Enam Kategori Rijāl al-Ghayb menurut Syeh ʿAbd al-Karīm al-Jīlī dalam kitab Al-Insān al-Kāmil fī Maʿrifat al-Awākhir wa-l-Awāʾil:
Kutipan terjemahan:
Ketika aku bertanya kepada Nabi Khidir a.s. tentang Rijāl al-Ghayb, beliau memberitahuku bahwa mereka terbagi menjadi enam kategori, yang berbeda-beda berdasarkan kedudukan spiritual (maqam) mereka.
▪︎ Kategori Pertama: Para Wali (Awliyāʾ)
Mereka adalah para kekasih Allah, manusia-manusia pilihan yang paling mulia dan teguh. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti jejak langkah para Nabi. Mereka telah fana (lenyap) dari alam wujud fisik ciptaan, dan berdiam di alam gaib yang digambarkan sebagai tingkatan Arsy Sang Maha Pengasih (Ar-Rahman).
▪︎ Kategori Kedua: Para Awtād (Pilar) Bumi
Mereka adalah ahlinya hakikat makna dan ruh dari segala wujud fisik. Seorang wali bisa saja mengambil wujud mereka dan berbicara kepada manusia, baik secara batin maupun lahiriah, untuk menyampaikan pengetahuan mereka. Mereka adalah ruh-ruh suci yang telah melakukan perjalanan dari alam kasat mata menuju alam gaib, hingga setiap hembusan napas mereka bernilai ibadah.
▪︎ Kategori Ketiga: Malaikat Ilham dan Dorongan Spiritual
Mereka mendekati pintu-pintu para wali dan berbicara kepada hamba-hamba pilihan Allah Ta'ala. Mereka muncul ke alam kasat mata indrawi, namun tetap tidak disadari kehadirannya oleh manusia biasa.
▪︎ Kategori Keempat: Rijāl al-Ghayb
Mereka adalah orang-orang yang memiliki kedekatan intim (munajat) dengan Allah Ta'ala, dan terus-menerus larut dalam perjumpaan spiritual. Mereka meninggalkan alam mereka sendiri dan hanya dapat ditemukan di luar batas-batas alam yang biasa mereka kenal. Mereka menampakkan diri kepada manusia dalam bentuk fisik yang dapat dilihat.
Orang-orang yang dianugerahi kesucian batin juga bisa masuk ke dalam kategori ini; mereka mengabarkan hal-hal yang gaib kepada orang lain dan menyingkap perkara yang selama ini tersembunyi.
▪︎ Kategori Kelima: Orang-Orang yang Mendapat Karunia Spiritual
Mereka adalah individu-individu dari keturunan Adam yang menampakkan diri di hadapan manusia lalu tiba-tiba menghilang. Mereka bisa berbicara dan berinteraksi dengan manusia. Sebagian besar dari mereka yang berada dalam kategori ini dikatakan tinggal di pegunungan, lembah, dan di sepanjang tepi sungai.
▪︎ Kategori Keenam: Ahli Penyingkapan Spiritual (Ahlu al-Kasyf)
Mereka adalah ahli kasyaf (orang-orang yang mata batinnya terbuka), yang mana bapak mereka adalah perenungan (tafakkur) dan ibu mereka adalah imajinasi atau visualisasi spiritual (taṣawwur).
Pikiran mereka senantiasa diilhami oleh Ilahi, hembusan napas mereka penuh dengan kasih sayang (rahmani), dan ibadah mereka telah sempurna. Syariat lahiriah mereka bercorak Musawi (mengikuti ketegasan syariat Nabi Musa), sementara hakikat spiritual batiniah mereka bercorak Khidiri (penuh dengan kebijaksanaan gaib Nabi Khidir)."
____

0 $type={blogger}: