُغْنِي؛ لِأَنَّ اسْتِدَامَةَ الْمَطَرِ لَا اخْتِيَارَ لِلْجَامِعِ فِيهَا فَقَدْ يَنْقَطِعُ إلَخْ بِخِلَافِ السَّفَرِ. اهـ. (قَوْلُهُ: عَلَيْهِ) أَيْ السَّفَرِ (قَوْلُهُ: وَفِيهِ نَظَرٌ إلَخْ) وَقَدْ يُجَابُ بِأَنَّ قَوْلَهُ عَلَيْهِ عَلَى حَذْفِ مُضَافٍ أَيْ عَلَى اسْتِمْرَارِهِ (قَوْلُهُ: عَلَى ضِدِّهِ) أَيْ ضِدِّ السَّفَرِ

[ابن حجر الهيتمي، تحفة المحتاج في شرح المنهاج وحواشي الشرواني والعبادي، ٤٠٢/٢]

15 April 2026

Hindari tujuh perkara ini

 Hindari tujuh perkara ini, niscaya tubuh dan hatimu menjadi tenang, agama serta kehormatanmu menjadi selamat:



1. Jangan bersedih atas apa yang telah luput darimu.  

2. Jangan membebani hatimu dengan kekhawatiran terhadap sesuatu yang belum terjadi.  

3. Jangan mencela orang lain atas sesuatu yang juga ada pada dirimu.  

4. Jangan menuntut balasan atas sesuatu yang belum kamu lakukan.  

5. Jangan memandang dengan syahwat terhadap sesuatu yang bukan milikmu.  

6. Jangan marah kepada orang yang tidak akan terpengaruh oleh kemarahanmu.  

7. Jangan memuji orang yang sebenarnya tahu dalam dirinya bahwa ia tidak seperti itu.

13 April 2026

KENAPA HITUNGAN HARI DIMULAI DARI MALAM

 KENAPA HITUNGAN HARI DIMULAI DARI MALAM?




Jika melihat pada jam konvensional baik analog atau digital, permulaan hari di mulai pada jam 00.00 dini hari atau malam bukan pada saat matahari terbit atau siang. Lalu kenapa harus dimulai dari malam hari? Kenapa tidak dimulai pagi hari? 


Sejauh pengamatan penulis, baik sains atau ulama sepakat bahwa hari dimulai dari malam hari. Dengan rincian, menurut sains kerena kegelapan (malam) lebih mendahului dari pada terang (siang) dalam konteks pembentukan alam semesta yang bermula dari kegelapan total (Big Bang). Sementara ulama mengatakan:


وإنما قدم الليل على النهار لأن الظلمة أقدم . قال تعالى : وآية لهم الليل نسلخ منه النهار [يس: ۳۷] وهذا أصح القولين، وقيل النور سابق الظلمة، ويبنى على هذا الخلاف فائدة وهي أن الليلة هل هي تابعة لليوم قبلها أو لليوم بعدها، فعلى القول الصحيح تكون الليلة لليوم بعدها فيكون اليوم تابعاً لها، وعلى القول الثاني تكون لليوم قبلها فتكون الليلة تابعة له فيوم عرفة على القول الأول مستثنى من الأصل فإنه تابع لليلة بعده، وعلى الثاني جاء على الأصل .


"Didahulukannya malam dari pada siang (dalam permulaan hari) kerena kegelapan lebih dahulu. Allah ﷻ berfirman: 


وَاٰيَةٌ لَّهُمُ الَّيْلُۖ نَسْلَخُ مِنْهُ النَّهَارَ فَاِذَا هُمْ مُّظْلِمُوْنَۙ 


Artinya: "Dan suatu tanda (kekuasaan Allah) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari (malam) itu, maka seketika itu mereka (berada dalam) kegelapan". (QS. Yasin: 37).


Pendapat ini adalah pendapat yang paling absah dari dua pendapat yang mengemuka. Sedangkan pendapat yang lain mengatakan: "bahwa cahaya (terang) lebih dahulu dari kegelapan". Dan berdasarkan perbedaan pendapat ini muncul sebuah faidah (pertanyaan). Yaitu apakah malam mengikuti hari sebelumnya atau mengikuti hari setelahnya? Jawabannya menurut pendapat yang sahih bahwa malam untuk hari berikutnya, artinya hari mengikuti malam. Adapu menurut pendapat yang kedua, malam itu untuk hari sebelumnya, artinya malam yang mengikuti hari. Oleh karena itu, hari Arofah menurut pendapat yang pertama merupakan sebuah pengecualian dari pakemasal. Yaitu ikut pada hari berikutnya. Sedangkan menurut pendapat yang kedua, hal tersebut memang asalnya demikian. Wallahu A'lamu


Penulis: Abdul Adzim 


Referensi:


✍️ Syaikh al-Jamal Sulaiman bin Umar al-Ujailiy asy-Syafi'i| Al-Fyuhat al-Ilahiyah bi Taudhihi Tafsir al-Jalalain Li Daqaiqi al-Khafiyah| Daru al-Kutub juz 1, halaman 194.


✍️ Syaikh Abu ath-Thayyib Shiddiq bin Hasan bin Ali al-Husaini al-Qunujiy al-Bukhariy| Fathu al-Bayan di Maqoshidi al-Qur'an| Daru al-Kutub juz 1, halaman 230.

hak anak kepada orang tua nya

 10 hak anak kepada orang tua nya


1.Memberi makan saat orang tua butuh.


2.Memberi pakaian saat orang tua butuh (jika mampu), sesuai tafsir "bergaul dengan baik" (QS. Luqman: 15) yaitu memberi makan & pakaian saat butuh.


3.Melayani/membantu saat salah satu butuh.


4.Memenuhi panggilan dan segera hadir.


5.Mentaati perintah selama bukan maksiat/ghibah.


6.Berbicara dengan lemah lembut, bukan kasar.


7.Tidak memanggil dengan namanya langsung.


8.Berjalan di belakangnya.


9.Meridhai (menyukai) untuk orang tua apa yang ia ridhai untuk dirinya, dan membenci apa yang ia benci.


10.Mendoakan ampunan setiap kali mendoakan dirinya.

11 April 2026

adab makan

 *Adab Makan*



*آدَابُ أَكْلِ الطَّعَامِ*

*Adab-Adab Makan*

*1. أَبْدَأُ بِاسْمِ اللَّهِ عِنْدَ الطَّعَامِ*

*Memulai dengan membaca "Bismillah" ketika makan*

Berdasarkan sabda Rasulullah ﷺ: "Ucapkanlah 'Bismillah', makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah yang dekat denganmu." (HR. Bukhari & Muslim)

*2. لَا آكُلُ وَأَنَا قَائِمٌ*

*Tidak makan dalam keadaan berdiri*

Karena Nabi ﷺ melarang hal tersebut.

Dari Anas radhiyallahu 'anhu, dari Nabi ﷺ bahwa beliau melarang seseorang minum sambil berdiri. Qatadah berkata, kami bertanya: "Bagaimana dengan makan?" Beliau menjawab: "Itu lebih buruk atau lebih keji." (HR. Muslim)

*3. لَا آكُلُ إِلَّا الطَّعَامَ الْحَلَالَ*

*Tidak makan kecuali makanan yang halal*

Berdasarkan firman Allah Ta'ala: "Makanlah dari rezeki yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu."

*4. آكُلُ بِيَدِي الْيُمْنَى*

*Makan dengan tangan kanan*

Berdasarkan sabda Rasulullah ﷺ: "Jika salah seorang dari kalian makan, maka makanlah dengan tangan kanannya. Dan jika minum, maka minumlah dengan tangan kanannya. Karena setan makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya." (HR. Muslim)

*5. آكُلُ مِمَّا أَمَامِي وَلَا آكُلُ مِمَّا أَمَامَ غَيْرِي*

*Makan makanan yang ada di depanku dan tidak mengambil yang ada di depan orang lain*

Berdasarkan sabda Rasulullah ﷺ: "Makanlah yang dekat denganmu." (HR. Bukhari & Muslim)

*6. إِذَا كَانَ بِجَانِبِي مَنْ يَشْتَهِي الطَّعَامَ أُعْطِيهِ مِنْهُ*

*Jika di sampingku ada orang yang menginginkan makanan, aku beri dia sebagian*

Karena ini termasuk akhlak yang baik.

*7. إِذَا كَانَ فِي الطَّعَامِ مَرَقٌ أُهْدِي لِجِيرَانِي مِنْهُ*

*Jika dalam makanan terdapat kuah, aku beri hadiah kepada tetanggaku sebagian darinya*

Berdasarkan sabda Rasulullah ﷺ: "Jika engkau memasak kuah, perbanyaklah airnya, kemudian lihatlah keluarga tetanggamu dan berilah mereka sebagian dengan cara yang baik." (HR. Muslim)

*8. إِذَا انْتَهَيْتُ مِنَ الطَّعَامِ أَحْمَدُ اللَّهَ*

*Jika selesai makan, aku memuji Allah*

Dan aku ucapkan: "Alhamdulillahilladzi ath'amana wa saqana, wa kafana wa awana, fakam mimman la kafiya lahu wa la mu'wiy." (HR. Muslim)

Artinya: Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan minum, mencukupi kami dan memberi kami tempat bernaung. Betapa banyak orang yang tidak ada yang mencukupi dan memberi tempat bernaung untuknya.

*9. إِذَا وَقَعَتْ لُقْمَةٌ مِنَ الطَّعَامِ آخُذُهَا وَأُنَظِّفُهَا وَآكُلُهَا*

*Jika ada suapan makanan yang jatuh, aku ambil, bersihkan, lalu memakannya*

Berdasarkan sabda Rasulullah ﷺ: "Jika suapan salah seorang dari kalian jatuh, hendaklah dia mengambilnya, lalu membersihkan kotoran yang menempel padanya dan memakannya. Janganlah dia membiarkannya untuk setan. Dan janganlah dia mengusap tangannya dengan sapu tangan hingga dia menjilatinya, karena dia tidak tahu di bagian makanan yang manakah terdapat keberkahan." (HR. Muslim)

*10. لَا أَذُمُّ الطَّعَامَ إِذَا لَمْ يُعْجِبْنِي*

*Tidak mencela makanan jika tidak menyukaiku*

Karena Rasulullah ﷺ tidak pernah mencela makanan sama sekali. (HR. Bukhari & Muslim)

Semoga bermanfaat ya.

penyebab rusaknya hati

 6 PENYEBAB RUSAKNYA HATI



Diriwayatkan dari Hasan Al-Bashri ra. Ia berkata:


"Sesungguhnya yg menyebabkan hati menjadi rusak itu ada 6 perkara:


1. Sengaja berbuat dosa dengan harapan dapat segera bertaubat.


2. Menuntut (mengerti) ilmu tapi tidak mau mengamalkannya.


3. ketika mengamalkannya (ilmu tersebut) ia tidak Ikhlas.


4. Mereka makan rezeki Allah, tetapi tidak mau bersyukur.


5. Tidak ridho dg apa yang telah diberikan oleh Allah.


6. Biasa menguburkan (ta'ziah) orang yang sudah meninggal dunia, tapi ia tidak mau mengambil i'tibar (pelajaran) daripadanya.