25 Juni 2016

Kisah hikmah

Suatu hari, Umar sedang duduk di bawah pohon kurma dekat Masjid Nabawi. Di sekelilingnya, para sahabat sedang asyik mendiskusikan sesuatu.
Tiba-tiba datanglah 3 orang pemuda. Dua pemuda memegangi seorang pemuda lusuh yang diapit oleh mereka.
Ketika sudah berhadapan dengan Umar, kedua pemuda yang ternyata kakak beradik itu berkata :
"Tegakkanlah keadilan untuk kami, wahai Amirul Mukminin!"
"Qishashlah pembunuh ayah kami sebagai had atas kejahatan pemuda ini !".
Umar segera bangkit dan berkata :
"Bertakwalah kepada Allah, benarkah engkau membunuh ayah mereka, wahai anak muda?"
Pemuda lusuh itu menunduk sesal dan berkata :
"Benar, wahai Amirul Mukminin."
"Ceritakanlah kepada kami kejadiannya.", tukas Umar.
Pemuda lusuh itu kemudian memulai ceritanya :
"Aku datang dari pedalaman yang jauh, kaumku memercayakan aku untuk suatu urusan muammalah untuk kuselesaikan di kota ini. Sesampainya aku di kota ini, ku ikat untaku pada sebuah pohon kurma lalu kutinggalkan dia (unta). Begitu kembali, aku sangat terkejut melihat seorang laki-laki tua sedang menyembelih untaku, rupanya untaku terlepas dan merusak kebun yang menjadi milik laki-laki tua itu. Sungguh, aku sangat marah, segera ku cabut pedangku dan kubunuh ia (lelaki tua tadi). Ternyata ia adalah ayah dari kedua pemuda ini."
"Wahai, Amirul Mukminin, kau telah mendengar ceritanya, kami bisa mendatangkan saksi untuk itu.", sambung pemuda yang ayahnya terbunuh.
"Tegakkanlah had Allah atasnya!" timpal yang lain.
Umar tertegun dan bimbang mendengar cerita si pemuda lusuh.
"Sesungguhnya yang kalian tuntut ini pemuda shalih lagi baik budinya. Dia membunuh ayah kalian karena khilaf kemarahan sesaat", ujarnya.
"Izinkan aku, meminta kalian berdua memaafkannya dan akulah yang akan membayarkan diyat (tebusan) atas kematian ayahmu", lanjut Umar.
"Maaf Amirul Mukminin," sergah kedua pemuda masih dengan mata marah menyala,
"Kami sangat menyayangi ayah kami, dan kami tidak akan ridha jika jiwa belum dibalas dengan jiwa".
Umar semakin bimbang, di hatinya telah tumbuh simpati kepada si pemuda lusuh yang dinilainya amanah, jujur, dan bertanggung jawab.
Tiba-tiba si pemuda lusuh berkata :
"Wahai Amirul Mukminin, tegakkanlah hukum Allah, laksanakanlah qishash atasku. Aku ridha dengan ketentuan Allah", ujarnya dengan tegas.
"Namun, izinkan aku menyelesaikan dulu urusan kaumku. Berilah aku tangguh 3 hari. Aku akan kembali untuk diqishash".
"Mana bisa begitu?", ujar kedua pemuda yang ayahnya terbunuh.
"Nak, tak punyakah kau kerabat atau kenalan untuk mengurus urusanmu?", tanya Umar.
"Sayangnya tidak ada, Amirul Mukminin".
"Bagaimana pendapatmu jika aku mati membawa hutang pertanggung jawaban kaumku bersamaku?", pemuda lusuh balik bertanya kepada Umar.
"Baik, aku akan memberimu waktu tiga hari. Tapi harus ada yang mau menjaminmu, agar kamu kembali untuk menepati janji." kata Umar.
"Aku tidak memiliki seorang kerabatpun di sini. Hanya Allah, hanya Allah-lah penjaminku wahai orang-orang beriman", rajuknya.
Tiba-tiba dari belakang kerumunan terdengar suara lantang :
"Jadikan aku penjaminnya, wahai Amirul Mukminin".
Ternyata Salman al-Farisi yang berkata.
"Salman?" hardik Umar marah.
"Kau belum mengenal pemuda ini, Demi Allah, jangan main-main dengan urusan ini".
"Perkenalanku dengannya sama dengan perkenalanmu dengannya, yaa, Umar. Dan aku mempercayainya sebagaimana engkau percaya padanya", jawab Salman tenang.
Akhirnya dengan berat hati, Umar mengizinkan Salman menjadi penjamin si pemuda lusuh. Pemuda itu pun pergi mengurus urusannya.
Hari pertama berakhir tanpa ada tanda-tanda kedatangan si pemuda lusuh. Begitupun hari kedua. Orang-orang mulai bertanya-tanya apakah si pemuda akan kembali. Karena mudah saja jika si pemuda itu menghilang ke negeri yang jauh.
Hari ketiga pun tiba. Orang-orang mulai meragukan kedatangan si pemuda, dan mereka mulai mengkhawatirkan nasib Salman, salah satu sahabat Rasulullah S.A.W. yang paling utama.
Matahari hampir tenggelam, hari mulai berakhir, orang-orang berkumpul untuk menunggu
kedatangan si pemuda lusuh. Umar berjalan mondar-mandir menunjukkan kegelisahannya. Kedua pemuda yang menjadi penggugat kecewa karena keingkaran janji si pemuda lusuh.
Akhirnya tiba waktunya penqishashan. Salman dengan tenang dan penuh ketawakkalan berjalan menuju tempat eksekusi. Hadirin mulai terisak, karena menyaksikan orang hebat seperti Salman akan dikorbankan.
Tiba-tiba di kejauhan ada sesosok bayangan berlari terseok-seok, jatuh, bangkit, kembali jatuh, lalu bangkit kembali.
”Itu dia!” teriak Umar.
“Dia datang menepati janjinya!”.
Dengan tubuhnya bersimbah peluh dan nafas tersengal-sengal, si pemuda itu ambruk di pangkuan Umar.
”Hh..hh.. maafkan.. maafkan.. aku, wahai Amirul Mukminin..” ujarnya dengan susah payah,
“Tak kukira... urusan kaumku... menyita... banyak... waktu...”.
”Kupacu... tungganganku... tanpa henti, hingga... ia sekarat di gurun... Terpaksa... kutinggalkan... lalu aku berlari dari sana..”
”Demi Allah”, ujar Umar menenanginya dan memberinya minum,
“Mengapa kau susah payah kembali? Padahal kau bisa saja kabur dan menghilang?” tanya Umar.
”Aku kembali agar jangan sampai ada yang mengatakan... di kalangan Muslimin... tak ada lagi ksatria... menepati janji...” jawab si pemuda lusuh sambil tersenyum.
Mata Umar berkaca-kaca, sambil menahan haru, lalu ia bertanya :
“Lalu kau, Salman, mengapa mau- maunya kau menjamin orang yang baru saja kau kenal?"
Kemudian Salman menjawab :
" Agar jangan sampai dikatakan, dikalangan Muslimin, tidak ada lagi rasa saling percaya dan mau menanggung beban saudaranya”.
Hadirin mulai banyak yang menahan tangis haru dengan kejadian itu.
”Allahu Akbar!”, Tiba-tiba kedua pemuda penggugat berteriak.
“Saksikanlah wahai kaum Muslimin, bahwa kami telah memaafkan saudara kami itu”.
Semua orang tersentak kaget.
“Kalian...” ujar Umar.
“Apa maksudnya ini? Mengapa kalian..?” Umar semakin haru.
Kemudian dua pemuda menjawab dengan membahana :
”Agar jangan sampai dikatakan, di kalangan Muslimin tidak ada lagi orang yang mau memberi maaf dan sayang kepada saudaranya”.
”Allahu Akbar!” teriak hadirin.
Pecahlah tangis bahagia, haru dan sukacita oleh semua orang.
MasyaAllah..., saya bangga menjadi muslim bersama kita ksatria-ksatria muslim yang memuliakan al islam dengan berbagi pesan nasehatnya untuk berada dijalan-Nya..


24 Juni 2016

JalaludinRumi

Jalaluddin Rumi berkata: "Engkau mengaku telah memuliakan dan mencintai Tuhan. Tetapi mengapa dalam dirimu tdk ada tanda-tanda Sang perindu dan sifat-sifat mulia?"

Kemudian Rumi melanjutkan: "Jika engkau mengaku telah memakan manisan, namun mengapa aroma nafasmu berbau bawang?"

---------------

Begitulah Rumi mengkritik. Banyak orang yg mengaku mencintai Tuhan tapi masih saja menebar kebencian. Mengaku sebagai hamba-Nya yg lemah tapi masih saja menganggap remeh orang lain.

Mengaku sebagai makhluk yg penuh dosa dan hina dina tapi masih saja menganggap dirinya yg paling suci
Banyak orang yg mengaku Islam tapi orang lain masih terganggu dgn tangan dan lidahnya.

Mengaku berakhlak kepada Nabi tapi masih saja berkata kasar dan egois. Mengaku sering berwudhu tapi masih cepat marah.

Mengakui bahwa hanya Tuhan Yang Maha Benar tapi masih saja menganggap dirinya yg paling benar dan menyalahkan keyakinan orang lain
Mengaku rajin shalat tapi masih saja melakukan perbuatan keji dan mungkar.

Bukankah menghina, menuduh, memfitnah, mengkafirkan, berkata kasar, membenci, menganiaya, cepat marah, tdk sopan, dan lain2 semua itu termasuk perbuatan keji dan mungkar?

Kita kemanakan shalat kita selama ini? Di buang di tong sampah ya? atau dikubur hidup-hidup? Betapa malangnya engkau wahai shalat.

Catatan: Daripada melakukan perbuatan keji, lebih baik makan keju. Daripada melakukan perbuatan mungkar, lebih baik nonton sinetron shiren sungkar.

(Sumber: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10203571451157893&id=1563621077&refid=17&_ft_=top_level_post_id.10200142642365635%3Atl_objid.10203571451157893%3Athid.1738191433%3A306061129499414%3A10%3A1420099200%3A1451635199%3A-3639521281797894752&__tn__=%2As)


23 Juni 2016

syeh jumadil kubro


Syeikh Jumadil Kubro merupakan tokoh kunci proses Islamisasi tanah Jawa yang hidup sebelum walisongo. Seorang penyebar Islam pertama yang mampu menembus dinding kebesaran Kerajaan Majapahit. Syeikh Jumadil Kubro bernama lengkap Syeikh Jamaluddin al-Husain al-Akbar. Beliau adalah cucu ke-18 Rasulullah Muhammad SAW dari garis Syyidah Fatimah Az Zahrah al-Battul. Ayahnya bernama Syeikh Jalal yang karena kemuliaan akhlaknya mampu meredam pertikaian Raja Campa dengan rakyatnya. Sehingga, Syeikh Jalal diangkat sebagai raja dan penguasa yang memimpin Negara Campa.Syeikh Jamaluddin tumbuh dan berkembang di bawah asuhan ayahnya sendiri. Setelah dewasa, beliau mengembara ke negeri neneknya di Hadramaut. Di sana beliau belajar dan mendalami beragam ilmu dari beberapa ulama yang terkenal di zamannya. Bahkan keilmuan yang beliau pelajari meliputi Ilmu Syari’ah dan Tasawwuf, di samping ilmu-ilmu yang lain.

Selanjutnya, beliau melanjutkan pengembaraannya dalam rangka mencari ilmu dan terus beribadah ke Mekkah dan Madinah. Tujuannya adalah mendalami beragam keilmuan, terutama ilmu Islam yang sangat variatif. Setelah sekian lama belajar dari berbagai ulama terkemuka, kemudian beliau pergi menuju Gujarat untuk berdakwah dengan jalur perdagangan. Melalui jaringan perdagangan itulah beliau bergumul dengan ulama lainnya yang juga menyebarkan Islam di Jawa.

Kemudian beliau dakwah bersama para ulama’ termasuk para putra-putri dan santrinya menuju tanah Jawa. Mereka menggunakan tiga kendaraan laut, sekaligus terbagi dalam tiga kelompok dakwah. Kelompok pertama dipimpin Syeikh Jumadil Kubro memasuki tanah Jawa melalui Semarang dan singgah beberapa waktu di Demak. Selanjutnya perjalanan menuju Majapahit dan berdiam di sebuah desa kecil bernama Trowulan yang berada di dekat kerajaan Majapahit. Kemudian jamaah tersebut membangun sejumlah padepokan untuk mendidik dan mengajarkan beragam ilmu kepada siapa saja yang hendak mendalami ilmu keislaman.

Kelompok kedua, terdapat cucunya yang bernama al-Imam Ja’far Ibrahim Ibn Barkat Zainal Abidin dibantu saudaranya yakni MalikIbrahim menuju kota Gresik. Dan kelompok ketiga adalah jamaah yang dipimpin putranya yakni al-Imam al-Qutb Sayyid Ibrahim Asmoro Qondy menuju Tuban. Namanya masyhur dengan sebutan “Pandhito Ratu” karena beliau memperoleh Ilmu Kasyf (transparansi dan keserba jelasan ilmu/ilmu yang sulit dipahami orang awam, beliau diberi kelebihan memahaminya).

Perjalanan dakwah Syeikh Jumadil Kubro berakhir di Trowulan, Mojokerto. Beliau wafat tahun 1376 M, 15 Muharram 797 H. diperkirakan hidup di antara dua Raja Majapahit (awal Raja Tribhuwana Wijaya Tunggadewi dan pertengahan Prabu Hayam Wuruk). Bermula dari usul yang diajukan Syeikh Jumadil Kubro kepada penguasa Islam di Turki (Sultan Muhammad I) untuk menyebarkan Agama Islam si wilayah Kerajaan Majapahit. Pada saat itu wilayah Majapahit sangat kuat pengaruh Agama Hindu di samping keyakinan masyarakat pada arwah leluhur dan benda-benda suci. Keberadaannya di tanah Majapahit hingga ajal menjelang menunjukkan perjuangan Sayyid Jumadil Kubro untuk menegakkan Agama Islam melawan penguasa Majapahit sangatlah besar.

Karena pengaruh beliau dalam memberikan pencerahan bekehidupan yang berperadaban, Syeikh Jumadil Kubro dikenal dekat dengan pejabat Kerajaan Majapahit. Cara dakwah yang pelan tapi pasti, menjadikan beliau amat disegani. Tak heran, bila pemakaman beliau berada di antara beberapa pejabat kerajaan di antaranya adalah makam Tumenggung Satim Singgo Moyo, Kenconowungu, Anjasmoro, Sunana Ngudung (ayah Sunan Kudus), dan beberapa patih dan senopati yang dimakamkan bersamanya.

Lokasi kompleks makam ini berdekatan dengan Pendopo Agung Majapahit dan Pusat Informasi Majapahit yang pembangunannya menuai kontroversi. Hal itu karena proses pembangunannya diindikasikan merusak situs-situs peninggalan Majapahit yang diyakini hingga kini masih terkubur di dalam tanah kawasan Trowulan. Sekali dayung, maka semua tujuan napak tilas sejarah Majapahit bisa terpenuhi.

Silsilah::

Sayyid Jumadil Kubro bin Sayyid Zainul Khusen bin Sayyid Zainul Kubro bin Sayyid Zainul Alam bin Sayyid Zainal Zainal Abidin bin Sayyid Khusen bin Siti Fatimah binti Rasulullah Muhammad SAW bin Abdullah bin Abdul Mutholib bin Hasyim bin Abdul Manaf bin Qushoyi bin Kilab bin Murota bin Kaáb bin Luayyi bin Gholib bin Fihri bin Maliki bin Nadri bin Kinana bin Khuzaimah bin Mudrika bin Ilyas bin Mudhoro bin Nizar bin Maad bin Adnan bin Uddi bin Udada bin Mukowami bin Nakhuro bin Tairokhi bin Ya’rub bin Yasjub bin Nabit bin Ismail bin Ibrahim bin Tarokha bin Nakhuro bin Syarukho bin Arghu bin Falakho bin Abaro bin Syalakho bin Arfakhsan bin Sami bin Nukh bin Lamaka bin Mutawaslikh bin Idris bin Yarid bin Mahlail bin Qoinani bin Yanasy bin Syits bin Adam Alaihi Sholatuwassalam.

I. Sayyid Jumadil Kubro dikaruniai tiga putra. Adapun ketiga putra beliau itu adalah :

Sayyid Ibrahim (Ibrahim As-Samarkhandi)
Maulana Iskha’
Sunan Aspadi yang dikawin oleh Raja Rum

II. Sayyid Ibrahim Bin Jumadil Kubro menikah dengan Dewi Candrawulan Binti Raja Kuntoro Chempa mempunyai 2 orang anak :

Sayyid Ali Rahmatullah (Sunan Ampel)
Sayyid Ali Murtadho (Raja Pandhito) R. Santri

III. Maulana Iskhak Bin Jumadil Kubro menikah dengan Raden Ayu Retno Kusumo Binti Raja Mundiwangi Pajajaran mempunyai 2 orang anak :

Sayyid Abdul Qodir atau disebut Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati)
Dewi Saroh (Istri Sunan Kalijogo)

IV. Maulana Iskhak Bin Jumadil Kubro menikah dengan Dewi Sekardadu Binti Prabu Minak Sembuyu Blambangan mempunyai seorang anak bernama : Raden Paku atau (Sunan Giri)

V. Sunan Aspadi tidak diketahui karena berada di Kerajaan Rum

VI. Sayyid Ali Rahmatullah (Sunan Ampel) Bin Sayyid Ibrahim Bin Jumadil Kubro menikah dengan Dewi Candrawati Binti Ariyotejo Adipati Tuban mempunyai 5 orang anak :

Siti Sariáh (Istri Haji Usman) Sunan Manyuran
Siti Mutmainnah (Istri Sayyid Muhsin)
Siti Khofsoh (Istri Sayyid Ahmad)
Sayyid Maqdum Ibrohim (Sunan Bonang)
Raden Qosim (Sunan Drajat)

VII. Sayyid Ali Rahmatullah juga menikah dengan Dewi Karimah Binti Ki Bang Kuning, mempunyai 2 orang anak :

Dewi Murtasimah (Istri Raden Patah)
Dewi Murtasiyah (Istri Sunan Giri)

VIII. Sayyid Ali Murtadho (Raja Pandhito) Raden Santri Bin Sayyid Ibrahim As-Samarkhandi Bin Sayyid Jumadil Kubro menikah dengan Raden Ayu Maduretno Binti Prabu Ariyo Bariben mempunyai 3 orang anak :

Haji Usman (Sunan Manyuran) Mandalika
Usman Haji (Sunan Ngudung)
Nyai Gede Tundo (Istri Sunan Kertoyoso)

IX. Sayyid Abdul Qodir atau disebut Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati) Bin Maulana Iskhak Bin Sayyid Jumadil Kubro menikah dengan Dewi Haisah Binti Raden Jakender (Sunan Malaka) Madura mempunyai 2 orang anak :

Raden Abdul Jalil disebut Syeikh Siti Jenar tidak mau beristri
Dewi Sofiyah (Istri Raden Qosim) Sunan Drajat

X. Sayyid Maqdum Ibrahim (Sunan Bonang) Bin Raden Rahmad (Sunan Ampel) Bin sayyid Ibrahim Bin Sayyid Jumadil Kubro menikah dengan Dewi Hiroh Binti Raden Jakender (juga mertuanya Syarif Hidayatullah) mempunyai seorang anak bernama : Dewi Rukhilah (Istri Sunan Kudus).

XI. Raden Qosim (Sunan Drajat) Bin Raden Rahmad bin sayyid Ibrahim Bin Jumadil Kubro menikah dengan Dewi Sofiyah Binti Sunan Cirebon mempunyai 3 orang anak :

Pangeran Trenggono
Pangeran Sandi
Dewi Rouyan

XII. Haji Usman (Sunan Manyuran) Bin Raja Pandhito Bin sayyid Ibrahim Bin Sayyid Jumadil Kubro menikah dengan Siti Sariah Binti Sunan Ampel mempunyai seorang anak bernama : Amir Khasan

XIII. Usman Haji (Sunan Ngudung) Bin Raja Pandhito Bin Sayyid Ibrahim Bin Jumadil Kubro menikah dengan Dewi Sari Binti Tumenggung Wilatikta mempunyai 2 orang anak :

Dewi Sujinah (Istri Sunan Muria)
Amir Haji (Sayyid Ja’far Sodiq) Sunan Kudus

XIV. Dewi Murtasimah Binti Sunan Ampel Bin Sayyid Ibrahim Bin Jumadil Kubro dinikah oleh Raden Patah Bin Kertawijaya (Brawijaya) mempunyai 5 orang anak :

Pangeran Purbo
Pangeran Trenggono
Raden Bagos Sedokali
Raden Kenduruhan
Dewi Ratih

XV. Nyai Gede Tundo Binti Raja Pandito

XV. Nyai Gede Tundo Binti Raja Pandito Bin Sayyid Ibrahim Bin Sayyid Jumadil Kubro dinikah oleh Khalifah Khusen (Sunan Kertoyoso) Madura mempunyai seorang anak bernama : Khalifah Sughro.

XVI. Siti Mutmainah Binti Sunan Ampel Bin Sayyid Ibrahim Bin Sayyid Jumadil Kubro dinikah oleh Sayyid Muhsin (dari Yaman) beliau adalah murid Sunan Ampel atas perkawinannya mempunyai seorang anak bernama : Amir Khamzah.

XVII. Siti Khofsoh Binti Sunan Ampel Bin sayyid Ibrahim bin Sayyid Jumadil Kubro dinikah Sayyid Ahmad (Sunan Malaka) beliau adalah murid Sunan Ampel, atas perkawinannya tidak mempunyai anak.

XVIII. Raden Paku (Sunan Giri) Bin Maulana Ishak Bin Sayyid Jumadil Kubro kelahiran Blambangan menikah dengan Dewi Murtasiyah Binti Sunan Ampel mempunyai 4 orang anak :

Raden Prabu
Raden Milyani
Raden Kuwo
Dewi Retnowati

XIX. Raden Sahid (Sunan Kalijogo) Bin Raden Sahur Tumenggung Wilatikta. Beliau adalah murid Sunan Ampel, menikah dengan Dewi Saroh Binti Maulana Ishak Bin Sayyid Jumadil Kubro, mempunyai 3 orang anak :

Raden Said (Sunan Muria)
Dewi Rukoiyah
Dewi Sofiyah

XX. Raden Said (Sunan Muria) Bin Raden Sahid (Sunan Kalijogo) menikah dengan Dewi Sujinah Binti Usman Haji (Sunan Ngudung) Bin Raja Pandhito Bin Sayyid Ibrahim Bin Sayyid Jumadil Kubro mempunyai seorang putra bernama : Pangeran Santri (Sunan Kadilangu).

XXI. Raden Amir Haji atau disebut Sayyid Ja’far Sodiq (Sunan Kudus) Bin Usman Haji (sunan Ngudung) Bin Raja Pandhito Bin Sayyid Ibrahim Bin Sayyid Jumadil Kubro menikah dengan Dewi Rukhila Binti Sayyid Maqdum Ibrahim (Sunan Bonang) Bin Sunan Ampel Bin Sayyid Ibrahim Bin Sayyid Jumadil Kubro mempunyai seorang anak bernama : Raden Amir Khasan.

XXII. Raden Sahur Tumenggung Wilatikta (Tuban) menikah dengan Dewi Nawang Arum Binti Ki Ageng Tarup mempunyai 2 orang anak :

Dewi Sari (Istri Sunan Ngudung)
Raden Sahid (Sunan Kalijogo)

XXIII. Raden Jakender (Sunan Malaka) Madura menikah dengan Dewi Nawang Sari Binti Ki Ageng Tarup mempunyai 2 orang anak :

Dewi Hisah (Istri Sunan Gunung Jati)
Dewi Hiroh (Istri Sunan Bonang)

XXIV. Prabu Kertawijaya (Brawijaya I) mempunyai istri banyak dan anaknya juga banyak sekali, namun yang terkenal dari istri Chempa mempunyai 3 orang anak :

Prabu Hadi (Istri Adipati Doyoningrat)
Lembu Peteng Madura
Raden Kukur

Dari istri Ponorogo mempunyai anak :

Betoro Katong (Ponorogo)
Ariyodamar (Adipati Palembang)

Dari istri Chempo yang lain mempunyai anak bernama : Raden Husen (Raden Patah) yang mendirikan kerajaan Islam Demak.

Dari istri dari Bakilen mempunyai anak bernama : Jaran Panoleh di Sampang Madura


Lantunan puji-pujian sebelum salat jamaah



1.Puji-pujian Syi'ir Tanpo Waton(Gusdur)
('Isya)
يَا رَسُوْلَ اللَّهْ -   سَلاَمٌ  عَلَيكْ
Ya rofii'asysyaani waddaroji
'Athfata yaa jiirotal'alami
Ya uhailaljuudi walkaromi


 
Ngawiti ingsun nglarah syi'iran
Kelawan muji marang Pengeran
Kang paring rahmat lan kenikmatan
Rino wengi tanpo pitungan
Duh poro konco priyo wanito
Ojo mung ngaji syari'at bloko
Gur pinter dongeng nulis lan moco
Tembe mburine bakal sangsoro
Akeh kang apal Qur'an Haditse
Seneng ngafirke marang liyane
Kafire dhewe gak digatekke
Yen iseh kotor ati akale
Gampang kabujuk nafsu angkoro
Ing pepaese gebyare dunyo
Iri lan meri sugihe tonggo
Mulo atine peteng lan nisto
Ayo sedulur jo ngelalek ake
Wajibe ngaji sak pranatane
Nggo ngandelake iman tauhide
Baguse sangu mulyo matine
Kang aran sholeh bagus atine
Kerono mapan sari ngelmune
Laku thoriqot lan ma'rifate
Ugo hakeqot manjing rasane
Al Qur'an Qodim wahyu minulyo
Tanpo tinulis iso diwoco
Iku wejangane guru waskito
Den tancepake ing njero dodo
Gumantil ati lan pikiran
Rasuking padang kabeh jerohan
Mukjizat rasul dadi pedoman
Minongko dalan manjinge iman
Kelawan Allah kang Maha Suci
Kudu rangkulan rino lan wengi
Ditirakati diriyadhohi
Dzikir lan suluk jo nganti lali
Uripe anyem rumongso aman
Dununge roso tondo yen iman
Sabar narimo najan pas-pasan
Kabeh tinakdir sangking Pengeran
Kelawan konco dulur lan tonggo
Kang podo rukun ojo ngesiyo
Iku sunnahe rasul kang mulyo
Nabi Muhammad panutan kito
Ayo nglakoni sekabehane
Allah kang bakal ngangkat drajate
Senajan asor toto dhohire
ananging mulyo maqom drajate
Lamun palastro ing pungkasane
Ora kesasar roh lan sukmane
Den gadang Allah suwargo manggone
Utuh mayite ugo ulese


1.a.Puji-pujian Rukun Iman-1
(qobla subuh)
سُبْحَانَ ا للَّهِ      وَالْحَمْدُ لِلَّهِ..

 وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ        وَا للَّهُ  أَكْبَرْ ..

 لاَ حَوْلَ  وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ ..بِا للَّهِ   الْعَلِيِّ  الْعَظِيمْ.

آمَنْتُ بِا للَّهِ وَمَلاَئِكَتِهِ  (اللّه)وَكُتُبِهِ  وَرُسُلِهِ  ..، وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَبِالْقَدَرِ خَيْرِهِ  ..  وَشَرِّهِ مِنَ ا للَّهِ تَعَالَى..



عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ   فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ


 

 

 

 
1.b.Puji-Pujian Rukun Iman-2
('Magrib)
يَا رَسُوْ..لَ اللَّهْ-  اَللَّهْ-   سَلاَمٌ  عَلَيكْ

يَا رَفِيْعَ   الشَّانِ   وَ-نِ   وَالدَّرَج ِ



Rukunipun iman wajib den weruhi

Nenem cacahe bejo wong kang meruhi



(1)Siji ngandel wujude Alloh tan mamang

Dzat kang gawe kabeh mahluq tanpo rewang

Kabeh mahluq bakal sowan mring pengeran

Kaprikso olo becik lakuning badan

Panca ndriyo limo matur ijen-ijen

Datan biso gorohake ing pendangon



(2)Loro ngimanaken malaekate Alloh

Den titahake ngibadah mring dzate Alloh

Malaekat tanpo romo ibu sami

Moho nuce-ake Alloh rino wengi

Lan kang ngrekso kabeh mahluq langit bumi

Nyuwunake kabejan mring jalmo sami

Lan kang dadi duta nurunke rejeqi

Sekehe leloro sepadane gonta-ganti







(3)Telu ngimanake mring kitabe Alloh

Den turunke mring utusane Alloh

Nabi dawud katurunan kitab Zabur

Musa katurunan Toret nggo pitutur

Nabi Isa ngasto Injil keparingan

Njeng nabi Muhamad keparingan Qur'an

Kitab Qur'an mujizat kang dantan lawan

Nyapengati mring jin serto insan

Supangate Rosul kaungkulan Qur'an

Mulo bejo wong kang nderek dawuh Qur'an

Moco Qur'an toto kromo bener mapan

Supangate Qur'an ngunggahake izinan

Poro mahluq biso seneng sarto mapan

Biso mangan ngumbe ugo berkah Qur'an



(4)Papat ngimanaken mring utusane Alloh

Rosul temen neka-ake dawuhe Alloh

Alloh ngutus mring utusan kanggo conto

Mring kito poro menungso kelawan nyoto

Lan kang dadi obor jagat ingkang roto

Sirnane utusan kito rusak lampah kito



(5)Limo ngimanake dinone Qiyamat

Dinone pungkasan ingkang lamat-lamat

Bintang-rembulan bumi langit ajur bentusan

Sirno ilang datan katon manungso kewan

Poro mahluq sirno datan urip katon

Sa'liyane Alloh dzat kang noto lelakon

Sa' banjure bumi ngetoke simpenan

Metu saking kubur koyo wong kranjingan

Tangi saking kubur bingung pating blulung

Sambat njaluk tulung tan ono wongkang biso nulung

Bapak biyung lali anak lali kadang

Lali ngorat banget susah-e lan wirang

Wotsirotol mustaqim lembut landep (rumbil) gonjang ganjing
Yen ra-oleh pitulung nyemplung neroko manjing



(6)Nenem ngimanake pestene pengeran

Neroko suwargo pugkasan ono tenan

Pesten wongkang angas mampang mring-da wuh Qur'an

Den ancam neroko langgeng tan pungkasan

Pesten wongkang nderek dawuh(e) Alloh lan utusan

Den ebang suwargo widodari wildan



Nyuwun kulo mring Alloh kang sifat Rohman

Nitipno ing kito telogo poan

Mugi ngrekso ing.. kito duh.. pengeran

Sikso neroo..ko kubur-pitakonan

Mugi nglebet..no.. ingkito kempal mu'min

Lumebet ing suwargo Amin ya Amin













2.Puji-pujian rukun islam
(maghrib)
اَللّهُـمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ  عَلىَ..، سَيِّدِنَاوَمَوْلَنَا مُحَمَّدٍ ، عَدَدَ مَا فِى عِلْمِ ا للَّهِ صَلاَةً ..، دَائِمَةً  بِدَوَامِ مُلْكِ اللَّهِ..

Eling –eling wong urip bakale mati..

Ojo bungah maring dunyo mulyo mukti

Luru ngelmu wong ngibadah ingkang ngerti..

Murih ngamal wiwit urip tumeko mati

Wajib pasrah wong ngandel maring pengeran

Sarto nderek marang nabi kang pungkasan

Rukune islam iku limang perkoro.

(1) Ingkang dingin ngucapaken sahadat loro

(2) Kaping pindo manjing wektu kudu solat

(3) Kaping telu lamon sugih aweh zakat

(4) Kaping papat puoso wulan romadhon

(5) Kaping limo munggah haji lamon kuwoso.









3.Puji-pujian ati-ati urip ning alam dunyo
(Isya)
اَللّهُـمَّ صَلِّ.. صَلِّ وَسَلِّمْ  عَلىَ ..، سَيِّدِنَاوَمَوْلَنَا مُحَمَّدٍ ، عَدَدَ مَا فِى عِلْمِ ا للَّهِ صَلاَةً ..، دَائِمَةً  بِدَوَامِ مُلْكِ ا للَّهِ..

Sopo wonge wani ninggalake solat

Titenono yen siro lagi sekarat

Lara banget nganti ora biso sambat

Ditekani pirang – pirang malaikat

Sa' wuse mati di.. kubur ditinggal lungo

Ditekani malaikat ingkang loro

Malaikat teko nggowo alat sikso

Mulo ngati – ati urip ning alam ndunyo



4.Puji-pujian Laa Khaula
(maghrib)
لاَ حَوْلَ  وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ..

لاَ حَوْلَ  وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ..

إِلاَّ بِا للَّهِ   الْعَلِيِّ  الْعَظِيمْ....، إِلاَّ بِا للَّهِ   الْعَلِيِّ  الْعَظِيمْ

Mboten wonten doyo lan mboten kiyat

Mboten wonten doyo lan mboten kiyat

Kejawi angsal pitu..lunge ..Alloh

Kejawi angsal pitu..lunge ..Alloh

Sifate Alloh kang moho luhur

Sifate Alloh kang moho luhur

Sifate Alloh kang moho Agung

Sifate Alloh kang moho Agung





5.Puji-pujian lahir Nabi
(magrib)
اَللّهُـمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدْ ، يَارَبِّ  صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ



Gusti kanjeng nabi, lahire ono ing mekkah..,

dinten isnen tanggal rolas tahun gajah..,

ingkang ibu asmane siti aminah ..,

ingkang romo asmane sayyid Ngabdulloh.



5.a.Puji-pujian kehususan Nabi
(habis wiridan solat)
لَمْ يَحْتَلِمْ  قَطُّ طَهَ مُطْلَقًا أَبَدَا

Kanjeng Nabi Muhammad ora tahu ingimpi olo

وَمَا تَثَائَـبَ أَصْلاً فِىْ مَدَى الزَّمَنِ
Lan ugo o-ra tahu angob sa'lawase mongso

مِنْهُ   الدَّوَابُ فَلَمْ تَهْرَبْ وَمَا وَقَعَتْ  

Gegremetan ora podo mlayu maring njeng nabi

ذُبَابَةٌ أَبَدًافِى جِسْمِهِ الْحَسَنِ
Saking baguse badan laler menclok ora wani

بِخَلْفِهِ   كَأَمَامٍ رُؤْيَةً   ثَبَتَا

Podo wae priksaan mburi karo ngarepan

وَلَايُرَى  أَثْرُبَوْلٍ مِنْهُ فِيْ عَلَنِ
Lan ora ono labete uyuh ingda-lem klahiran

وَقَلْبُهُ لَمْ يَنَمْ وَالْعَيْنُ  قَدْ نَعَسَتْ

Lan penggalihe ora sa-re tapi peningale

وَلَايُرَى  ظِلُّهُ فِى الشَّمْسِ ذُوْفَطَنِ
Lan lamon pepanasan tanpo o-no layange

كَتْفَاهُ   قَدْ   عَلَتَا قَوْمًا إِذَاجَلَسُوْا

Lan pundak lorone ngunggu-li wong le-lenggahan

عِنْدَالْوِلاَ  دَةِ صِفْ يَا ذَابِمُحْتَتَنِ
Lan naliko den putro-a-ken wus den sunati

هَذِه الَخَصَائِصُ فَاحْفَظْهَا تَكُنْ أَمِنَ

Iki khosi-at rolas ayo podo den apalno

مِنْ شَرِّنَارٍ وَسُرَقٍ وَمِنْ مِحَنِ
Supoyo sla-met soko geni maling lan cubo

6.Puji-pujian solat jamaah
اَللَّهُـمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدْ ، يَارَبِّ  صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ

Sing sopo wonge ora gelem jamangah solat, mengko ora ulih pitulikur drajat.
He poro konco podo sregep jamangah solat, (mengko bakal ulih pitulikur drajat)

 

 
6.a.Puji-Pujian Ngajjilu
('Isya)
عَجِّلُوْا .. عَجِّلُوْا ..بِالصَّلاَةِ قَبْلَ الْفَوْت

وَعَجِّلُوْا ..وَعَجِّلُوْا ..بِالتَّوْبَةِ قَبْلَ الْمَوْت



Age age ayo Sholat.. mumpung durung ente'k wektune..



Age age ayo Taubat.. mumpung durung ke'tekan patine..


7.Puji-pujian ketika azdan
(Magrib)
اَللَّهُـمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدْ ، يَارَبِّ  صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ

He sedulur sa uwise ono azdan

ojo podo katungkul omong-omongan,

enggal enggal podo wudu terus dandan,

mlebu mesjid lakonono kesunatan, 



solat sunat ojo nganti ketinggalan

nunggu imam sinambi puji-pujian,

imam teko dikomati terus sembayang,

bar sembayang ojogiri bubar durung wiridan.





8.Puji-pujian sahabat nabi diwulang Ngaji
(magrib)
اَللَّهُـمَّ صَلِّ عَلىَ ..، سَيِّدِنَاوَمَوْلَنَا مُحَمَّدٍ



Abu bakar sohabat nabi

Umar usman sayyidina ngali .

Poro putro diwulang ngaji yen mboten saged pasrah pak kyai

Ngaji qur'an, kitab, berzanji yen mboten saged tentune rugi..

Rugi ndunyo ora dadi opo rugi akherat bakal ciliko

Ono ing kubur bakal disikso

Mungkar nakir kang bakal nyikso…



9.Puji-pujian sahabat Ngaji awit cilik
(Isya)
عِبَادَاللَّهْ.. رِجَالَ اللَّهْ..أَغِيْثُنَا لِأَجْلِ اللَّهْ

وَكُنُوْا عَوْنَنَالِلَّهْ..عَسَى  نَحْظَى بِأَجْلِ اللَّهْ

Wiwit cilik diwulang ngaji

Besuk gede dadi wong aji

Ngaji iku okeh ragade

Ojo eman marang sangune



Bocah cilik ayo podo ngaji
Besuk gede supoyo ngerti
Ngaji iku suwe mangsane
Ojo wegah marang angele
Senejan angel koyo ngopo

Suwe suwe mesti biso

Ayo konco neng madrasah

Papan ngaji Bocah –bocah

Ojo ngaji semoyo tuwo
Durung karuan umurmu dowo
Ojo ngaji sumoyo sugih
During sugih nyowo wis mulih


10.Puji-pujian  Sayyidul istighfar
(ashar)
أَللَّهُـمَّ  أَنْتَ رَبِّىْ ..   لاَ إِلَهَ إِلاَّ  أَنْتَ  خَلَقْتَنِيْ وَاَنَا عَبْدُكَ وَاَنَا عَلَى  عَهْدِكَ..وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّمَا صَنَعْتُ  أَبُؤُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ  وَأَبُؤُبِذَنْبِيْ فَاغْفِرْلِيْ فَإِنَّهُ   لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ  أَنْتَ  .



11.Puji-Pujian Istighfar Minkulli Zdambi
اَسْتَغْفِرُاللّهَ الْعَظِيمْ ..،  مِنْ كُلِّ ذَنْبِ الْعَظِيمْ

لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ رَبُّ الْعاَ لَمِيْن


 
12.Puji-Pujian Istighfar  Mugi Muwuhi Rohmat
 (cocok subuh)
اَسْتَغْفِرُاللَّهَ الْعَظِيمْ ..  اَسْتَغْفِرُاللَّهَ الْعَظِيمْ ..  

اَسْتَغْفِرُاللَّهَ الْعَظِيمْ        اِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمْ


 
Gusti alloh kulo nyuwun ngapuro 2x

Sekathahe duso kulo

Duso agung kelawan ingkang alit

Mboten wonten ingkang saged ngapuro 2x

Sanesipun Tuhan kang moho agung

Kang ngratoni sekathahe poro ratu

Nggih meniko Alloh asmane 2x

Kang kagungan sifat Rohman

Kang kagungan sifat Rokhim



اَللَّهُـمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ  عَلىَ.. اَللَّهُـمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ  عَلىَ..

 سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَّ  عَلىَ آلِهِ مُحَمَّدْ

Gusti Alloh mugi muwuhi Rohmat 2x

Dumateng kanjeng nabi Muhammad

Soho dateng kawulo warganipun

لاَ حَوْلَ  وَلاَ قُوَّةَ  .. لاَ حَوْلَ  وَلاَ قُوَّةَ

لاَ حَوْلَ  وَلاَ قُوَّةَ ..إِلاَّ بِا للَّهِ   الْعَلِيِّ  الْعَظِيمْ

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهْ.. لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهْ..

 مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللَّهْ.. صَلَّ اللَّهُ  عَلَيْهِ  وَسَلَّمْ 



13.Puji-pujian istighfar robbal baroya
(cocok di subuh)


أَسْتَغْفِرُاللَّهْ.. رَبَّ الْبَرَايَا   

       أَسْتَغْفِرُاللَّهْ.. مِنَ الْخَطَايَا

رَبّـِيْ  زِدْنِيْ  عِلْمًا نَافِعَا..

وَوَافِقْنِيْ   عَمَلاً صَالِحَا..

وَأَغْنِيْ  رِزْقًا حَلَلاَ..

 وَأكْتُبْ عَلَيْنَا تَوْبَةً  نَصُوْحَا..

وَأكْتُبْ عَلَيْنَا تَوْبَةً  نَصُوْحَا..

يَاحَنَّانُ    يَامَنَّانُ    يَادَيَّانُ    يَاسُلْطَانْ



 
14.Puji-Pujian Istighfar Masayikhina
أَللَّهُـمَّ اغْفِرْلَنَا  ذُنُوْبَنَا   وَلِوَالِدِنَا  وَ  لِمَشَا يِيْحِنَا وَلِجَميْعِ الْمُسْلِمِيْن  وَالْمُسْلِمَاتْ

Duh gusti kulo nyuwun ngapuro

Sekathahe duso kulo…

Lan dosane tiang sepah kalih kulo

Lan dosane guru(guru) kulo

Lan dosane tiang islam lanang wadon

Lan dosane mukmin lanang lan mukmin wadon





15.Puji-Pujian Istighfar Robbana Zdolamna
رَبَّنَايَا رَبَّنَا ..، رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا

وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا ...وَتَرْحَمْنَا       لَنَكُونَنَّا            مِنَ الْخَاسِرِينْ



16.Puji-Pujian Istighfar  Allohhummaghfirli
(Isya)
أَللَّهُـمَّ اغْفِرْ لِيْ  ذُ نُوْبِيْ      وَلِوَالِديَّ   

وَارْ حَمْهُمَا .. وَارْ حَمْهُمَا ..كَمَا رَبَيَانِيْ  صَغِيْرَا

Ya Alloh kulo nyuwun ngapuro

Sekathahe duso kulo…

Lan dosane bapak ibu kulo

Ugi umat islam sedoyo   2x


 
17.Puji-Pujian Istighfar  Khayul Qoyyumu
('Asar/magrib/Isya)
اَسْتَغْفِرُاللَّهَ الْعَظِيمْ .. أَلَّذِي  لاَ إِلَهَ.. . إِلاَّ  هُوَالْحَيُّ الْقَيُّوْمُ. .           وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ


18.Puji-Pujian Istighfar Ya Khayyu yaQoyyumu
('Asar/subuh)
يَا حَيُّ يَا قَيُّومْ..   لاَ إِلَهَ إِلاَّ  أَنْتَ

يَا حَيُّ يَا قَيُّومْ..   لاَ إِلَهَ إِلاَّ  أَنْتَ

سُبْحَانَكَ  إِنِّيْ  ..سُبْحَانَكَ  إِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّاَلِمِينْ


 
19.Puji-Pujian Istighfar  Asyhadu alla
(waktu sahur)
أَشْهَدُ أَنْ لاَإلَهَ إِلاَّاللَّهْ... اَسْتَغْفِرُاللَّه..أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ-

وَأَعُوْذُبِكَ مِنَ النَّارْ..أَللَّهُـمَّ  إِنَّكَ عَفُوٌّ. .

تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّيْ..



20.Puji-Pujian Istighfar  Afuwwun Karim
(maghrib)
أَللَّهُـمَّ  إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمْ. .

تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّيْ يَا كَرِيمْ..

Duh gusti alloh kulo nyuwun dipun ngapunten

Sekathahe duso kulo enjang sonten

Menawi mboten ya Alloh dipun ngapunten

Ingkang bade paring maghfiroh puniko sinten


 
21.Puji-Pujian Istighfar  Birohmatikal Wasinga
(subuh)
لاَ إِلَهَ إِلاَّ      أَنْتَ يَا..  أَرْحَمَ الرَّاحِمِينْ.. إِ رْحَمْنَا..

بِرَحْمَتِكَ الْوَاسِعَةْ     ..يَا حَيُّ يَا قَيُّومْ ..   يَاغَفَّارالذُّنُوبْ..

يَاذَا الْجَلالِ وَالْأِكْرَامْ.. آمِتْنَا عَلى الدِّيْنِ الْإِسْلاَمْ


 
22.Puji-Pujian  Istighfar Subhanaka Inni
(subuh)
لاَ إِلَهَ إِلاَّ      أَنْتَ .. سُبْحَانَكَ إِ    نِّيْ .. كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينْ


 
23.Puji-Pujian Khusnul Khotimah
اَللَّهُـمَّ صَلِّ عَلىَ...    مُحَمَّدْ شَافِـعِ الْآ نَامْ

وَآلِهِ وَصَحْبِهِ...   وَسَلِّمْ  عَلىَ   دَوَامْ

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهْ...أَلْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِينْ

مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللَّهْ...صَادِقُ الْوَعْدِ الْآمِينْ

Ya Alloh kulo nyuwun umur panjang ingkang berkah
Ya Alloh i kulo nyuwun benjang pejah husnul khotimah




 
24.Puji-Pujian Anta Salam
اَللَّهُـمَّ  أَنْتَ السَّلَامْ   ، وَمِنْكَ السَّلاَمْ    ،   وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلاَمْ ، فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلاَمْ  ،وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ    دَارَالسَّلاَمْ

25.Puji-pujian Sapu Jagat
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيا حَسَنَةْ    وَفِي الآخِرَةِ حَسَنةً  وَّ  قِنَا عَذَابَ النَّارْ

Duh gusti Duh gusti paring rohmat kesahenan

kesahenan wonten ing dunyo

Keslametan wonten akherat..   [ubd]








 
26.Puji-pujian Njaluk udan
(Maghrib saat kemarau)
اَللَّهُـمَّ  أَسْقِنَا غَيْثَا مُغِيْثَا وَلاَ تَجْعَلْنَا مِنَ الْقَانِطِينْ

Duh gusti Alloh mugi nyiram kulo

Kelawan udan ingkang nylametaken

إِسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّاراَ

يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَاراَ

وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَّبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَّيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَاراَ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيا حَسَنةْ    وَفِي الآخِرَةِ حَسَنةً  وَّقِنَا عَذَابَ النَّارْ

27.Puji-pujian Tauhid
(Isya)
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهْ.. هُوَ اللَّهْ   خَالِقُ الْعِبَادْ..

مِنَ الْعَدَامْ  وَإِلىَ الْوُجُودْ.. ثُمَّ الْعَدَامْ بَعْدَ الْوُجُودْ

صَلاَةُ اللَّهْ  سَلاَمُ اللَّهْ          عَلىَ طَهَ  رَسُوْلِ اللَّهْ

صَلاَةُ اللَّهْ  سَلاَمُ اللَّهْ          عَلىَ   يَس~  حَبِيْبِ اللَّهْ

Aku biyen ora ono

Lan Saiki dadi ono

Besok meneh ora ono

Podho bali maring Rahmatulloh

Ayo-ayo podho ngibadah
Mumpung isih ono uripe
Badan siji digowo mati
Ojo koyo kebo sapi
Luwih eco luwih Mulyo

Rasane wong ning suwargo

widodari Patang puluh loro

Kasur babut mendhut-mendut

Kursi gading ranjang kencono
Klambu sutro ditetes Inten
Cawisane wong kang bekti
Maring pengeran kang Moho suci
Luwih loro luwih susah

Rasane wong ning neroko

Klabang geni Ulo geni

Rantai geni Godho geni

Cawisane wong kang dosa

Gumampang dawuh pengeran

Ojo gumampang

Tinggal sembahyang

Ono tangis Kelayu-layu
Tangise wong wedi mati
Digedongono dikuncenono
Wong mati mongso wurungo

 

 
28.Puji-pujian  Rojab jelang Romadhon-1
('Asar)
أَللَّهُـمَّ  بَارِكْ لَنَا  فِى    رَجَبَ  وَشَعْبَانَ  ..

أَللَّهُـمَّ  بَارِكْ لَنَا  فِى    رَجَبَ  وَشَعْبَانَ  ..

أَللَّهُـمَّ  بَارِكْ لَنَا  وَبَلِّـغْنَا   رَمَضَانَ

أَللَّهُـمَّ  بَارِكْ لَنَا  وَبَلِّـغْنَا   رَمَضَانَ

Yalloh gusti kito nyuwun berkahipun wulan rojab

Yalloh gusti kito nyuwun berkahipun wulan sa'ban

Yalloh gusti kito nyuwun berkahipun wulan romadhon

Yalloh gusti kito nyuwun menangi wulan romadhon





29.Puji-pujian  Romadhon-2
(Isya-tarwih)
مَرْحَبًا  يَاشَهْرُ رَمَضَانْ.. مَرْحَبًا   شَهْرُ الصِّيَامِ

مَرْحَبًا شَهْرُالْعِبَادَةْ.. مَرْحَبًايَا خَيْرَ  خَلْقِ اللَّهْ

عَالِمُ سِرٍّ وَّأَخْفَى  ..  مُسْتَجِيْبُ الدَّعَوَاتِ

رَبِّ   فَارْ حَمْنَا جَمِيْعَا.. وَامْحُ عَنَّا السَّيِّئاَتِ

رَبِّ   فَارْ حَمْنَا جَمِيْعَا..  بِجَمِيْـعِ الصَّالِحَاتِ



 
30.Puji-pujian  Romadhon-3
Magrib & Isya
رَمَضَانُ قَدْ جَاءَ نَا فَبِجَاءِ رَمَضَانَ

رَبِّ لَقَدْ حَازَالْمُنَا مَنْ هُوَ أَحْيَى  شَهْرَنَا

فِيْهِ لَيْلَةُ    قَدْرِنَا    رَبِّ  آتِـيْهَا إيّاَ  نَا

فِيْ   قَدْ عَلَى ثَوَابَنَا           ثَوَابَ اَلْفِ شَهْرَنَا

بِالَّذِيْ  يُجِيْبُ بِنَا فِى عَظِيْمِ سَيِّدِنَا

سَيِّدِنَا أَحْمَدِنَا صَلَّى عَلَيْهِ رَبُّنَا

Qito Syukur mring pengeran datenge wulan romadhon

Bejo sekabehe insan  kang miturut dedawuhan



Sampun nampeni ganjaran laelatul qodri minna syahr peparingan mring ganjaran lir ganjaran sewu wulan



Duh gusti mugi kasihan welasan mring abdi Tuan

Mring agunge kasih Tuan jeng Muhammad kang –pungkasan.







31.Puji-pujian  solli wasallimda
(Isya)
صَلِّ وَ وَسَلِّمْ  دَائِمًا عَلَى احْمَدَ...2x

وَالْآلِ    وَالْأَصْحَابِ    مَنْ   قَدْ  وَحَّدَ..

وَالْآلِ    وَالْأَصْحَابِ    مَنْ   قَدْ  وَحَّدَ..

Eman eman temen wong bagus ora sembayang

Eman eman temen wong bagus ora sembayang

Nabi yusuf luwih bagus yo sembayang 2x



Eman eman temen wong ayu ora sembayang

Eman eman temen wong ayu ora sembayang

Siti Fatimah luwih ayu yo sembayang 2x



32.Puji-pujian  allohumarhamni bilqour'an
(magrib/isya)
 أَللَّهُـمَّ ارْ حَمْنِيْ بِالْقُرْآنْ.. وَاجْعَلْهُ لِيْ إِمَامًا وَنُوْرًا وَهُدًى وَّرَحْمَةْ.أَللَّهُـمَّ ذَكِّرْنِيْ.. مِنْهُ مَا نَسِيْتُ وَعَلِّمْنِيْ مِنْهُ مَاجَهِلْتُ..وَارْزُقْنِيْ تِلاَوَتَهُ آنَاءَ الَّيْلِ وَأَطْرَافَ النَّهَارْ..وَاجْعَلْهُ ..  حُجَّةً لِيْ  .. يَا رَبَّ الْعَالَمِينْ.



33.Puji-pujian  hasbunalloh
(Dzuhur)
حَسْبُنَاللَّهْ  وَنِعْمَ الْوَكِيلْ .. نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرْ



34.Puji-pujian  Allohul kafi
(Dzuhur)
اللَّهُ   الْكَافِ  رَبُّنَا الْكَافِ قَصَدْنَا الْكَافِ وَجَدْنَا الْكَافِ  لِكُلِّ الْكَافِ كَافَنَا الْكَافِ وَنِعْمَ الْكَافِ  ـ  اَلْحَمْدُ لِلَّهْ

 
35.Puji-pujian  urip neng alam ndunyo
('Isya)
اَللَّهُـمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ .. وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينْ



Urip neng alam ndunyo ora sa'lawase

Koyo wong lelungan ono dalan mampir ngombe

Omah gedung suwargo kanggo wong kang podo iman

Utawa neroko kanggo wong kang nurut setan



36.Puji-pujian  solawat nariyah
(cocok maghrib)



 
37.Puji-pujian  Solawat Nuril Anwar
(Magrib)
اَللَّهُـمَّ صَلِّ عَلىَ نُوْرِ الْأَنْوَارْ.. وَسِرِّ الْأَسْرَارْ وَتِرْيَاقِ الْأَغْيَارْ..وَمِفْتَاحِ بَابِ الْيَسَارْ.. سَيِّدِنَا وَمَوْلَنَا.. مُحَمَّدِنِ الْمُخْتَارْ..  وَ آلِهِ الْأَطْهَارْ وَأَصْحَابِهِ  الْأَخْيَارْ .. عَدَدَ  نِعَمِ اللَّهِ وَإِفْضَالِهْ


 
38.Puji-pujian  solawat tibbil qulub
اَللَّهُـمَّ صَلِّ.. عَلىَ سَيِّدِنَا..  مُحَمَّدٍ  طِبِّ الْقُلُوْبِ  وَدَوَائِهَا..  وَعَافِيَةِ الْأَبْدَانِ وَشِفَائِهَا .. وَنُوْرِالْأَبْصَارِوَضِيَاِئهَا .. وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ



38.a.Puji-pujian  solawat Nurizdati
اَللّهُـمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ   عَلىَ  سَيِّدِنَا  (وَمَوْلَنَا)مُحَمَّدِ نِ  النُّو  رِ  الّذَاتِىْ وَالسِّرِّ السَّارِىْ  فِى سَائِرالْاَسْمَاءِ وَالصِّفَاتِ  ـ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ

38.b.Puji-pujian  solawat Jalbur rizqi
اَللّهُـمَّ صَلِّ  عَلىَ..  سَيِّدِنَا  مُحَمَّدٍ.. صَلاَةً  تُوَسِّعُ بِهَا عَلَيْنَا الْاَرْزَقْ ..  وَتُحَسِّنُ  بِهَا لَنَا الْاَخْلاَقْ   وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ



38.c.Puji-Pujian Maula yasol
('Isya)


مَوْلاَيَ صَلِّ وَسلِّمْ دَائِمًا أَبَدَا           *          عَلَى حَبِيْبِكَ خَيْرِ خَلْقِ كُلِّهِمِ
هُوَالْحَبِيْبُ الَّذِيْ تُرْجَى شَفَعَتُهُ       *  لِكُلِّ هَوْلٍ مِّنَ اْلاَهْوَالِ مُقْتَحِمِ
يَارَبِّ بِالْمُصْطَفَى بَلِّغْ مَقَاصِدَنَا* وَاغْفِرْ لَنَامَامَضَى يَاوَاسِعَ الْكَرَمِ




39.Puji-pujian  do Elingo
('Asar)
اَللّهُـمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ  عَلىَ..، سَيِّدِنَاوَمَوْلَنَا مُحَمَّدٍ ، عَدَدَ مَا فِى عِلْمِ ا للَّهِ صَلاَةً ..، دَائِمَةً  بِدَوَامِ مُلْكِ اللَّهِ..

Do elingo iki zamane wis tuwo

Tuntunan agomo do dianggep kuno

Lakonono ajarane wali songo

Sing ra kerso ojo nyacad ojo ngino

Ajarane wali songo werno-werno
Dzikir tahlil kirim dungo lakonono
Moco qur'an lan sholawat kuli' noho
Ziaroh kubur ojo nganti dilale'no
Ono carane dakwah klawan budoyo

Umpamane koyo sunan kali jogo

Pituture mlebu ati ora kroso

Tuntunan Agomo biso di amalno

Wis kabukten rikolo zaman sa'mono
Akeh poro manungso nyembah braholo
Banjur sadar laku musyrik ditinggalno
Podo nderek ajarane wali songo

 
40.Puji-Pujian Mujahadah Mbah Damsuqi
(Acara Mujahadah)
اَللَّهُـمَّ صَلِّ عَلىَ...    مُحَمَّدْ شَافِـعِ الْآ نَامْ

وَآلِهِ وَصَحْبِهِ...   وَسَلِّمْ  عَلىَ   دَوَامْ

Ono gajah mangani roti

Ono pitik mangan krupuk

Mujahadah nentremke ati

Nyatane ratahu umuk





41.Puji-pujian  Eling-Eling Siro Menungso
('Isya)
صَلاَةُ اللَّهْ  سَلاَمُ اللَّهْ          عَلىَ طَهَ  رَسُوْلِ اللَّهْ

صَلاَةُ اللَّهْ  سَلاَمُ اللَّهْ          عَلىَ   يَس~  حَبِيْبِ اللَّهْ

Eling-eling siro manungso

Temenono anggonmu ngaji

mumpung durung ketekanan

Malaikat juru pati

Luwih susah luwih loro
Rasane wong nang neroko
Klabang kores ketunggeng kolojengking
Klabang geni ulo geni
Alah rante geni gada geni

Cawisane wongkang duroko

Wongkang mampang dawuh pangeran

Gumampang dawuh pangeran

Luwih mulyo luwih mukti
Rasane wong ono suwargo
Patang puluh loro widodari
Kasur babut gari ngenggoni
Cawisane wongkang bekti
dawuh pengeran kang moho suci

 
42.Puji-pujian  Ayo Ngibadah
("Isya)
اَللَّهُـمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ  عَلىَ..، سَيِّدِنَاوَمَوْلَنَا مُحَمَّدٍ ، عَدَدَ مَا فِى عِلْمِ ا للَّهِ صَلاَةً ..، دَائِمَةً  بِدَوَامِ مُلْكِ اللَّهِ..

Sdoyo dulur mumpung isih waras

Ayo ngibadah sartane ikhlas

Tuwo enom podo mikiro

Jeneng manungso mesti le loro

Yen wis loro banget susahe
Badan apes eling salahe
Dek ngrasani ora berduli
Ngamal bagus den-lali lali
Sdoyo dulur monggo dho ngaji

Gawe sangu besuk yen mati

Perkoro repot kudu den bagi

Godhane setan ojo dituruti

Sebab wong mati iku wis mesti
Lamon ra ngaji bakale rugi
Ono kubur setengah mati
Mungkar lan nakir podho nggebugi
Wong tuwo loro wajib nuturi

Marang anake den wulang ngaji

Yen raiso pasrah mbah kyai

Supoyo mbesuk biso manfangati

43.Puji-Pujian  Sandangane Diganti Putih
('Asar)
صَلاَةُ اللَّهْ  سَلاَمُ اللَّهْ          عَلىَ طَهَ  رَسُوْلِ اللَّهْ

صَلاَةُ اللَّهْ  سَلاَمُ اللَّهْ          عَلىَ   يَس~  حَبِيْبِ اللَّهْ

Sandangane diganti putih

Mertanda'no raiso mulih, raiso mulih

Tumpakane kereto jowo

rodo papat rupo menungso

ditutupi anjang-anjang
diurugi disiram kembang
tonggo-tonggo podo nyawang
podo nangis koyo wong nembang
44.a.Puji-pujian  wanita surga
("Isya)
اِلَهِىْ لَسْتُ لِلْفِرْدَوْسِ اَهْلاَ    ..     وَلاَ اَقْوَى عَلَى النَّارِ الْجَحِيْمِ

فَهَبْ لِىْ تَوْبَةً  وَّاغْفِرْذُنُوْبِ..  فَاِنَّكَ غَافِرُ الذَّنْبِ الْعَظِيْمِ

Dene wanita papat kang mlebu surgo

Ya iku wong wadon kang bisa ngereksa

Maring awake saka nglakoni dosa

Lan ta'at maring Allah Kang Maha Kuasa



Nomer loro wadon kang ta'at bojone
Perintahe wong lanang ditindakake
Ora gelem mbantah, klawan prengat-prengut
Uga ora gara kanti sliyat-sliyut

 
Nomer telune wong wadon ingkang sabar

Ngatasi perkara kanti dada jembar

Ora gampang mindakake morang-maring

Kaya nuding-nuding Ian mecahi piring



Nomer papat ya iku wadon kang nerima
Saking paringe bojo ra gelem ngina
Diparingi akeh den terima bungah
Diparingi sethitik Alhamdulillah




44.b.Puji-Pujian  Repote dadi wong
('Asar)
صَلاَةُ اللَّهْ  سَلاَمُ اللَّهْ          عَلىَ طَهَ  رَسُوْلِ اللَّهْ

صَلاَةُ اللَّهْ  سَلاَمُ اللَّهْ          عَلىَ   يَس~  حَبِيْبِ اللَّهْ

Repote dadi wong dagang

Sholate digawe gampang

Opo maneh dagangane laris

Durung sholat ngakune uwis

Repote dadi wong tani
Sholate kadang lali
Opo maneh wayahe tandur
Sholate djundur-under
Repote wong nggarap sawah

Sholate sa wayah-wayah

Opo maneh wayahe panen

Sholate ora tau kopen

Repote wong dadi sopir
Sholate mondar-mandir
Opo maneh mburu penumpang
Sholate digawe gampang






44.Puji-Pujian Toto Kromo
اَللَّهُـمَّ صَلِّ عَلىَ...    مُحَمَّدْ شَافِـعِ الْآ نَامْ

وَآلِهِ وَصَحْبِهِ...   وَسَلِّمْ  عَلىَ   دَوَامْ

Wajib anak neng wong tuwo

Kudu nganggo toto kromo

Tindak tanduk kang prayogo

Una uni ojo sembrono

Kon sekolah kudu mangkat
Dikon ngaji kudu ngerti
Saben wektu kon sembayang
Siro kabeh wajib tumandang
Ayo poro konco-konco

Saben sore mangkat ngaji

Lamon siro ora ngaji

Nganti tuwo ora ngerti



45.Puji-Pujian Zakat
اَللَّهُـمَّ صَلِّ عَلىَ...    مُحَمَّدْ شَافِـعِ الْآ نَامْ

وَآلِهِ وَصَحْبِهِ...   وَسَلِّمْ  عَلىَ   دَوَامْ

Wong Islam kang menangi

Surupe wulan romadhon

Kewajiban zakat fitrah

Patang mud bahan pikuat



Zakat pari sepuluh persen
Lamon ora ragad banyu
Yen ragad banyu Limang persen
Kang liyo neng kitab lan guru

 


 
45.a.Puji-Pujian Haji
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهْ...اَلْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِينْ

 مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللَّهْ... صَادِقُ الْوَعْدِ الْاَمِينْ

Lamon kuoso lungo haji

Ojo lali sing dinafkahi

Kaji   iku cukup mung siji

Maslahat tonggo jo nganti lali

Ihrom wukuf towaf lan sangi
Tahallul ngetho' rambut tlungiji
Yen wukuf ra dilakoni
Tahun sa' bare wajib mbaleni

 

 

 

 


 
46. Puji-Pujian Saben malem jum'at
(magrib)
صَلِّ وَ وَسَلِّمْ  دَائِمًا عَلَى احْمَدَ...

وَالْآلِ    وَالْأَصْحَابِ    مَنْ   قَدْ  وَحَّدَ..

وَالْآلِ    وَالْأَصْحَابِ    مَنْ   قَدْ  وَحَّدَ..

Saben malem jum'ah ahli qubur  tilik omah

Saben malem jum'ah ahli qubur tilik omah

Perlu nyuwun ayat qur'an sa' kalimah

Lamun ora diwenehi banjur bali karo mrebes mili

Bali meng kuburan nyunggi  tangan karo tetangisan



[dibawah ini umumnya tidak dibaca]



[Duh anak putuku ojo lali karo aku

Ora ngrumangsani podo mangan tinggalanku

Ora ngrumangsani podo mangan tinggalanku]









46.a.Puji-Pujian ayo sedulur
('Isya)
صَلاَةُ اللَّهْ  سَلاَمُ اللَّهْ          عَلىَ طَهَ  رَسُوْلِ اللَّهْ
صَلاَةُ اللَّهْ  سَلاَمُ اللَّهْ          عَلىَ   يَس~  حَبِيْبِ اللَّهْ
Ayo sedulur sing sregep Ngaji

Ngaji iku sangune mati

Wong mati iku banget larane

Sebab nyawane ilang saking awake ..... 2x

Wong anom ndunya mung sesaat
Mangka sing age-age anggonmu tobat
Tobat saking sakabehe maksiat
Mumpung durung teka waktune wafat ... 2x
Untung temen wong sing gelem sholat

Lan ngakeh-akehi maca Sholawat

Sholawat maring Nabi Muhammad

Sebab ngajeng-ngajeng angsal safaat ..         2x'

Ya Alloh Gusti kita nyuwun
Pinaringan Istiqomah
Ya Alloh, Gusti kita nyuwun
Mbenjang pejah Khusnul Khotimah    2x
Ya Allah Gusti kita nyuwun

Pinaringan umur berkah

Kangge ibadah kanti ta'at

Lan nebihi laku maksiat ..       2x

Ya Allah Gusti kita nyuwun
Pinaringan rizqi kathah
Saget kangge amai jariyah
Lan ziarah dateng Mekkah .   2x
46.a.1. Puji-Pujian pitakonan kubur
(Isya)
اللَّهُ   الْكَافِ  رَبُّنَا الْكَافِ قَصَدْنَا الْكَافِ وَجَدْنَا الْكَافِ  لِكُلِّ الْكَافِ كَافَنَا الْكَافِ وَنِعْمَ الْكَافِ  ـ  اَلْحَمْدُ لِلَّهْ

Para sedulur mangertenana

Yen ing alam kubur bakal ana

Ana pitakonan nem perkara

Kudu bisa'a anjawab sira

Kaping sepisan pitakonane
Gusti Pangeranmu iku sapa ?
Nuli njawabpa kelawan cetha
Yen Gusti Allah Pangeran kula
Kang kaping pindho pitakonane

Sapa iku kanjeng Nabi Niro ?

Enggal njawabpa kelawan cetho

Yen Nabi Muhammad nabi kula

Kaping telune pitakonane      
Ya apa iku agama nira ?        
Jawabane ora ana liya           
Ya iku Islam agama kula        
Kang kaping papal pitakonane

Kiblat ira ya iku apa ?

Ka'batullah iku kiblat kula     

Kaya mengkono njawabpa sira

Kaping limane pitakonane
Ya apa iku panutan sira ?
Kitab Al-Qur'an njawabpa sira
Ya iku kitab panutan kula
Kang kaping enem pitakonane

Ya sapa Iku sedulu iro ?

Kaum muslimin uga muslimat

Ya iku kabeh sedulur ira















47. Puji-Pujian gusti kulo nyuwun udan
اَللَّهُ  يَا كَرِيمْ   أَنْزِلْ عَلَيْنَا      ×2

مِنَ السَّمَاءِ مَاءً  مِدْرَارَا  ×2

Gusti kulo nyuwun udan ingkang deres

Gusti kulo nyuwun udan ingkang deres

Supoyo bumi  teles supoyo pikiran anyes

Supoyo bumi  teles supoyo pikiran anyes



48.Puji-Pujian Urip pisan
(cocok 'Isya)

 
اَللَّهُـمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ  عَلىَ..، سَيِّدِنَاوَمَوْلَنَا مُحَمَّدٍ ،

عَدَدَ مَا فِى عِلْمِ ا للَّهِ صَلاَةً ..، دَائِمَةً  بِدَوَامِ مُلْكِ اللَّهِ..


 
Urip pisan ora mung jajal-jajalan

Ngamal iro anekseni tahun wulan

Lawas-lawas siro bakal ketimbalan

Mring ayunaning Alloh Ambal-ambalan





Ojo demen rambut dowo ireng dadi

Mbesuk tuwo uwan mumpluk koyo medi

Menyang langgar menyang mesjid podo ngaji

Sapuh anem mboten dipun wiji-wiji






 

 
49. Puji-Pujian koyo urip sa'lawase
اِعْمَلْ لِدُنْيَاكَ كَأَنَّكَ تَعِيْسُ أَبَدًا

وَاعْمَلْ لِآخِرَتِكَ كَأَنَّكَ تَمُوْتُ غَدًا



50. Puji-Pujian Ojo dumeh
(Maghrib)
صَلِّ وَ وَسَلِّمْ  دَائِمًا عَلَى احْمَدَ...

صَلِّ وَ وَسَلِّمْ  دَائِمًا عَلَى احْمَدَ...

وَالْآلِ    وَالْأَصْحَابِ    مَنْ   قَدْ  وَحَّدَ..

وَالْآلِ    وَالْأَصْحَابِ    مَنْ   قَدْ  وَحَّدَ..

Ojo dumeh pinter banjur do keminter 2x

Pinter yen ora bener uripe bakal keblinger 2x



Ojo dumeh ayu banjur do kemayu 2x
Elingono tuwomu ompong peyot ora ayu 2x

 
Ojo dumeh sugih banjur do semugih 2x

Bondo iku mung nyilih mbesuk bakale mulih 2x



Ojo dumeh mlarat banjur ragelem sholat 2x
Mlarat yen ora sholat rugi dunyo lan akherat 2x


50. Puji-Pujian Sollallohu 'alayasin
('Asar)
صَلَّ اللَّهُ   عَلَى  يـسٍ ...   اَحْمَدَالْهَادِ الْآمِينْ

وَآلِهِ الْمُقَرَّبِينْ          ...       وَصَحْبِهِ  اَجْمَعِينْ



51. Puji-Pujian Ilaahilas
(suasana sedih)
اِلَهِىْ لَسْتُ لِلْفِرْدَوْسِ اَهْلاَ    ..     وَلاَ اَقْوَى عَلَى النَّارِ الْجَحِيْمِ

فَهَبْ لِىْ تَوْبَةً  وَّاغْفِرْذُنُوْبِ..  فَاِنَّكَ غَافِرُ الذَّنْبِ الْعَظِيْمِ

ذُنُوْبِيْ مِثْلُ أَعْدَادِ الرِّمَـالِ    فَهَبْ لِيْ تَوْبَةً يَا ذَالْجَلاَلِ

وَعُمِرِيْ نَاقِصٌ فِيْ كُلِّ يَوْمٍ  وَذَنْبِيْ زَائِدٌكَيْفَ احْتِمَالِ



Duh gusti kulo sanes ahli suwargo

Nanging kulo mboten kiyat wonten neroko

Mugi gusti kerso amaringi taubat

Lan ngapuro dosa lampah ingkang lepat



Duso kulo kados pasir ing segoro
Mugi nampi tobat, Alloh ingkang mulyo
Umur kulo suda ing sak bendintene
Duso kulo tambah dos-pundi kulo nyanggane

 

 
52. Puji-Pujian Sifat Alloh wujud
(9Maghrib)

 
اَللَّهْ  وُجُودْ    قِدَامْ  بَقَاءْ -  مُخَالَـفَةُ    لِلْحَوَادِثِ

قِيَامُهُ بِنَفْسِهِ – وَحْدَانِيَةْ قُدْرَةْ اِرَادَةْ  عِلْمُ حَيَّةْ

سَمَعْ  بَصَرْ كَلاَمْ – قَا دِرًا مُوْرِدًا عَالِمًاحَيًّا سَامِعًا

بَصِيْرًا   مُتَكَلِّمًا

Rongpuluh sifat wajibe Alloh

Sifat mukhale ugo rongpuluh

Sifat wenange iku siji

فِعْلُ مُمْكِنٍ اَوْ تَرْكُهُ.
53. Puji-Pujian Pentil Dzikir
('Asar)
اَللَّهُـمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ  عَلىَ ..، سَيِّدِنَاوَمَوْلَنَا مُحَمَّدٍ

عَبْدُكَ  وَنَبِيُّكَ وَرَسُوْلُكَ النَّبِيِّ الْاُ مِّيِّ.


 
Witing iman, godong Syahadat

Kembang Sholawat

Pentil Zdikir wohe Puji-pujian

Ya Alloh .. Amin Amin

ya Alloh  Robbal 'aalamin

54. Pujian Mlangi Sebelum isya bertarwih
اَللّه..هُـمَّ    صَ.. صَلِّ وَ..سَلِّمْ  عَلىَ..، سَ..يِّــدِ..نَا.. مُ..حَمَّ..دٍ ،

عَدَ..دَ.. مَا فِى عِلْ..مِ ا للَّهِ ..صَلاَةً  دَائِمَ..ةً  بِ..دَ..وَامِ ..مُلْ..كِ اللَّهِ..

55. Pujian Mlangi Setelah isya
Sebelum bertarwih
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّــهُ وَحْدَهُ   لاَ شَرِيْكَ لَهُ      لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِ  وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْر..

لاَ حَوْلَ  وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ  بِا للَّهِ   الْعَلِيِّ  الْعَظِيمْ. اَللَّهُـمَّ لاَ مَانِعَ   لِمَا اَعْطَيْتَ وَلاَ مُعْطِيَ   لِمَا مَنَعْتَ وَلاَ هَادِيَ لِمَا اَضْلَلْتَ  وَلاَ مُبَدِّلَ لِمَا حَكَمْتَ وَلاَ رَادَّ لِمَا قَضَيْتَ وَلاَ يَنْفَعُ ذَالْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ- اَللَّهُـمَّ.. صَلِّ وَسَلِّمْ  عَلىَ..سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ عَبْدِكَ  وَرَسُوْلِكَ النَّبِيِّ الْاُ مِّيِّ.. وَ عَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ وَبَارِكْ وَسَلِّمْ.



56. Pujian Mlangi Allhummaso
(Jam 12 malam/Setelah hutbah Hari Raya)
اَللّهُـمَّ صَ..لِ عَلىَ مُحَمَّدْ .. يَارَبِّ  صَ..لِ  عَلَيْهِ وَسَلِّمْ             …x...


 
57. Puji-Pujian Sekarat Pati

 
صَلاَةُ اللَّهْ  سَلاَمُ اللَّهْ          عَلىَ طَهَ  رَسُوْلِ اللَّهْ
صَلاَةُ اللَّهْ  سَلاَمُ اللَّهْ          عَلىَ   يَس~  حَبِيْبِ اللَّهْ




Ojo siro banget-banget
Nggonmu bungah ono ndonyo
Malaikat juru pati
lirak-lirik maring siro


Nggone nglirik Malaikat
Arep njabut nyowo siro
Yen wes teko titi mongso
Kudu budal ra keno semoyo


Larane sekarat pati
Sewu loro dadi siji
Mergo urip podo lali
Maring tuntunan Agami
Ninggal Sholat ninggal ngaji
Mong ma`siat seng dilakuni
Mulo urip seng ati-ati
Tembe mburi ben ora rugi


Sopo wonge gelem iman,
Taat miring dawuh Pengeran
Uripe tukun semahyang
Ora lali nderes Al-Qur`an


Rino wengi seneng wiridan
Amal sunnah dadi pakulan
Lamun mati sekarate –gampang.
Ora kroso babar pisan.





 
58.Puji-Pujian Tombo Ati
اَللّهُـمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ  عَلىَ..، سَيِّدِنَاوَمَوْلَنَا مُحَمَّدٍ ، عَدَدَ مَا فِى عِلْمِ ا للَّهِ صَلاَةً ..، دَائِمَةً  بِدَوَامِ مُلْكِ اللَّهِ..



Tombo ati iku ono limang perkoro
Kaping pisan moco Qur'an sak manane
Kaping pindho sholat wengi lakonono
Kaping telu wong kang sholeh kumpulono
Kaping papat weteng siro ingkang luwe
Kaping limo dzikir wengi ingkang suwe


Salah sawijine sopo biso anglakoni
Insya Alloh gusti pengeran ngijabahi











 
59.Puji-Pujian Kerèta Jawa

 
صَلاَةُ اللَّهْ  سَلاَمُ اللَّهْ          عَلىَ طَهَ  رَسُوْلِ اللَّهْ
صَلاَةُ اللَّهْ  سَلاَمُ اللَّهْ          عَلىَ   يَس~  حَبِيْبِ اللَّهْ
Ayo kabèh para manungsa,
Mumpung urip ning alam donya,
Mbok ya padha-padha èlinga,
Limang wektu ndang lakonana.


Èlingana yèn wayah panggilan,
Yèn wis budhal (o)ra kena wakilan,
Disalini nganggo kain putih,
Yèn wis budhal ora bisa mulih.


Tumpakané Kerèta Jawa,
Rodha papat rupa manungsa,
Jujugané omah guwa,
Tanpa bantal tanpa k(e)lasa.


Omahé (o)ra ana lawangé,
Turu dhéwé (o)ra ana kancané.
Nyawané wis m(e)layang,
Ragané kecemplung juglang,


Ditutupi anjang-anjang,
Diurug disawur kembang.
Tangga-tangga padha nyawang,
Padha nangis kaya wong nembang,

 

 
60.Puji-Pujian Getun temen

 
صَلاَةُ اللَّهْ  سَلاَمُ اللَّهْ          عَلىَ طَهَ  رَسُوْلِ اللَّهْ
صَلاَةُ اللَّهْ  سَلاَمُ اللَّهْ          عَلىَ   يَس~  حَبِيْبِ اللَّهْ


Getun temen ngungun temen
Ngumur siji ora guno
Sebab riya kelawan dengki
Ora Ngabekti kang Moho suci


Gede banget ganjarane
Wong ngibadah netepi jamaah
Karo lungguh nunggu imame
Puji lan dzikir ing panggonane


Eling-eling siro manungso
Sadurung mati Podho tobato
Tobat sakwise mati ojo
Krono ora bakal den tompo


61.Puji-Pujian Naruddu bihal 'A'da
(ketika banyak maling)
نَرُدُّ بِهَا الْأَعْدَاء ...dst





62.Puji-Pujian Momong Bayi
(ketika menidurkan)
اَللَّهُـمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ  عَلىَ..، سَيِّدِنَاوَمَوْلَنَا مُحَمَّدٍ ،
عَدَدَ مَا فِى عِلْمِ ا للَّهِ صَلاَةً ..، دَائِمَةً  بِدَوَامِ مُلْكِ اللَّهِ..


63.Puji-Pujian Tawajuwan
(pada jamaah toriqoh)
  اَللَّهْ-   اَللَّهُـمَّ صَـــلِّ وَسَلِّمْ  عَلىَ..

 سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ   . وَ  عَلىَ  آلِ  مُحَمَّدْ       ... x...





64.Puji-Pujian Ba'da tarwih
(sambil pukul bedug)
اَللَّهُـمَّ صَـــلِّ عَلىَ  مُحَمَّدْ   .. يَا رَبِّ صَـــلِّ عَلَيْهِ  وَسَلِّمْ 

وَسَلِّمْ     اَللَّهْـ-   ـهُـمَّ صَـــلِّ عَلىَ  مُحَمَّدْ   ..يَا ذَالْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَمْ.. مِتْنَا عَلىَ دِيْنِ اْلإِسْلاَمْ.. صَـــلَّ اللَّهُ عَلىَ الْهَادِىْ 

صَـــلَّ اللَّهُ عَلىَ الْهَادِىْ  مُحَمَّدْ.. شَفِيْعِ الْخَلْقِ فِىْ يَوْمِ الْقِيَامَةْ

65.Puji-pujian  Muhammadun Basyar
(Isya/'asar)
صَلِّ وَ وَسَلِّمْ  دَائِمًا عَلَى احْمَدَ      x  2 

وَالْآلِ    وَالْأَصْحَابِ    مَنْ   قَدْ  وَحَّدَ    x  2

مُحَمَّدٌ بَشَارٌ لاَّ كَالْبَشَرِ     x  2 

بَلْ هُوَ كَالْيَقُوْتِ بَيْنَ الْحَجَرِ   x  2

اَللَّهُـمَّ إهْدِنَا صِرَاطَ الْمُسْتَقِيمْ   x  2

صِرَاطَ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينْ  x  2


65.a.Puji-pujian  Ya Alloh
(jelang akhir do'a maulud syarful anam)
يَا اَللَّهْ.. يَا اَللَّهْ  يَا رَحِمَ الْمُؤْمِنِينْ

صَلَّ اللَّهُ رَبُّنَا عَلَى النُّوْرِ الْمُبِينْ

اَحْمَدَالْمُصْطَفَى سَيِّدِ الْمُرْسَلِينْ

وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينْ



66. Puji-Pujian Amin ya amin
(akhir-do'a)
آمِنْ  يَا آمِينْ    -  آمِنْ يَا اَللَّهْ

اِسْتَجِبْ   لَنَا   -    رَبَّ الْعَالَمِينْ

Mugi mugiyo den sembadani

Panyewun kulo dateng ilahi





Syair bermain
Mengandung makna

 
Konon syair-syair berikut ada versi arabnya, dan banyak tafsiran jawa dengan beragam versi.


 
67. Sluku-Sluku Bathok


Sluku-sluku bathok

Bathoke ela-elo

Si Rama menyang Solo

Oleh-olehe payung mutho



Pak jenthit lolo lo bah,

Yen obah medeni bocah

Yen urip golekko dhuwit



[makna]
Sluku-sluku bathok, bathok (kepala) kita perlu beristirahat untuk memaksimalkan kemampuannya. Kalo diforsir terus bisa aus, stress, hang, macet daya pikirnya.
Bathoke ela-elo, dengan cara berdzikir (ela-elo = Laa Ilaaha Ilallah), mengingat Allah akan mengendurkan syaraf neuron di otak.
Si Rama menyang Solo, siram (mandilah, bersuci) menyang (menuju) Solo (Sholat). Lalu bersuci dan dirikanlah sholat.
Oleh-olehe payung mutho, yang sholat akan mendapatkan perlindungan (payung) dari Allah, Tuhan kita. Kalo Allah sudah melindungi, tak ada satupun di dunia ini yang kuasa menyakiti kita. tak satupun.
Pak jenthit lolo lo bah, kematian itu datangnya tiba-tiba, tak ada yang tahu. Tak bisa dimajukan atau dimundurkan walau sesaat. Sehingga saat kita hidup, kita harus senantiasa bersiap dan waspada. Selalu mengumpulkan amal kebaikan sebagai bekal untuk dibawa mati.
Yen obah medeni bocah. Saat kematian datang, semua sudah terlambat. Kesempatan beramal hilang. Banyak ingin minta dihidupkan tapi Allah tidak mengijinkan. Jika mayat hidup lagi maka bentuknya menakutkan dan mudharat-nya akan lebih besar.
Yen urip golekko dhuwit. Kesempatan terbaik untuk berkarya dan beramal adalah saat ini. Saat masih hidup. Pengin kaya, pengin membantu orang lain, pengin membahagiakan orang tua: sekaranglah saatnya. Ketika uang dan harta benda masih bisa menyumbang bagi tegaknya agama Allah. Sebelum terlambat, sebelum segala pintu kesempatan tertutup.



 
68. Lir-ilir


Lir ilir lir ilir tanduré wis sumilir



Tak ijo royo – royo taksengguh temantèn anyar



Bocah angon bocah angon pènèkna blimbing kuwi



Lunyu – lunyu pènèkna kanggo mbasuh dodotira



Dodotira dodotira kumitir bedhahing pinggir



Dondomona jlumatana kanggo séba mengko soré



Mumpung padhang rembulané



Mumpung jembar kalangané



Ya suraka surak horé



Lagu ini konon kabarnya merupakan ciptaan sunan Kalijaga, ada juga yang berpendapat hasil karya sunan Bonang, lirik tembang atau lagu ini dulunya diciptakan untuk mediasi dan wahana dakwah Islam oléh para Walisanga, pendekatan budaya seperti ini dilakukan karena masyarakat Jawa kala itu masih kuat dengan tradisi Hindu. Maka untuk menyampaikan ajaran Islam di tengah – tengah masyarakat Jawa, maka dirasa perlu untuk mendekatinya melalui budaya salah satunya adalah melalui bahasa Jawa itu sendiri. Sebenarnya yang ingin disampaikan dalam lirik lagu tersebut adalah ;



   1. Memberitahukan bahwa adanya kabar baik, yang sumilir seperti tunas padi dipematang sawah, sebuah harapan baru.

   2. Yang terlihat begitu memikat indah, yang layak untuk disongsong selayaknya pengantin baru (datangnya wahyu ilahi) melalui nabi Muhammad.

   3. Bocah angon sebagai analogi dan perumpamaan hati para manusia itu sendiri.

   4. Selicin dan sesusah apapun hendaknya ikut memanjat (meraih) blimbing memiliki lima sisi yang menggambarkan 5 rukun Islam. Untuk membasuh dan sarana penyucian diri dari segala dosa.

   5. Karena pakaian (akhlak) manusia sudah mulai compang camping tidak karuan.

   6. Oleh karena itu hendaknya disucikan dan dibersihkan dengan Sahadat, Salat, Puasa, Zakat dan Haji, yang intinya mengajak manusia untuk ber ISLAM.

   7. Mumpung masih ada kesempatan, mumpung hayat masih dikandung badan ayo beramai – ramai menerima ajaran ISLAM.



Secara garis besar bisa ditarik kesimpulan begini :



Lirik ini mengabarkan dan mengajak kepada masyarakat Jawa tentang berita gembira telah datangnya nabi terakhir yaitu Muhammad dangan membawa ajaran tauhid ISLAM, yang siapapun berhak dan bisa mengimaninya tanpa ada perbedaan kasta, kedudukan, kekayaan, karena dalam Islam setiap manusia sama di hadapan Allah hanya ketaqwaan lah yang membedakannya, selagi manusia masih bernafas maka pintu hidayah dan pintu tobat akan selalu terbuka.



69. Cublak-cublak suweng


Cublak-cublak Suweng

Suwenge ting gelenter

Mambu ketundung gudel

Pak empo lirak-lirik

sapa mau sing ndelekke



sir sir pong

dele gosong

sir-sir pong

dele gosong

 70. Gotri Alagotri


Gotri alagotri

Gotrine nogosari

Riwul awul-awul rokok bentul

Dolan awan-awan

ndelo' penganten

Tenong tebok, bokok kodok lagi ndekem



71. Jamimur


Jamimur jamimur

Laorio-laorio

Jamurane jamur opo



Ndi ndas…. Ndi buntut ..x…

Ndi ndas…. Ndi buntut ..x…



72. Mantra Tuturutu
(sambil nyogok damen)


Sogok empling-mpling

Monine ting nggelinting

Sogok emplong-mplong

Monine ting nggelompong

Cirbong keong mata kancil medodong

72. Cing caripit
(sambil tunjuk telapak tangan)


Cing caripit

Buntut kucing gejepit


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
73. Syair Pepeling"walisanga"

Ana Syi'ir iki aku arep matur

Asmane wall sanga ingkang mashur       2x

Maulana Malik Ibrahim syeh Maghribi

Iya iku Sunan Gresik aja lali

Raden Rahmat Sunan Ampel Jawa Timur
Turun sangka purl Cempa ingkang mashur .... 2x
Mandum Ibrahim putrane Raden Rahmad
Sunan Bonang sedereke Sunan Derajad
Sunan Derajad asma Raden Syarifudin

Sunan Giri asma Raden Ainul-Yakin .... 2x

Syeh Ja'far Shadiq ya iku Sunan* kudus

Da'wah agama kanti niat kang Lulus

Raden Syahid iku Sunan Kalijaga
Putrane bupati Tuban Wilatikta .... 2x
Sunan Murya asma Raden Umar Said
Putra Sunan Kalijaga Raden Syahid
Sunan Gunung Jati Raden Fatahilah

Gigih berjuang ngusir penjajah .... 2x

Kang kasebut iki mashur Wali Sanga

Perintis dakwah Islam ing tanah Jawa











Semboyan Para Wali
Para Walisoongo mempunyai semboyan yang terekam hingga saat ini adalah :
1. Ngluruk Tanpo Wadyo Bolo / Tanpo pasukan
Berdakwah dan berkeliling kedaerah lain tanpa membawa pasukan.
2. Mabur Tanpo Lar/Terbang tanpa Sayap
Pergi kedaerah nan jauh walaupun tanpa sebab yang nampak.
3. Mletik Tanpo Sutang/Meloncat Tanpa Kaki
Pergi kedaerah yang sulit dijangkau seperti gunung-gunung juga tanpa sebab yang kelihatan.
4. Senjoto Kalimosodo
Kemana-mana hanya membawa kebesaran Allah SWT. (Kalimosodo : Kalimat Shahadat)
5. Digdoyo Tanpo Aji
Walaupun dimarahi, diusir, dicaci maki bahkan dilukai fisik dan mentalnya namun mereka seakan-akan orang yang tidak mempan diterjang bermacam-macam senjata.
6. Perang Tanpo tanding
Dalam memerangi nafsunya sendiri dan mengajak orang lain supaya memerangi nafsunya. Tidak pernah berdebat, bertengkar atau tidak ada yang menandingi cara kerja dan hasil kerja daripada mereka ini.
7. Menang Tanpo Ngesorake/Merendahkan
Mereka ini walaupun dengan orang yang senang, membenci, mencibir, dan lain-lain akan tetap mengajak dan akhirnya yang diajak bisa mengikuti usaha agama dan tidak merendahkan, mengkritik dan membanding-bandingkan, mencela orang lain bahkan tetap melihat kebaikannya.
8. Mulyo Tanpo Punggowo
Dimulyakan, disambut, dihargai, diberi hadiah, diperhatikan, walaupun mereka sebelumnya bukan orang alim ulama, bukan pejabat, bukan sarjana ahli tetapi da'I yang menjadikan dakwah maksud dan tujuan.
9. Sugih Tanpo Bondo
Mereka akan merasa kaya dalam hatinya. Keinginan bisa kesampaian terutama keinginan menghidupkan sunnah Nabi, bisa terbang kesana kemari dan keliling dunia melebihi orang terkaya didunia.






















#sumber : http://pustaka.islamnet.web.id/