30 Januari 2026

Lirboyo Kediri

 Nyai Dlomroh ; Wanita Dibalik Suksesnya Pondok Lirboyo


KH. Abdul Karim (1856-1954) lahir di desa Diyangan, Mertoyudan, Magelang, Jawa Tengah. Beliau belajar ilmu agama atau ngaji di banyak pesantren dan yang paling lama ngaji kepada Syaikhona Kholil Bangkalan kurang lebih selama 23 tahun.


Pada usia 40 tahun, KH. Abdul Karim meneruskan pencarian ilmu di Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jatim, yang diasuh oleh sahabat karibnya semasa di Bangkalan Madura, KH. Hasyim Asy’ari. Hingga pada akhirnya KH. Hasyim Asy’ari menjodohkan KH. Abdul Karim dengan putri Kyai Sholeh dari Banjarmelati Kediri, pada tahun 1908 M.


KH. Abdul Karim menikah dengan Siti Khodijah Binti KH. Sholeh, yang kemudian dikenal dengan nama Nyai Dlomroh. Dua tahun kemudian KH. Abdul karim bersama istri tercinta hijrah ke tempat baru, di sebuah desa yang bernama Lirboyo, tahun 1910 M. Disinilah titik awal tumbuhnya Pondok Pesantren Lirboyo.


Ketika santrinya semakin banyak, KH. Abdul Karim didatangi oleh utusan dari Magelang tempat kelahiran beliau yang memintanya untuk pulang ke Magelang dan mendirikan pesantren di sana serta disediakan masjid, rumah dan tanah yang bisa menunjang kehidupan beliau. KH. Abdul Karim menyerahkan keputusan kepada Nyai Dlomroh untuk menjawabnya.


Nyai Dlomroh pun menjawab dengan ucapan yang ditujukan kepada KH. Abdul Karim:


"Kyai, kalau njenengan pulang ke Magelang silahkan, tapi pulangkan saya ke bapak saya. Tapi bila njenengan tetap di sini maka njenengan fokus ngaji dan ngopeni santri, sementara untuk urusan ma'isyah (kebutuhan sehari-hari) saya yang menyanggupi."


Demikianlah, akhirnya KH. Abdul Karim tetap berada di Lirboyo dan Nyai Dlomroh setiap harinya berangkat ke pasar Bandar untuk berjualan kebutuhan dapur yang kulakan (membeli) dari daerah pegunungan Besuki dan juga usaha jualan kain batik yang langsung dibatik dengan tangan beliau sendiri.

Seiring waktu, beliau mulai menyewa sawah yang ternyata sukses sehingga bisa untuk modal membeli sawah sendiri, bahkan bisa membeli tanah yang berada di sekitar tempat tinggal beliau.


Alhasil, semua tanah komplek asrama santri Pondok Pesantren Lirboyo yang lama dan yang kemudian ditinggali oleh putri-putri dan cucu beliau di Lirboyo adalah hasil dari jerih payah Bu Nyai Dlomroh.


Semoga amal jariyah beliau diterima oleh Alloh Swt dan kita mendapatkan berkah dari pancaran keikhlasan dan ilmu dari KH. Abdul Karim dan istrinya serta para putra dan cucu penerusnya.

kisah Gus Mik Kamanungsan

 



Gus Mik Kamanungsan, Sebuah Kisah di Watu Congol Kita ini, kalau ngomongin dunia pesantren, seringnya terkesima dengan cerita-cerita yang serba “wah”, penuh karomah yang bisa bikin kita menghela napas sambil geleng-geleng kepala. Tapi, namanya juga dunia orang-orang khumul (sederhana, tidak menonjolkan diri), kadang keajaiban itu disajikan dengan bumbu guyonan dan "kecelakaan" kecil yang justru lebih mengena di hati. Ambil contoh kisah yang satu ini. 


Alkisah, ada seorang santri muda yang kelak kita kenal sebagai Gus Mik Ploso. Beliau ini, sewaktu mondok (menuntut ilmu di pesantren) di Pondok Pesantren Watu Congol, Magelang yang di asuh Mbah kyai Dalhar, sosok alim, allaamah, Ahli sholawat, istiqamah menjalankan Thariqah ta’lim wa ta’allum (jalan belajar-mengajar), dan juga mursyid (pembimbing) Tarekat Syadziliyyah. 


Bayangkan, hidupnya sederhana, ahli wirid, dan selalu dalam koridor ilmu. Lha, santri-nya, yang bernama Gus Mik muda, punya kebiasaan yang sedikit... nyentrik. Kalau malam tiba, bukannya sibuk muthala’ah (mengulang pelajaran), Gus Mik ini lebih suka melekan (begadang) sambil main kartu (tapi katanya tanpa taruhan, lho!) dan catur. Namanya juga anak muda, kan? Petaka di Kolam Mandi kenyentrikan Gus Mik tidak berhenti di situ, Suatu saat para santri di Watu Congol geger. Mereka menyaksikan Gus Mik berjalan tenang menapak di atas air kolam yang biasa digunakan santri untuk mandi. Kolam, lho, bukan danau atau sungai yang luas. Kolam mandi. Santri-santri bisik-bisik, "Wah, keranat ! Hebat Gus Mik!" Tentu saja, cerita ini segera sampai ke telinga Mbah Kyai Dalhar. 


Kita tahu, Kyai-Kyai zaman dulu itu tipenya khumul total. Karomah itu urusan Allah, bukan untuk dipamerkan apalagi dijadikan bahan jualan. Mereka takut betul dengan virus ujub (bangga diri) dan pamer yang bisa merusak kebersihan hati. Puncaknya terjadi suatu hari. 


Ketika Gus Mik sedang asyik berjalan di atas air kolam, seolah itu cuma lantai ubin, beliau kepergok langsung oleh Mbah Kyai Dalhar. Mbah Kyai tidak marah-marah apalagi menghardik. Beliau hanya menunjuk ke arah Gus Mik yang sedang ‘berjalan’ di air, lalu beliau dawuh dengan nada yang lembut sekali: 


"Awas, hati-hati, bisa tenggelam lho, Gus..." Dan apa yang terjadi? Deg, Gus Mik benar-benar tenggelam. Amblas ke dalam kolam! Untungnya, Gus Mik ini sudah terbiasa berenang di Sungai Brantas sejak kecil, jadi kecelakaan kecil ini hanya berakhir dengan basah kuyup. 


Tapi, ada yang lebih penting dari sekadar basah. Sejak saat itu, konon, Gus Mik tidak bisa lagi 'berjalan' menapakkan kakinya di atas air. Hikmah dari Sebuah "Kecelakaan" Coba kita renungkan. mbah Yai dalhar hanya perlu mengucapkan satu kalimat lembut untuk 'menghilangkan' sebuah keistimewaan. Bukan dengan marah, bukan dengan ancaman, melainkan dengan perhatian yang tulus, pehuh welas asih. Ini merupakan bukti dakwah bil-hikmah yang di lakukan Kiai-Kiai Nusantara tempo dulu. 


Mereka tidak suka menampakkan keistimewaan. Mereka juga tidak suka santri-santrinya pamer karomah atau kesaktian. Sebab, keajaiban itu hanyalah ujian. Keajaiban itu bisa menjerumuskan pada sifat ujub (berbangga diri) dan sombong (merasa lebih dari yang lain). 


Mbah Kiai Dalhar seolah berkata: Kehebatan hakiki seorang santri itu bukan pada bisa berjalan di atas air, Gus ! Kehebatan itu pada keistiqomahan mengaji dan menjalankan syariat, pada kesederhanaanmu, dan pada kebersihan hatimu ! 


Kalau kata Gus Dur mungkin begini: 


"Lha, untuk apa bisa jalan di atas air? Nanti kalau ada jembatan, malah repot. Mending jalan di darat, bisa sambil ngopi." 


Dan tentu saja, setelah insiden 'tenggelam' itu, Gus Miek mungkin berpikir, Ah, ma in catur dan kartu jauh lebih aman.


Wallahu a'lam.

RAHWANA SANG PECINTA SEJATI

 RAHWANA SANG PECINTA SEJATI



Epos sejarah menceritakan suatu ketika, Rahwana sang Raja Alengka kepincut dengan paras cantik milik Dewi Shinta, seorang putri dari kerajaan Mantilireja.


Sebenarnya Rahwana adalah sosok pria yang sangat setia. Terbukti, ketika Dewi Widowati istrinya meninggal dunia, Rahwana tidak menikah lagi untuk kurun waktu yang lama. Hingga akhirnya semesta mempertemukan Rahwana dengan Dewi Sinta yang memiliki paras dan perilaku sama persis dengan mendiang istrinya.


Namun ternyata cinta Rahwana hanya bertepuk sebelah tangan. Dewi Sinta saat itu sudah dipersunting oleh Rama, seorang Raja Ayodya yang tampan dan juga gagah perkasa.


Rahwana sebenarnya mencoba melupakan sosok Dewi Sinta dari hatinya. Namun semakin dilupakan, semakin tersiksa pula batinnya.


Hingga suatu saat, sang Raja Alengka punya pikiran nekat untuk menculik Dewi Sinta guna membawa ke kerajaannya.


Rencana itu pun sukses. Dewi Sinta berhasil dia bawa ke dalam kerajaannya. Awalnya sang Dewi ketakutan dengan apa yang terjadi terhadap dirinya. Namun seiring berjalannya waktu, Dewi Sinta nyaman juga berada di griya sang Rahwana.


Dewi Sinta merasa nyaman? Ya, karena Rahwana tidak pernah sekalipun menyentuh kulit bening milik Dewi Sinta, apalagi berniat untuk mencabuli pujaan hatinya.


Rahwana menggadaikan kesaktiannya, keperkasaannya dan kekuasaannya hanya untuk melayani sang Dewi sepenuh hati. Makan, tidur, bahkan untuk perawatan kecantikan Dewi Sinta pun selalu diberikan yang terbaik oleh nya.


Bagi Rahwana, biarlah cinta itu hadir di dalam hati pujaan hatinya, tumbuh dengan sendirinya. Meskipun harus menunggu seribu tahun lamanya.


Namun harapan Rahwana itu ternyata tidak berlangsung lama, Hanoman si Raja Kera yang sakti mandraguna datang untuk menyelamatkan Dewi Sinta atas suruhan suaminya Rama.


Rahwana kalah, Rahwana pun meninggal dalam genggaman cinta suci, terhadap Dewi Sinta pujaan hatinya.


Namun, sekembalinya ke Ayodya, kenyataan perih harus diterima oleh Dewi Sinta.


Rama suaminya curiga, bahwa istrinya Dewi Sinta tidak suci lagi. Rama menuduh istrinya sudah "dikotori" oleh Rahwana.


Jelas tuduhan itu membuat sang Dewi Sinta sedih. Karena memang dirinya sedikit pun tidak disentuh oleh sang Raja Alengka.


Kekecewaan Dewi Sinta ini berujung pada kondisi fisiknya, hingga tak lama akhirnya ajal merenggut raganya.


Cinta Rahwana yang tanpa syarat, ternyata jauh lebih besar dari cinta dari Rama, seseorang yang dianggap separuh nyawa olehnya.


Rahwana sang pecinta sejati, yang rela mati demi sebuah cinta suci..


🙏🙏🙏

23 Januari 2026

MENGENAL PARA WALI ALLAH

 MENGENAL PARA WALI ALLAH


Pengantar Singkat: Apa itu Hadhorot dan Quthub?

Hadhorot (حَضَرَات) berarti kehadiran ruhani atau maqām kosmik tempat para wali menjalankan fungsi ilahiah atas izin Allah, bukan kekuasaan mandiri.


Quthub (قطب) berarti poros. Dalam tasawuf, ia adalah pusat peredaran ruhani alam, bukan nabi, bukan rasul, tapi wali paling tinggi pada zamannya.

Semua tingkatan ini bukan hirarki kekuasaan, tapi hirarki amanah dan fungsi ruhani.


1. Qutbi Nuqobā’ (نقباء)


Jumlah umum: 12 orang

🔹 Nuqobā’ berarti “para pengawas rahasia batin manusia”.

🔹 Tugasnya:

Mengetahui keadaan batin manusia

Menjaga stabilitas iman umat

Membantu perbaikan akhlak secara halus

🌀 Mereka bekerja di wilayah qalb (hati) umat.


2. Qutbi Nujabā’ (نجباء)


Jumlah umum: 8 orang

🔹 Nujabā’ berarti “orang-orang mulia pilihan”.

🔹 Tugasnya:

Menghilangkan kesempitan batin umat

Menjadi penenang konflik sosial

Menurunkan rahmat pada wilayah tertentu

🌀 Wilayah kerja: ruh (jiwa sosial dan kemanusiaan)


3. Qutbil Abdāl (أبدال)


Jumlah terkenal: 40 orang

🔹 Abdāl berarti “pengganti”.

🔹 Jika satu wafat, langsung diganti tanpa diketahui manusia.

🔹 Ciri khas:

Hatinya selalu ridha

Doanya mustajab dalam musibah alam

Menjadi sebab turunnya hujan & keselamatan

🌀 Mereka adalah penyangga dunia.


4. Qutbil Afrād (أفراد)


Jumlah: sangat sedikit (kadang 1–3)

🔹 Afrād berarti “yang sendirian”.

🔹 Mereka:

Tidak terikat struktur wali

Langsung menerima dari Allah tanpa perantara

Sering tidak dikenal, bahkan oleh wali lain

🌀 Inilah wali sunyi, sering hidup biasa, tapi maqamnya sangat tinggi.


5. Qutbil Autād (أوتاد)


Jumlah: 4 orang

🔹 Autād berarti “pasak”.

🔹 Mereka:

Menjaga keseimbangan empat penjuru bumi

Menahan guncangan batin & fisik dunia

Biasanya menetap di arah timur, barat, utara, selatan

🌀 Jika satu Autād wafat, dunia terasa “goyang”.


6. Qutbil Akhyār (أخيار)


Jumlah: banyak, tidak tetap

🔹 Akhyār berarti “orang-orang baik”.

🔹 Ciri:

Akhlaknya sangat luhur

Menjadi contoh hidup kebaikan

Belum tentu punya karamah zahir

🌀 Mereka adalah wali publik, mudah dicintai masyarakat.


7. Qutbil Abrār (أبرار)


🔹 Abrār berarti “orang-orang yang sangat jujur dan lurus”.

🔹 Fokus mereka:

Kesucian amal

Kejujuran niat

Keteguhan syariat

🌀 Banyak dari mereka tidak dikenal sebagai wali, tapi hidupnya bersih.


8. Qutbil Malāmatiyyah (ملامتية)


🔹 Malāmatiyyah adalah wali yang menyembunyikan kewaliannya.

🔹 Ciri khas:

Sengaja terlihat biasa atau bahkan “diremehkan”

Tidak ingin dihormati

Takut riya lebih dari takut dosa

🌀 Ini maqam ikhlas paling tajam.


9. Qutbil Imāmain (إمامين)


Jumlah: 2 orang

🔹 Disebut dua imam ruhani.

🔹 Fungsi:

Membantu Quthub utama

Mengatur jalannya tugas wali secara batin

🌀 Mereka seperti “tangan kanan dan kiri” Quthub.


10. Qutbil Ghouts (غوث)


🔹 Ghouts berarti “penolong utama”.

🔹 Ini Quthub tertinggi pada zamannya.

🔹 Doanya:

Menjadi sebab tertolongnya umat

Menjadi rujukan batin semua wali

⚠️ Dalam satu zaman hanya satu Ghouts.


11. Qutbi Rijālullāh (رجال الله)


🔹 Artinya “manusia-manusia Allah”.

🔹 Ini istilah umum, mencakup:

Semua wali sejati

Orang yang hidupnya sepenuhnya untuk Allah

Bisa dari level mana pun

🌀 Mereka dikenali bukan dari karamah, tapi keteguhan tauhidnya.


12. Qutbil Aqthāb (أقطاب)


🔹 Aqthāb adalah jamak dari Quthub.

🔹 Istilah ini:

Kadang merujuk pada seluruh poros wali

Kadang pada Quthub-Quthub lintas zaman

Dalam makna tinggi: wali yang sudah fana fi al-iradah

🌀 Ini wilayah tauhid af‘āl dan sifat.


Penutup Penting (Agar Lurus)

✔️ Semua wali tidak punya kuasa sendiri

✔️ Semua terjadi bi idznillah

✔️ Wali tertinggi tetap di bawah Nabi Muhammad ﷺ

✔️ Tujuan tasawuf bukan jadi wali, tapi jadi hamba sejati


Kisah Tanah Sunda

AMALAN SUNNAH HARI JUM'AT

 AMALAN-AMALAN SUNNAH HARI JUM'AT



Disebutkan dalam Kitab Nihayatuzzain halaman 165-167 ada beberapa kegiatan sunnah bagi orang yang hendak menunaikan Sholat Jum'at, di antaranya:


1. Mandi Jum'at

Waktu paling utama untuk mandi Jum'at adalah mendekati waktu berangkat ke masjid.


2. Berangkat lebih awal

Waktu pertama dimulai sedari munculnya fajar. 


3. Berangkat dengan jalan kaki

Dalam satu riwayat Nabi Muhammad ﷺ menyampaikan: orang yang membasuh baju dan kepalanya kemudian mandi untuk sholat Jum'at lalu berangkat lebih awal dan jalan kaki tanpa berkendara, dan mendekat posisi imam dan fokus mendengarkan khotbah maka setiap langkahnya dihitung pahala puasa dan ibadah satu tahun. 


4. Memakai pakaian warna putih yang paling baik


5. Memakai serban (sejenis kain panjang yang dililitkan di kepala) 


6. Memakai parfum


7. Memotong kuku baik tangan maupun kaki, begitupula rambut jika sudah gondrong, mencabut bulu ketiak, mencukur kumis dan bulu kemaluan


8. Memperbanyak baca Surah Al-Kahfi

Minimal 3 kali. 


9. Memperbanyak bacaan Sholawat

Minimal 300 kali di waktu malam dan 300 kali di waktu siangnya. 


Bacaan sholawat yang disebutkan dalam Fatawa Ibnu Hajar adalah:


اللّهُمَّ صَلِّ أَبَدًا أَفْضَلَ صَلَوَاتِكَ عَلَى سَيِّدِنَا عَبْدِكَ وَنَبِيِّكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَسَلِّمْ عَلَيْهِ تَسْلِيمًا كَثِيْرًا وَزِدْهُ تَشْرِيْفًا وَتَكْرِيْمًا وَأَنْزِلْهُ الْمَنْزِلَ الْمُقَرَّبَ عِنْدَكَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ


10. Memperbanyak do'a 


11. Memperbanyak sedekah dan berbuat kebaikan

22 Januari 2026

Doa Tolak Bala

 Doa Daf'ul Bala'





21 Januari 2026

Fakta Ilmiah dibalik Waktu Sholat

 Subhanallah!



Inilah Fakta Ilmiah dibalik Waktu Sholat


Shalat adalah suatu kewajiban dari Allah atas setiap orang mukmin. Dimana Allah memerintahkannya dalam sejumlah firman-Nya yang termaktub dalam Al-Qur’an. Firman Allah :


“Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” 


Dalam ayat lain Allah berfirman, “Peliharalah segala shalat dan (peliharalah) shalat wustha.” 


Rasulullah menjadikan shalat sebagai tiang kedua dari tiang-tiang bangunan Islam yang lima, seraya berkata,


“Islam didirikan di atas lima tiang, yaitu: bersaksi bahwa sesungguhnya tidak ada sesembahan yang berhak di ibadahi selain Allah dan sesengguhnya Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, melaksanakan ibadah haji ke Baitullah serta berpuasa dibulan Ramadhan.” 


Shalat fardhu ada lima: zhuhur, ashar, maghrib, ‘isya, dan subuh. Sebagaimana yang dijelaskan dalam riwayat berikut ini:


Dari Anas bin Malik ia berkata, “Telah difardhukan atas Nabi pada malam Isra’ shalat sebanyak lima puluh (waktu), kemudian dikurangi hingga menjadi lima waktu. Kemudian, Beliau di seru: “Ya, Muhammad, sesungguhnya ketetapan disisi-KU tidak bisa diubah. Dan untukmu shalat lima (waktu) ini sama dengan lima puluh (waktu).” 


Dari Thalhah bin Ubaidillah bahwa ada seorang Arab Badwi datang kepada Rasulullah dengan rambut yang tidak tersisir seraya berkata, Ya, Rasulullah beritahukan kepadaku shalat yang Allah fardhukan kepadaku!” jawab Beliau: “Shalat yang lima (waktu) kecuali kalau engkau mau shalat tathawwu (shalat sunnah).” 


Dibalik wajibnya melaksanakan Shalat Fardhu, ternyata dari waktu sholat yang 5 waktu itu terkandung banyak hikmah yang bisa kita dapatkan dilihat dari faktor kesehatan, ilmu pengetahuan, psikologi dan lain-lain. Berikut pengamatan para ahli di bidangnya mengenai masalah waktu sholat, salah satu rukun Islam, karena ada rahasia dibalik peralihan/perpindahan waktu sholat.


Setiap perpindahan/peralihan waktu sholat sebenarnya bersamaan dengan terjadinya perubahan tenaga alam yang bisa diukur dan dirasakan melalui perubahan warna alam. Fenomena perubahan warna alam ini tidak asing bagi penggemar dan praktisi fotografi/video/film juga dalam industri cahaya/lampu,percetakan, astrofisika dan lain-lain karena ada istilah suhu/temperatur warna (color temperature) dimana kalau siang itu bluish (kebiru-biruan) dan kalau sore itu reddish(kemerah-merahan)- Suhu warna biasanya menggunakan satuan Kelvin (K) sebagai perangkat pengukurannya.


WAKTU SUBUH

Pada waktu subuh, alam berada dalam spectrum warna biru muda yang bersesuaian dengan frekuensi tiroid (kelenjar gondok). Dalam ilmu Fisiologi (Ilmu Faal-salah satu dari ilmu biologi yang mempelajari berlangsungnya sistem kehidupan) tiroid mempunyai pengaruh terhadap sistem metabolisma tubuh manusia. Warna biru muda juga mempunyai rahasia tersendiri berkaitan dengan rejeki dan cara berkomunikasi. Mereka yang masih tertidur nyenyak pada waktu Subuh akan menghadapi masalah rejeki dan komunikasi. Mengapa? Karena tiroid tidak dapat menyerap tenaga biru muda di alam ketika roh dan jasad masih tertidur. Pada saat azan subuh berkumandang, tenaga alam ini berada pada tingkatan optimum. Tenaga inilah yang kemudian diserap oleh tubuh kita terutama pada waktu ruku dan sujud


WAKTU ZUHUR

Alam berubah menguning dan ini berpengaruh kepada perut dan sistem pencernaan manusia secara keseluruhan. Warna ini juga punya pengaruh terhadap hati. Warna kuning ini mempunyai rahasia berkaitan dengan keceriaan seseorang. Jadi bagi mereka yang selalu ketinggalan atau melewatkan sholat Zuhur berulang kali akan menghadapi masalah dalam sistem pencernaan serta berkurang keceriaannya


WAKTU ASHAR

Alam berubah lagi warnanya menjadi jingga/oranye (warna antara merah dan kuning). Hal ini berpengaruh cukup signifikan terhadap organ tubuh yaitu prostat ( kelenjar eksorin pada pria jantan, fungsi utamanya adalah untuk mengeluarkan dan menyimpan sejenis cairan yang menjadi dua pertiga bagian dari air mani), rahim , ovarium/ indung telur (kelenjar kelamin wanita) , dan testis (kelenjar kelamin jantan) yang merupakan sistem reproduksi secara keseluruhan. Warna oranye di alam juga mempengaruhi kreativitas seseorang. Orang yang sering ketinggalan waktu Asar akan menurun daya kreativitasnya. Disamping itu organ-organ reproduksi ini juga akan kehilangan tenaga positif dari warna alam tersebut


WAKTU MAGHRIB

Warna alam kembali berubah menjadi merah. Sering pada waktu ini kita mendengar banyak nasehat orang tua agar tidak berada di luar rumah. Nasehat tersebut ada benarnya karena pada saat Maghrib tiba, spektrum warna alam selaras dengan frekuensi jin dan iblis. Pada waktu ini jin dan iblis amat bertenaga(powerful) karena mereka bergema atau ikut bergetar dengan warna alam. Mereka yang sedang dalam perjalanan sebaiknya berhenti sejenak dan mengerjakan sholat Maghrib terlebih dahulu. Hal ini lebih baik dan lebih selamat karena pada waktu ini banyak gangguan (interferensi-interaksi antar gelombang dalam satu daerah-bisa membangun dan merusak) atau terjadi tumpang-tindih dua atau lebih gelombang yang berfrekuensi sama atau hampir sama dan bisa menimbulkan fatamorgana yang bisa mengganggu mata(penglihatan) kita


WAKTU ISYA

Selanjutnya pada waktu ini warna alam berubah menjadi nila (indigo) dan selanjutnya menjadi gelap. Waktu Isya mempunyai rahasia ketenteraman dan kedamaian yang frekuensinya sesuai dengan sistem kontrol otak. Mereka yang sering ketinggalan waktu Isya akan sering merasa gelisah. Untuk itulah ketika alam mulai diselimuti kegelapan, kita dianjurkan untuk mengistirahatkan tubuh ini. Dengan tidur pada waktu ini, keadaan jiwa kita berada pada gelombang Delta dengan frekuensi dibawah 4HZ (Hertz adalah satuan ukur untuk frekuensi) dan seluruh sistem tubuh memasuki waktu rehat


Selepas tengah malam, alam mulai bersinar kembali dengan warna-warna putih, merah jambu dan kemudian ungu. Perubahan warna ini selaras dengan kelenjar pineal (badan pineal atau “mata ketiga”, sebuah kelenjar endokrin pada otak)kelenjar pituitary (hipofisis), thalamus(struktur simetris garis tengah dipasangkan dalam otak vertebrata termasuk manusia dan fungsinya mencakup sensasi menyampaikan, rasa khusus dan sinyal motor ke korteks serebral, bersama dengan pengaturan kesadaran, tidur dan kewaspadaan) dan hypothalamus(hipotalamus-bagian otak yang terdiri dari sejumlah nucleus dengan berbagai fungsi yang sangat peka terhadap steroid, glukokortikoid, glukosa dan suhu). Maka sebaiknya kita bangun lagi pada waktu ini untuk mengerjakan sholat malam(tahajud).


Demikianlah ringkas hubungan antara waktu shalat dengan warna alam. Manusia sebaiknya sadar akan pentingnya tenaga alam. Faktor-faktor inilah yang mendasar kegiatan meditasi seperti taichi, qi-gong dan sebagainya. Kegiatan meditasi ini dilakukan untuk menyerap tenaga-tenaga alam ke sistem tubuh. Kita sebagai umat Islam sepatutnya bersyukur karena telah di’karuniakan’ syariat shalat oleh Allah SWT sehingga jika laksanakan sesuai aturan maka secara tak sadar kita telah menyerap tenaga alam ini. Ini mungkin belum pernah terfikir oleh kita sebelumnya.


Inilah hakikat mengapa Allah SWT yang memiliki sifat Pengasih dan Penyayang mewajibkan shalat kepada kita sebagai hambaNYA. Sebagai Pencipta Allah swt mengetahui bahwa hambaNYA amat sangat memerlukan-Nya. Shalat di awal waktu akan membuat badan semakin sehat.


Semoga informasi ini dapat menambah semangat kita untuk melaksanakan shalat tepat pada waktunya , dan bersegera ke mesjid bagi laki-laki.


jangan lupa setelah baca di BAGIKAN, semakin banyak yg mem*BAGIKAN* semakin banyak yang baca dan semakin banyak pula manfaat nya....

Tafsir Surat Al-Ikhlas dari Tafsir Jalalain

 Tafsir Surat Al-Ikhlas dari Tafsir Jalalain



Allah Ta’ala berfirman,

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ (1) اللَّهُ الصَّمَدُ (2) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (3) وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (4


Artinya:

Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa.

Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,

dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”.

(QS. Al-Ikhlas: 1-4) 


KETERANGAN DALAM TAFSIR JALALAIN

Surah ini adalah surah Makkiyah (turun sebelum hijrah) atau bisa juga surah Madaniyah (turun bakda hijrah), terdiri dari empat ayat.


TAFSIR JALALAIN DARI SURAH AL-IKHLAS

Imam Jalaluddin Al-Mahalli rahimahullah berkata,


سُئِلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ رَبِّهِ فَنَزَلَ:


{ قُلْ هُوَ الله أَحَدٌ } فَاللهُ خَبَرُ «هُوَ» وَ «أَحَدٌ» بَدَلٌ مِنْهُ أَوْ خَبَرٌ ثَانٍ .


Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya tentang Rabbnya, lantas turunlah firman Allah:


(Katakanlah, “Dialah yang Maha Esa”), lafaz jalalah “Allah” adalah khabar dari lafaz “huwa”, sedangkan lafaz “ahadun” adalah badal dari lafaz jalalah “Allah”, atau khabar kedua dari lafaz “huwa”.


{ اللهُ الصَّمَدُ } مُبْتَدَأٌ وَخَبَرٌ : أَيْ المَقْصُوْدُ فِي الحَوَائِجِ عَلَى الدَّوَامِ .


(Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu), lafaz ayat ini terdiri dari mubtada dan khabar (lafaz jalalah “Allah” adalah mubtada dan “Ash-Shamad” adalah khabar). Kalimat tersebut berarti Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu untuk selama-selamanya.


{ لَمْ يَلِدْ } لاِنْتِفَاءِ مُجَانِسَتِهِ . { وَلَمْ يُولَدْ } لاِنْتِفَاءِ الحُدُوْثِ عَنْهُ .


(Dia tiada beranak), karena tiada yang menyamai Allah atau sejenis dengan Allah, (dan tidak pula diperanakkan) karena mustahil hal ini terjadi bagi-Nya.


{ وَلَمْ يَكُنْ لَّهُ كُفُواً أَحَدٌ } أَيْ مُكَافِئاً ومُمَاثِلاً وَ «لَهُ» مُتَعَلِّقٌ بِ «كُفَواً» وَقُدِّم عَلَيْهِ لِأَنَّهُ مَحَطُّ القَصْدِ بِالنَّفْيِ ، وَأُخِّرَ «أَحَدٌ» وَهُوَ اِسْمُ «يَكُنْ» عَنْ خَبَرِهَا رِعَايَةً لِلفَاصِلَةِ .


(Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Allah), atau yang semisal dengan-Nya. Lafaz “lahu” berkaitan (muta’alliq) kepada lafaz “kufuwan”. Lafaz “lahu” ini didahulukan karena dialah yang menjadi subjek penafian. Kemudian lafaz “ahadun” diakhirkan letaknya padahal ia sebagai isim dari lafaz “yakun”, sedangkan khabar yang seharusnya berada di akhir mendahuluinya. Demikian itu karena menjaga fasilah atau kesamaan bunyi pada akhir ayat.


CATATAN DARI TAFSIR JALALAIN

Surah Al-Ikhlas khusus membicarakan tentang Allah. Itulah alasannya kenapa surah Al-Ikhlas disebut sepertiga Al-Qur’an (tsulutsul Quran) karena dalam Al-Qur’an dibicarakan khusus tentang Allah. Padahal Al-Qur’an kandungannya adalah hukum, berita (cerita), dan tauhid.

Bahasan yang ada dari tafsir surah Al-Ikhlas dari Tafsir Jalalain adalah penafsiran dari sisi bahasa, lebih khusus dari sisi ilmu nahwu.

Allah itu Ahad (Maha Esa).

Allah itu Ash-Shamad, artinya Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu untuk selama-selamanya.

Allah tidak beranak dan juga tidak diperanakkan karena memang tidak ada yang sejenis dengan Allah dan sifat itu mustahil bagi Allah.

Tidak ada yang sekufu (setara) atau semisal dengan Allah.

Ayat Al-Qur’an punya kekhasan dengan diakhiri huruf yang sama, seperti dalam surah Al-Ikhlas dengan huruf “dal”.

 


FAEDAH DARI TAFSIR JALALAIN BERDASARKAN TINJAUAN NAHWU


هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ


Huwa : mubtada’

Lafaz jalalah “Allah” : khabar pertama


Ahadun : khabar kedua (badal minhu dari lafaz jalalah “Allah)


اللهُ الصَّمَدُ


Lafaz jalalah “Allah” : mubtada’


Ash-Shamad : khabar


وَلَمْ يَكُنْ لَّهُ كُفُواً أَحَدٌ


Yakun : merafa’kan isim dan menashbkan khabar


Lahu : muta’alliq (berkaitan) dengan kufuwan


Kufuwan : khabar dari yakun yang dikedepankan


Ahadun : isim dari yakun yang diakhirkan


Semoga mendapatkan ilmu yang bermanfaat.


Mendalami Nama Allah Ash-Shamad dalam Surat Al-Ikhlas


Referensi:

Tafsir Al-Jalalain. Cetakan kedua, Tahun 1422 H. Jalaluddin Muhammad bin Ahmad bin Muhammad Al-Mahalli dan Jalaluddin ‘Abdurrahman bin Abu Bakar As-Suyuthi. Ta’liq: Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfury. Penerbit Darus Salam.

Tafsir Jalalain. Penerbit Pustaka Al-Kautsar.

19 Januari 2026

mengasuh anak

 KH Achmad Chalwani Nawawi membagikan ijazah doa mengasuh bayi. Dan doa ini juga bisa untuk anak yang memiliki perilaku yang buruk atau kurang ajar.


Kiai Chalwani yang juga Mursyid thariqah Qadiriyah/Naqsyabandiyah Berjan Purworejo ini mendapat ijazah doa dari KH Imam Yahya Mahrus Aly Lirboyo, yang dapat dibaca ketika momong atau mengasuh bayi.


Doa yang berupa dzikir ini dapat dibaca juga untuk anak yang mbejujag, yaitu egois, keras kepala, atau kurang ajar.


Berikut adalah dzikir sekaligus doa tersebut:


لَا إلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِيْنُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللّٰهِ صَادِقُ ِالْوَعْدِ الْأَمِيْن


La ilaha illallah Almalikul haqqul mubin Muhammadur Rasulullah shadiqul wa’dil amin


#doaislam

#doaislami

#khachmadchalwani

#ijazahdoa



BERJABAT TANGAN SEUSAI SHOLAT

 BERJABAT TANGAN SEUSAI SHOLAT BID'AH? 



Syaikh Izzuddin bin Abdissalam mengutarakan bahwa berjabat tangan seusai sholat termasuk bid'ah yang mubah (tidak ada anjuran maupun larangan). 


Menurut pendapat yang dipilih adalah sebagai berikut:


1. Jika berjabat tangan dengan orang yang sudah ditemui sebelum sholat maka hukumnya mubah. 


2. Jika berjabat tangan dengan orang yang belum ditemui sebelum sholat maka hukumnya dianjurkan. Sebab berjabat tangan saat bertemu seseorang hukumnya sunnah.


📝📝📝


Al-Mu'tamad Fil Fiqh Al-Syafi'i jilid 1 halaman 318

amalan jumat terakhir bulan Rojab

 Dawuhe Guru, Mbah Yai Maimoen Sarang :



Usahakan kalau jumat terakhir bulan Rojab berangkat sholat Jum'at lebih awal dari biasanya. Dan perbanyak baca Istighfar.

Kalau bisa istighfar ini baca 7.000 / 700 / 70 kali. Kalau gak bisa, minimal ya baca 7 kali.


Dan jangan sampe gak baca Istighfar ini :


اَسْتَغْفِرُ اللّهَ الْعَظِيْمَ
اَلّذِي لَاإلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيَّ القَيُّوْمَ
وَاَتُوْبُ اِلَيْهِ

تَوْبَةَ عَبْدٍ ظَالِمٍ لَايَمْلِكُ لِنَفْسِهِ نَفْعًا وَلَاضَرًّا وَلَامَوْتًا وَلاَحَيَاةً وَلَانُشُوْرًا


" AstaghfiruLLOHal 'adhiim alladzi laa ilaaha illa Huwal Hayyal Qoyum wa atuubu ilaih. Taubata abdin dholimin laa yamliku linafsihi naf'an walaa dlorron walaa mautan walaa hayaatan walaa nusyuuro".


Kemudian ketika khutbah kedua (kalau bisa pas Khotib baca Doa "Allohummaghfir..." ) maka bacalah bacaan ini sebanyak 35 kali


 أحْمَدُ رَسُوْلُ اللهِ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ الله


" AHMADU ROSULULLOH, MUHAMMADUR ROSULULLOH 35x"


Insya Alloh rizqinya selama setahun akan di mudahkan oleh Alloh SWT. dan kantongnya g akan sepi dari fulus.


Saya dapat ijazah dari Sydil Walid al Habib Salim As Syathiri, Mbah Yai Maimoen Zubair, Abah Abdurrohman al Atthos dan Guru2 yang lainnya.


Bismillah, Allohumma klung klung klung klung.


#PPPokoeNgajiSampeMati

#Matapagi_juwana

15 Januari 2026

Muraqqi I'd Fitri

 Muraqqi I'd Fitri



14 Januari 2026

tawasul singkat

 tawasul singkat 



doa yang dianjurkan dibaca setelah Shalat Fardhu

 Salah satu doa yang dianjurkan dibaca setelah Shalat Fardhu




12 Januari 2026

muqodimah pidato islami

 beberapa muqodimah awal pidato





 








wirid bakda sholat fardhu

 


Wirid dan Doa Setelah Sholat Fardhu Pesantren Tebuireng

Dalam kitab risalah al-Mu’awanah karya Sayyid Abdullah ibn Alawi ibn Muhammad al-Haddad, seyogyanya kita selalu rajin membaca zikir dan doa (yang dibaca) setelah sholat, dan yang berasal dari Nabi Saw. Demikian pula yang dibaca pada pagi dan sore hari serta ketika hendak dan setelah bangun tidur, dan sebagian (zikir dan doa lain) pada waktu dan keadaan setiap saat.


Berikut zikir setelah sholat fardhu yang dibaca di Pesantren Tebuireng,



أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِـيْمَ الَّذِيْ لَااِلَهَ اِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ ×٣

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِأَصْحَابِ الْحُقُوْقِ الْوَاجِبَاتِ عَلَيَّ وَلِمَشَايِخِنَا وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَوَالْمُؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. ×3

لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ،لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. ×3

اللّٰهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ وَإِلَيْكَيَعُوْدُ السَّلَامُ فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلَامِ وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ دَارَ السَّلَامِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَا ذَاالْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسۡمِ اللهِ الرَّحۡمٰنِ الرَّحِيۡمِ. اَلۡحَمۡدُ لِلّٰهِ رَبِّ الۡعَالَمِيۡنَ. الرَّحۡمٰنِ الرَّحِيۡمِ. مٰلِكِ يَوۡمِ الدِّيۡنِ. إِيَّاكَ نَعۡبُدُ وَإِيَّاكَ نَسۡتَعِيۡنُ. اِهۡدِنَا الصِّرَاطَ الۡمُسۡتَقِيۡمَ. صِرَاطَ الَّذِيۡنَ اَنۡعَمۡتَ عَلَيۡهِمۡ غَيۡرِ الۡمَغۡضُوۡبِ عَلَيۡهِمۡ وَلَاالضَّآلِّيۡنَ.‏ آمِيْن

وَإِلٰهُكُمْ إِلٰهٌ وَحِدٌ لَّآ إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمٰنُالرَّحِيْمُ. اَللّٰهُ لَآ إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ وَلَا يَئُوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ.

إِلٰهِيْ رَبِّ أَنْتَ مَوْلٰنَا. سُبْحَانَ اللهِ ×33

سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهٖ. اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ ×33

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ عَلٰى كُلِّ حِالٍ وَنِعْمَةٍ. اَللهُ أَكْبَرُ ×33

اَللهُ اَكْبَرُكَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا. لآ اِلٰهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهٗ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ.

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ. ×3

 إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ. أَفْضَلُ الذِّكْرِ فَاعْلَمْ أَنَّهُ :

لَآ اِلٰهَ اِلَّا اللهُ. مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

لَآ اِلٰهَ اِلَّا اللهُ ×33

مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

إلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ الْمُصْطَفٰى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلٰى آلِهِ وَأَزْوَاجِهِ وَذُرَّيَّا تِهِ اَلْفَاتِحَةُ …

خُصُوْصًا إِلٰى رُوْحِ الشَّيْخِ مُحَمَّد هَاشِم أَشْعَرِي وَإِلٰى رُوْحِ الشَّيْخِ عَبْد الوَهَّاب حَسْبُ الله وَإِلٰى رُوْحِ الشَّيْخَ أَحْمَد بَيْضَاوِي لَهُمُ الْفَاتِحَةُ …

 

Setelah tawassul dan membaca Al-Fatihah, kemudian membaca doa berikut :


Doa Setelah Sholat Fardhu
أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّحِيمِ. بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. حَمْدًا يُوَافِيْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيدَهُ. يَارَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ الْكَرِيمِ وَعَظِيمِ سُلْطَانِكَ. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَ لِوَالِدِيْنَا وَارْحَمْهُمْ كَمَا رَبَّوْنَا صِغَارًا. اللّٰهُمَّ انْفَعْنَا بِمَا عَلَّمْتَنَا وَ عَلِّمْنَا مَا يَنْفَعُنَا وَ زِدْنَا عِلْمًا. اللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا وَ أَصْحَابَنَا وَ ذُرِّيَّاتِنَا مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ وَ اَهْلِ الْخَيْرِ وَ لَا تَجْعَلْنَا وَإِيَّاهُمْ مِنْ أَهْلِ الشَّرِّ وَ أَهْلِ الضَّيْرِ. اللّٰهُمَّ نَوِّرْ قُلُوبَنَا بِنُوْرِ هِدَايَتِكَ كَمَا نَوَّرْتَ الْأَرْضَ بِنُورِ شَمْسِكَ أَبَدًا أَبَدًا بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ. اللّٰهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ. اللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ سَلَامَةً فِي الدِّيْنِ، وَعَافِيَةً فِي الْجَسَدِ، وَزِيَادَةً فِي الْعِلْمِ، وَبَرَكَةً فِي الرِّزْقِ، وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ، وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ، وَ مَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ اللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِي سَكَرَاتِ الْمَوْتِ، وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ، وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ. اللّٰهُمَّ يَا مُغْنِيَ كُلِّ فَقِيْرٍ، وَ يَا مُجْبِرَ كُلِّ كَسِيرٍ، وَيَا مُيَسِّرَ كُلِّ عَسِيرٍ. فَتَيْسِيرُ الْعَسِيرِ عَلَيْكَ يَسِيْرٌ. يَا مَنْ لَا يَحْتَاجُ إِلَى الْبَيَانِ وَ التَّفْسِيرِ، حَاجَاتُنَا إِلَيْكَ كَثِيْرٌ وَ أَنْتَ عَلِيْمٌ بِهَا وَ خَبِيْرٌ، بِجَاهِ الْبَشِيرِ النَّذِيْرِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْلَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَ بَارَكَ وَسَلَّمَ، وَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.
Setelah selesai membaca doa, baca sholawat berikut:

مَوْلَايَ صَلِّ وَسَلِّمْ دَائِماً أَبَدًا # عَلٰى حَبِيْبِكَ خَيْرِ الْخَلْقِ كُلِّهِمِ ×3

3xهُوَ الْحَبِيْبُ الَّذِيْ تُرْجَى شَفَاعَتُهُ # لِكُلِّ هَوْلٍ مِنَ الْأَهْوَالِ مُقْتَحِم×gh



hhh

3

Doa Untuk Kesembuhan

 Doa Untuk Kesembuhan 🤲🤲🤲🤲




Bilal sholat jumat

 bilal sholat jumat



delapan golongan sahabat yang mempengaruhi

 Telah berkata Abu Toyyib: Barang siapa yang duduk bersama delapan golongan maka pasti Allah akan menambah kepadanya delapan perkara:

قَالَ أَبُو الطَّيِّبِ: مَنْ جَلَسَ مَعَ ثَمَانِيَةِ أَصْنَافٍ زَادَهُ اللَّهُ ثَمَانِيَةَ أَشْيَاءَ: مَنْ جَلَسَ مَعَ الْأَغْنِيَاءِ زَادَهُ اللَّهُ حُبَّ الدُّنْيَا وَالرَّغْبَةَ فِيْهَا، وَمَنْ جَلَسَ مَعَ الْفُقَرَاءِ حَصَلَ لَهُ الشُّكْرُ وَالرِّضَا بِقِسْمَةِ اللَّهِ تَعَالَى، وَمَنْ جَلَسَ مَعَ السُّلْطَانِ زَادَهُ اللَّهُ الْقَسْوَةَ وَالْكِبْرَ، وَمَنْ جَلَسَ مَعَ النِّسَاءِ زَادَهُ اللَّهُ الْجَهْلَ وَالشَّهْوَةَ، وَمَنْ جَلَسَ مَعَ الصِّبْيَانِ ازْدَادَ مِن اللَّهْوِ، وَمَن جَلَسَ مَعَ الْفُسَّاقِ ازْدَادَ مِنْ الْجَرَاءَةِ عَلَى الذُّنُوبِ وَتَسْوِيفِ التَّوْبَةِ، وَمَنْ جَلَسَ مَعَ الصَّالِحِينَ ازْدَادَ رَغْبَةً فِي الطَّاعَةِ، وَمَن جَلَسَ مَعَ الْعُلَمَاءِ ازْدَادَ مِن الْعِلْمِ وَالْعَمَلِ.