20 Maret 2026

REFLEKSI HARI RAYA IDUL FITRI

 REFLEKSI HARI RAYA IDUL FITRI 

Baju Baru ~ Makan Enak



Syaikh Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan (Mufti Agung Madzhab Syafi'i di Makkah, wafat 1886 M.) pada hari raya (cukup) mengenakan pakaian kesehariannya.


Beliau berkata: "aku tidak memakai baju baru di hari raya, karena aku khawatir menghancurkan suasana hati orang-orang fakir."


Ada seseorang yang sowan kepada Amiril Mukminin, Al-Imam Ali bin Abi Thalib -karrama Allah wajhah- di hari raya, kebetulan mendapati beliau sedang makan roti khachkar (خبز الخشكار) tanpa lauk-pauk. Kemudian seseorang tersebut bertanya: "Wahai pemimpin orang-orang mukmin, ini adalah hari raya, mengapa engkau hanya makan roti khachkar?"


(Syaikh Nawawi Banten (murid Syaikh Ahmad bin Zaini Dahlan) menjelaskan tentang خبز الخشكار dalam Maraqil 'Ubudiyyah; أي الرديء من كل شيء أو من شعير artinya roti dari jenis komposisi biji dengan kualitas rendah.)


Ali menjawab: "Bagi kita hari ini adalah hari raya, besok pun hari raya, bahkan setiap hari di mana kita terhindar dari tindakan durhaka kepada Allah itu adalah hari raya bagi kita."


Habib 'Alawy bin Syihab mendefinisikan tentang hari raya:


ليس العيد لمن أكل الطيبات وتمتّع بالشهوات واللذات، لكنِ العيدُ لمن قبلت توبته وبدِّلت سيئاتُه حسنات.


Hari raya tidak diartikan kepada orang yang makan enak dan melakukan segala kesenangan dan kenikmatan. Akan tetapi (hakikat) hari raya adalah bagi orang yang taubatnya diterima dan segala kejelekan diganti dengan kebaikan. 

_________


Dikutip dari kitab Al Fawaid Al Mukhtarah halaman 450-451


~~~~~~~~~~



Previous Post
Next Post

post written by:

0 $type={blogger}: