30 November 2018

MencintaiMu


Anugerah istimewa manusia adalah diberinya akal dan nafsu dan diantara keduanya ada penengahnya yaitu hati, hati adalah yang menjaga akal dan yang menjaga nafsu sehingga keduanya tidak berlebih dalam berpengaruh dikehidupan manusia.


Mencintai adalah tentang melepaskan energi cinta, bukan tentang mengambil dan mengikat untuk memilikinya. Saat melepaskan energi cinta, disitulah rasa bahagia bergetar dalam diri, berbunga-bunga. Namun, saat ingin mengikat dengan maksud agar dapat memiliki cinta, malahan yang didapatkan adalah rasa cemburu, marah, menderita.

Cemburu adalah cemburu dan bukan tanda cinta, sebab cemburu adalah tanda egoisme, keinginan mengikat dan memiliki. Maka, cemburu lebih dekat dengan kekecewaan dan serba kekurangan tidak terpenuhi apa yang diinginkan.

Kecewa berlebihan akan membuat sulit bersyukur. Emosi sering mengalahkan logika sebab mendorong pikiran lebih fokus pada negativitas atau semua kekurangan itu. Hasilnya tentu saja hanya akan terjebak pada logika berdasarkan kumpulan hal-hal yang dinilai buruk itu.

Kebahagiaan cinta dirasakan bersamaan dengan memancarkan dan melepaskannya. Mereka yang memancarkan cinta dipenuhi rasa bahagia menciptakan kreativitas indah untuk membahagiakan yang dicintai. Mereka dapat memancarkan cinta karena memiliki cinta untuk dibagikan.

Bersamaan dengan semua kreativitas indah yang dilepaskan itu, maka terciptalah lingkungan indah yang menarik bagi para penikmat keindahan. Keselarasan yang tercipta tersebut akan memungkinkan pribadi-pribadi yang selaras bertemu dan berjodoh untuk saling dukung dan saling berbagi kreasi indah dengan rasa bahagia sehingga kebahagiaan itu digandakan berlipat-lipat.

18 November 2018

IBLIS ITU SANGAT ALIM


*Jika engkau bertanya tentang Al-Qur'an kpd iblis, maka iblis akan bisa menerangkan dg sangat jelas, karena iblis tau persis kapan ayat itu turun dari langit...

*Jika engkau bertanya tentang ilmu hadist kpd iblis, maka iblis akan sangat pandai menjelaskannya,
karena iblis tau asbabul wurud dari hadist tsb....

*Jika engkau bertanya tentang kisah para nabi, iblis akan dg tepat menceritakannya karena iblis sudah ada sejak nabi adam masih berada dalam surga...

*iblis ahli alqur'an...

*iblis ahli hadist....

*iblis ahli riwayat..

*iblis alim/pandai dalam segala ilmu...

*Tapi iblis tdk menjadi kekasih Allah, karena dalam diri iblis ada kalimat...

#AKU LEBIH BAIK DARI KAMU#

*Semoga sedikit ilmu yg dititipkan Allah Subhana Wa Ta'alla dihati kita tdk menjadikan kita sombong dalam segala urusan...
Juga paham bahwa ilmu tak menjamin orang pasti ta'at dan sholeh.

*Yang aku takut...hatiku kian mengeras dan sulit menerima nasehat, namun
sangat pandai menasehati
Yang aku takut...aku merasa paling benar, sehingga merendahkan yang lain.

*Yang aku takut...egoku terlalu tinggi, hingga
merasa paling baik di antara yang lain.

*Yang aku takut...aku lupa bercermin, namun
sibuk berprasangka buruk kepada yang lain.

*Yang aku takut...ilmuku akan membuatku
menjadi sombong,memandang yang lain berbeda denganku.

*Yang aku takut...lidahku makin lincah membicarakan aib orang lain, namun lupa dengan aibku yang menggunung dan tak sanggup kubenahi.

*Yang aku takut...aku hanya hebat dalam berkata namun buruk dalam berbuat.

*Yang aku takut...aku hanya cerdas dalam mengkritik, namun lemah dalam mengkoreksi diri sendiri.

*Yang aku takut...aku membenci dosa orang lain, namun saat aku sendiri buat dosa aku enggan membencinya.

*Kiranya Allah Subhana Wa Ta'alla
senantiasa menyadarkanku sehingga lebih rajin instrospeksi diri daripada mengurusi orang lain yang belum tentu perilaku dan tutur katanya lebih baik dari diriku. Aamiin...

#SELALULAH MELIHAT KE DALAM HATI#

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

#hakikat iblis

08 November 2018

Ketika Agama Kehilangan Tuhan
*Ketika Agama Kehilangan Tuhan*


oleh: KH. Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus)

Dulu agama menghancurkan berhala.
Kini agama jadi berhala. Tak kenal Tuhannya yang penting agamanya.

Dulu orang berhenti membunuh karena agama.
Sekarang orang saling membunuh karena agama.

Dulu orang saling mengasihi karena beragama
Kini orang saling membenci karena beragama

Agama tak pernah berubah ajarannya dari dulu
Tuhannya pun tak pernah berubah dari dulu
Lalu yang berubah apanya?
Manusia nya?

Dulu orang belajar agama sebagai modal
untuk mempelajari ilmu lainnya
Sekarang orang malas belajar ilmu lainnya
maunya belajar agama saja.

Dulu pemimpin agama dipilih berdasarkan kepintarannya
yang paling cerdas di antara orang-orang lainnya
Sekarang orang yang paling dungu
yang tidak bisa bersaing dengan orang-orang lainnya
dikirim untuk belajar jadi pemimpin agama.

Dulu para siswa diajarkan untuk harus belajar giat dan berdoa
untuk bisa menempuh ujian
Sekarang siswa malas belajar
tapi sesaat sebelum ujian berdoa paling kencang
karena diajarkan pemimpin agamanya
untuk berdoa supaya lulus.

Dulu agama mempererat hubungan manusia dengan Tuhan
Sekarang manusia jauh dari Tuhan karena terlalu sibuk dengan urusan-urusan agama.

Dulu agama ditempuh untuk mencari wajah Tuhan
Sekarang agama ditempuh untuk cari muka di hadapan Tuhan.

Esensi beragama telah dilupakan
Agama kini hanya komoditi
yang menguntungkan pelaku bisnis berbasis agama
karena semua yang berbau agama telah didewa-dewakan
tak kan pernah dianggap salah, tak pernah ditolak
dan jadi keperluan pokok melebihi sandang, pangan, papan
Agama jadi hobi, tren
dan bahkan pelarian karena tak tahu lagi mesti mengerjakan apa.

Agama kini diperTuhan kan
sedang Tuhan itu sendiri dikesampingkan
Agama dulu memuja Tuhan
Agama kini menghujat Tuhan.

Nama Tuhan dijual, diperdagangkan, dijaminkan, dijadikan murahan
oleh orang-orang yg merusak, membunuh, sambil meneriakkan nama Tuhan.

Tuhan mana yang mengajarkan tuk membunuh?
Tuhan mana yang mengajarkan tuk membenci?
Tapi manusia membunuh, membenci, mengintimidasi, merusak
sambil dengan bangga meneriakkan nama Tuhan
berpikir bahwa Tuhan sedang disenangkan
ketika ia menumpahkan darah manusia lainnya.

Agama dijadikan senjata tuk menghabisi manusia lainnya
Dan tanpa disadari manusia sedang merusak reputasi Tuhan
dan sedang mengubur Tuhan dalam-dalam
dibalik gundukan ayat-ayat dan aturan agama.